
AMERIKA.
Edgar yang tengah berada diluar negri dibuat pusing oleh beberapa laporan mengenai anak buahnya yang disandra.
"Kenapa harus dibeberapa negara terpisah? Apalagi jarak yang begitu jauh?." Gerutu Edgar geram.
Bersamaan Edgar mendengar kabar jika Zerlyn juga sedang berada dinegara S dengan seorang pria yang anak buahnya mengatakan itu adalah asistennya.
Membuat otak Edgar mendidih tangannya mengapal kuat ingin segara menghukum dan mencingcang tubuh istri nakalnya itu.
"Argghh!!." Teriak Edgar frustasi mengacak rambutnya sebagai lampiasan kekecewaan serta emosi yang meluap.
Tn.Elmato juga merasakan hal yang sama, pikirannya tidak bisa menyimpulkan seluruhnya dalam satu peristiwa. Ia tak habis pikir kenapa Zerlyn bisa berbuat bohong padanya?.
"Cepat cari wanita nakal itu seret dia dihadapanku! Miller, Ken, Stev, atur sisanya dan bagi ke beberapa negara!." Perintah Edgar dengan menggebrak meja secara kasar serta melempar barang sampai seisi ruangan itu berantakan.
BBRRAAKKK!!!
PPRAANGG!!!
Maid, Mililler, Ken, Stev, juga anak buah Varessham sangat takut melihat amukan iblis didepannya. Bahu mereka bergetar hebat, Miller yang biasanya berani melawan Edgar namun kali ini nyalinya menjadi ciut seketika.
Ken segera mengambil alih sesaat Edgar memilih pergi untuk menenangkan pikirannya.
Mata tajam Ken menatap keseluruhan anak buahnya kemudian mengkode Miller dan Stev untuk berdiri disamping kanan kirinya.
"Stev berserta 95% pergi ke negara Amerika tepatnya dipusat hutan atau bertepatan dengan markas Luke saat ini ThristyBlood sedang terkepung apalagi anak buahnya hanya memiliki sedikit anggota."
"Miller dan 85% pergi ke negara K dan cari keseluruhannya sampai dapat!."
"Sedangkan saya beserta 95% ke negara S mencari Nona Zerlyn beserta Fhai yang sebagai Asistennya untuk melacak keberadaan Mereka serta Clara dan Stella." Jelas Ken membagikan kelompoknya.
"Jika tidak ada yang dimengerti silahkan bertanya." Ucap Ken.
"Siapa pemimpin bawahannya Tuan?." Tanya salah satu anak buah Vareesham.
"Luke negara A. Hunter negara S. Dan Jurden di negara K. Yang perlu digaris bawahi adalah Luke dan Hunter mereka memiliki otak yang licik dan licin, kalian harus ekstra berhati hati."
"Sedangkan Tn.Muda Ezra berada dipusat hutan A tidak jauh dari markas Luke, Stev kau bagi kembali dan atur untuk menjadi beberapa anggota temui Tn.Muda Ezra mengingat kondisinya sedang tidak stabil. Sisanya kerahkan untuk mencari Luke."
Mereka serempak mengangguk lantas segera berangkat menuju tiga negara yang berbeda.
**
SOMALILAND.
Zerlyn bersama Fhai baru saja mendapat laporan dari Bik May jika mereka berhasil dengan misi pertamanya. Namun Bik May tidak lupa menasehatinya untuk lebih waspada.
Zerlyn menatap bangunan megah didepannya dengan alis mengkerur bingung.
"Apa kau yakin mereka disini?." Tanya Zerlyn.
"Menurut info dari jasper seperti itu Nona." Jawab Fhai.
"Lalu, bahasa apa yang mereka gunakan?." Tanya Zerlyn kembali.
"Rata rata inggris namun sebagiannya campuran." Balas Fhai.
"Nanti kau saja yang berbicara aku malas menggunakan bahasa pluto." Perintah Zerlyn.
