
Frans segera mengambil ponselnya kemudian menghubungi Luther.
"Luther?." Sapa Zerlyn.
"Ya Nona?."
"Bagaimana kondisi disana? Apa yang sudah mereka lakukan kepada Stella dan Clara?." Tanya Zerlyn.
"Untuk saat ini belum ada tanda tanda apapun Nona. Kondisinya masih stabil dan aman kemungkinan malam ini mereka akan pergi ke negara A bersamaan dengan membawa 100 pengawal Varessham serta Tyler dan Whalter."
"Eksekusi terakhir, jika diantara mereka tidak membongkar misi serta rencana besar Varessham makan hukumannya akan sangat sadis." Jawab Luther dengan jelas.
"A? Abkhazra? Bukankah mereka disana?."
"Ya!! Tapi akan berpindah ke Amerika."
"Apa kau tau mereka dari perusahaan mana saja?." Tanya Zerlyn.
"Lemos, Wasley, dan Harvey itu gabungan anak buahnya. Sedangkan sang pemimpin bawahannya adalah Hunter dinegara S. Jordan dinegara K. Dan Luke dinegara A." Jawab Luther.
"Sedangkan mereka masih dalam tahap pencarian." Sambung Luther.
"Sial! Ternyata mereka seperti peng@!." Geram Zerlyn.
"Jadi, pemimpin yang membawa Whalter adalah Luke? Lalu bisa kau sebutkan cirinya?." Pinta Fhai.
"Saya akan kirimkan ke email Anda Tuan."
"Baiklah, kemungkinan malam ini kita juga akan berangkat ke negara A lebih dulu." Terang Zerlyn.
"Hati hati Nona, mengingat anak buah Lemos, sudah menyebar diberbagai titik bahkan sudut terkecil sekalipun. Terutama dibandara X bertepatan dengan pusat Australia."
"Saya sarankan lebih baik Nona menjadi turis atau hal lainnya sebab, banyak anak buah Lemos sudah melakukan aksi liciknya seperti penyamaran."
"Apa itu artinya Australia sudah dikuasai oleh Rholl?." Tebak Frans.
"Benar Tuan. Jika Tuan dan Nyonya akan berangkat hubungi saya, saya akan melindungi dari jarak jauh bersamaan saya akan berangkat malam ini untuk menyusul anak buah di bawah pemimpin Luke."
"Baiklah Luther, kerjakan tugasmu dengan baik dan jangan ceroboh." Tegur Zerlyn.
"Baik Nona."
Zerlyn menghela nafasnya gusar kemudian menggelangkan kepalanya.
"Ada berapa jenis senjata disini Fhai?." Tanya Zerlyn.
"Hanya ada beberapa jenis Nona, jika Nona mengingkan yang dari jarak jauh saya akan membawakannya khusus untuk anda." Jawab Fhai.
"Hmmm.. Kumpulkan seluruhnya dan bawa langsung kesini, Frans kau bantu Fhai."
Dengan semangat Frans mengangguk kemudian berdiri dan menyusul Fhai.
Zerlyn mengambil kertas putih polos bersamaan dengan pensil dan jarak. Selanjutnya, Zerlyn menggambar kesimpulan email dari Luther.
Tak berlangsung lama, Fhai serta Frans kembali dengan tangannya membawa senjata sesuai dengan perintahnya.
"HK MG4 MACHINE GUN. HJ4 16 kaliber 5.56MM dengan jangkauan 600Meter. RAGING BULL 454 kecepatan 580 perdetik. G2 COMBAT KAL.9M dan FN57." Jelas Fhai dengan meletakkannya langsung di atas meja.
"HK416 kaliber 5.56MM?." Ulang Zerlyn segera menghentikan menggambarnya kemudiam mengdongkak menatap Fhai yang masih berdiri.
"Yang ini Nona." Tunjuk Fhai yang seolah mengerti dengan kode dari Zerlyn.
"Wow!! Ferfect!!." Puji Zerlyn lantas mengambil senjata laras panjang tersebut.
"Anda ingin mencobanya?." Goda Frans lantas menunjuk ke salah satu pot di dekat sudut tembok.
Zerlyn mengangguk antusias lalu segera menembak objek yang menurutnya tak masuk akal.
"Frans, bersiap siaplah kali ini kau mengambil bajumu dan menjadi gelandangan." Bisik Fhai.
"Kau sepertinya lupa Frans, bahkan kekasih jala@mu akan mengusirmu dengan hina setelah tau jika pria gila yang dianggap kaya itu ternyata sudah miskin."