Fhai mengangguk keduanya lantas segera masuk, Fhai memperhatikan area gedung dengan teliti.
Sejenak Fhai dapat menyimpulkan jika gedung itu memiliki keamanan tingkat tinggi. Zerlyn mengangguk sekilas, ia juga merasakan hal yang sama dengannya.
"Excuse me, can I help you?." Tanya resepsionist dengan tersenyum ramah.
"Previously made an appointment with Mr.Hunter to discuss a business matter, can you show me where the room is?." Jawab Fhai.
Receptionist sangat terpesona melihat pria tampan dibaluti jas rapih dan seperti bukan dari kalangan biasa, sampai membuatnya tidak bisa berpaling sedikitpun.
"Ya Tuhan!! Tampan sekali." Pujinya dalam hati.
"Excuse me?." Tegur Fhai kembali.
"Ekh, Yes Sir?." Tanya receptionis kebingungan.
Zerlyn dan Fhai saling memandang lantas menggeleng pelan. "Tell me where it is!."
"VIP Lantai 75." Jawabnya dengan tersenyum genit.
Fhai acuh kemudian memilih pergi untuk menaiki Lift. Sedangkan receptionist itu menghentakkan kakinya kesal apalagi saat melihat wanita disampingnya sangat cantik dan serasi.
Tak berselang lama, keduanya tiba dilantai 75 lantas segara mencari kamar hotel yang sudah disewa sebelumnya dengan nama berinisial S dan C.
"Fhai, kenapa mereka tidak ada? Bukankah sudah jelas dengan info itu harusnya malam ini mereka disini." Gerutu Zerlyn kesal.
"Tenanglah Nona, saya akan menghubungi jasper kembali." Ucap Fhai mencoba menenangkan Zerlyn.
Disaat keduanya tengah sibuk dengan pikirannya masing masing, Fhai sejenak mendengar suara derap langkah kaki yang akan menuju ke kamar Fhai dan Zerlyn tempati.
Keduanya terkejut lantas Fhai segera menarik Zerlyn untuk masuk ke dalam lemari besar yang beruntungnya cukup untuk ukuran tubuh mereka hanya dari jarak yang sepertinya tidak beruntung.
Fhai menelan slavinanya "Saya tahu Nona, tenanglah saya tidak akan melakukan apapun."
"Memangnya melakukan apa?." Tanya Zerlyn kebingungan.
Fhai memajukan wajahnya alhasil jarak kedunya sangat tipis, Zerlyn bisa merasakan hembusan nafas mint dari Fhai serta aroma dilehernya membuat Zerlyn ingin mengigitnya.
"Tanpa perlu saya jelaskan, Nona sudah tau akan jawabannya." Bisik Fhai ditelinganya.
"Fhai, hentikan ini geli." Gerutu Zerlyn.
Fhai tersenyum tipis, lalu disaat akan menjauhkan wajahnya tak sengaja Fhai malah menempelkan bibirnya disaat bersamaan dengan pintu lemari yang terdorong keras.
Zerlyn melotot terkejut sama halnya dengan Fhai, Zerlyn bisa merasakan sensasi lembut bibirnya meskipun itu hanya sebuah kecupan.
"Maaf Nona." Lirih Fhai yang awalnya tidak bisa berkata apapun karena masih gugup apalagi itu adalah ciuman pertamanya.
"Lupakan! Apa mereka sudah pergi?." Zerlyn bisa mengetahui gurat wajah Fhai yang terkesan sangat bersalah meskipun itu bukanlah sebuah kesengajaan.
"Sepertinya sudah Nona, sebentar saya menghubungu Jasper lebih dulu." Ujar Frans.
"Jasper, kenapa aku tidak menemukan mereka?." Tanya Fhai geram.
"Maaf Tuan, mereka bermain dengan curang. Ternyata Nona Clara dan Stella berada didalam hutan di negara A." Jawab Jasper.