Frans tertawa pelan "Seumur hidupku aku baru menemukan jal@ yang bisa menerima hidupku apa adanya Fhai, dia cantik memiliki bodyGoals, kulitnya putih, rambut panjang. Sangat Perfect!! Bahkan seharusnya malam ini adalah jadwalku untuk bertemu dengannya."
"Itu kekasihmu atau jelmaan dari BIHUN? Bahkan kriterianya pun hampir sama memiliki kulit putih, langsing, hanya saja bodynya sedikit.. Hmmm.. Seperti triplek."
Frans replek tertawa lepas sampai tidak menyadari jika Zerlyn memperhatikannya sejak tadi.
"Kalian membicarakan apa?." Tanya Zerlyn.
"Ekh!!." Keduanya terlonjak kaget melihat Zerlyn tengah menatapnya dengan mode garang.
"Hmmm.. Tidak Nona." Jawab Frans menggaruk lehernya yang tidak gatal.
"Bersiaplah! Malam ini kita berangkat." Perintah Zerlyn kemudian kembali duduk dan mengambil peta diatas meja.
"Apakah akan ada acara makan besar Nona?." Tanya Frans dengan antusias.
"Tentu, bahkan nanti akan banyak daging yang enak dan empuk. Pasti kau sangat menyukainya." Jawab Zerlyn.
"Akh benarkah? Sungguh membuatku tidak sabar." Ujar Frans.
"Misi kita mulai dari negara A lebih dulu untuk bertemu dengan Bik May. Frans, nanti kau hubungi Bik May jangan mengatakan apapun, katakan saja jika aku ingin bertemu dengannya. Dan jika Bik May terus mendesak langsung matikan sambungan telponnya."
"Laksanakan Nona."
"Pukul 00:00 kita langsung berangkat jangan lupakan siapkan Jet pribadiku." Sambung Zerlyn.
Frans mengangguk meskipun sedikit heran melihat Zerlyn bersikap tidak biasanya.
Zerlyn lantas berdiri kemudian melangkah pergi dengan mengacak rambutnya frustasi. Frans menyenggol Fhai mengkode untuk mengikutinya dari belakang.
Frans berpikir, ia takut jika Zerlyn akan bund@ akibat dari permasalahan hidupnya yang sangat rumit. Fhai mengerti kemudian segera menyusul.
Sesaatnya didapur, Fhai melihat Zerlyn membuka lemari pendingin seperti sedang mencari sesuatu.
"Mencari apa Nona? Perlu saya buatkan makanan?." Tawar Fhai.
"Tidak perlu Fhai, aku hanya ingin minum." Tolak Zerlyn lalu mengambil sebotol minum berwarna kuning.
Fhai melotot tajam lalu dengan cepat merebut botol itu ditangan Zerlyn dan kembali menyimpannya. Fhai sedikit kesal pada Frans dengan seenak jidatnya menyimpan benda seperti itu didalam apartemennya.
"Fhai! Aku hanya ingin minum, kau itu pelit sekali!." Jengkel Zerlyn.
Fhai lantas mengambil gelas dan menuangkan air dingin lalu menyodorkannya kepada Zerlyn.
"Maaf, adanya hanya air putih saja Nona, saya belum membeli apapun." Tukasnya dengan tangan memegang gelas.
"Tidak! Aku tidak mau! Aku mau yang tadi."
"Jika ada masalah, bukan dengan cara seperti itu Nona. Ceritakanlah, bukankah selama ini Nona selalu terbuka dengan saya?."
"Aku lagi pusing Fhai, tolong berikan sedikit saja. Kau cepat minggir jangan menutup kulkas dengan tubuhmu." Usir Zerlyn menghentakkan kakinya kesal.
"Tidak! Sekali saya bilang tidak ya Tidak Nona, itu tidak baik untuk kesehatan Anda sendiri." Tegur Fhai.
"Sejak kapan kau jadi seperti ini Fhai? Mau minum saja tidak boleh."
"Maaf jika saya seperti ini, saya peduli pada anda Nona. Dan saya tau posisi anda sekarang bagaimana. Saya tegaskan, jangan dulu pergi malam ini kalau pikiran anda masih ada dalam masalah."
Kesal, bukannya menuruti kemauannya dan malah mendapat ceramah dari Fhai. Zerlyn tersenyum miring kemudian berjalan mendekat sampai Fhai mentok ke belakang kulkas.
"Nona, Nona mau apa?." Tanya Fhai terkejut.
"Jika kau tidak memberikan itu, aku tidak segan untuk menciummu sekarang." Jawab Zerlyn membisikkan ditelinganya.
πΏπΏπΏπΏπΏ