"Hutan? Untuk apa?."Alis Fhai mengkerut.
"Alasannya saya sendiri tidak tau Tuan, Tuan cepat keluar sebelum anak buah Hunter mengepung hotel." Tegur Jasper.
"Dimana mereka saat ini?."
"Hanya berjarak sekitar 5 meter." Jelas Jasper.
"Baiklah, kita bertemu ditempat biasa lalu kembali ke negara A." Perintah Fhai.
"Baik Tuan, saya berada dijarak sekitar 1800 mil melindungi anda dari kejauhan."
"Hmmm." Jawab Fhai lantas menatap Zerlyn dengan lekat.
"Nona, secepatnya kita harus pergi."
"Apa yang terjadi Fhai?." Tanya Zerlyn.
"Nanti saya ceritakan, tapi sekarang waktunya terbatas sebelum anak buah Hunter mengepung gedung ini." Jawab Fhai dengan segera menarik pergelangan tangan Zerlyn.
"Oh!! Astaga!! Membuatku sangat muak Fhai." Geram Zerlyn.
"Bersabarlah Nona semuanya akan kembali baik tidak mungkin terpuruk selamanya seperti ini." Tegur Fhai.
"Ya!Ya!Ya. Aku perintahkan anak buah untuk berkumpul dipusat A, menyusun rencana baru lagi Fhai." Usul Zerlyn.
"Saya rasa ada benarnya Nona." Ujar Fhai.
**
Zerlyn lantas segera menghubungi anggota ThristyBloodnya.
"Hallo Bik, dimana posisi sekarang?."
"Negara A Zerlyn masih berada didepan markas Luke." Jawab Bik May.
"Untuk apa? Bukannya Bibi mengatakan sudah selesai?."
"Masalahnya tempat ini sudah dikepung beberapa anak buah Luke apalagi Varessham sudah datang." Jelas Bik May.
"Huhh??." Zerlyn melongo tidak mengerti.
"Bibi sudah melepaskan mereka, sisanya berada dipusat A, sedangkan yang lainnya ikut bergabung sesaat Varessham datang untuk mengepung markas Luke dan sekarang disini Bibi bersama kelima lainnya." Ulang Bik May menjelaskannya kembali.
"Jadi Bibi hanya menonton acara itu begitu?." Tebak Zerlyn menjitak keningnya sendiri.
"Hehehe, kau dimana sekarang Zerlyn?." Tanya Bik May.
"Negara S Bibi, Bibi berangkatlah ke negara A lacak dan cari keberaan Stella serta Clara disebelah hutan tepat dibagian arah selatan." Jawab Zerlyn.
"Bukankah itu bersebrangan dengan sebuah lautan dan terdapat banyak jurang?" Tebak Bik May.
"Ya!! Aku terkecoh gara gara ulah siBang@ itu! Apalagi Jasper tidak memberitahukan sebelumnya. Mengingat mereka pergi tanpa diketahui oleh siapapun padahal sudah jelas Jasper merekamnya dengan teliti tapi tetap tidak terlihat jejaknya."
"Kau sepertinya melupakan sesuatu Zerlyn. Apa kau lupa jika Hunter memiliki otak yang sangat licin?."
"Akh, aku hampir melupakan hal itu. Bibi, berangkatlah sekarang nanti aku menyusul bersama Fhai. Saat ini aku ingin bermain sedikit dengan hama dari Hunter."
"Baiklah, selamat bersenang senang Zerlyn. Bibi akan berangkat sekarang."
"Hmmm.. Kabarkan langsung padaku, untuk pertemuan dititik mana nanti."
"Kau tenang saja, habiskan daging segarmu dulu biar lebih kenyang. Selamat makan malam yang istimewa Zerlyn." Ejek Bik May langsung mematikan Earphonenya.
"Sialan!." Desis Zerlyn.