
Tepat pukul 00:00 ditengah kegelapan malam dihiasai cahaya rembulan sebuah motor melaju dengan kecepatan tinggi beruntungnya malam itu, jalanan kota X sudah sepi.
Diarah perempatan jalan yang bercabang, Zerlyn menghentikan motornya sejenak kemudian menepi darpada berhenti ditengah jalan takut ketabrak apalagi tidak tersedia lampu merah. Pikirnya.
Lantas segera mengambil ponselnya untuk menghubungi siapa lagi kalau bukan orang kepercayaannya.
"Bagaimana situasi dititik lokasi A saat ini?."
"Mereka masih bermain main Nona, sepenuhnya saya tidak bisa mengontrol keseluruhannya mengingat terhalang banyaknya pembatas."
"Lalu, kau dimana sekarang?."
"Saya dititik B Nona. Frans berada dititik A."
"Kenapa bisa begitu?." Tanya Zerlyn kebingungan.
"Saya mendapat laporan langsung dari Frans, serta anggota lainnya masih memantau saat ini."
"Semuanya masih aman?." Tanya Zerlyn kembali.
"Masih, bersamaan dengan mobil milik Tn.Edgar mulai memasuki markas bersamaan dengan kedatangan anak buah Varessham."
"Kau awasi terus mereka, jangan sampai kau ceroboh dengan pergerakkan darimu serta yang lainnya Fhai. Beritahukan kepada Frans, aku akan datang ke titik A."
"Baik Nona."
Zerlyn mematikan sambungan telponnya lalu kemudian kembali melajukan motor moge milik Miller membelah jalanan kota yang dingin dan sepi.
Tak berlangsung lama, Zerlyn lantas menepikan motornya tepat berada diradius beberapa meter dari lokasi.
Matanya mengedar kesekeliling mencari keberadaan anggota intinya yang mendapat laporan dari Fhai jika mereka bersembunyi dalam jarak 200 meter.
"Sialan! Hebat juga mereka bersembunyi, sampai mata gue gak berfungsi dengan jelas." Gumam Zerlyn dongkol.
Dari kejauhan, Frans mengetahaui gerak gerik Zerlyn yang seolah sedang mencarinya. Kemudian, Frans menggerakan salah satu batang pohon SONGKA tempat persembunyiannya sebagai kode.
Disaat mata tajamnya masih fokus kesegala arah, tak sengaja Zerlyn melihat satu pergerakan kecil dari batang pohon SONGKA. Tak ingin menunggu lama, segera Zerlyn berlari mendekat.
Tanah yang licin, serta pijakan yang terlalu tinggi, dan jangan lupakan Sendalnya ia masih menggunakan Hills 30Cm. Membuat Zerlyn kesusahan untuk menaikinya.
"Argghh!! Sial!." Gerutunya mendengus sebal.
Frans yang lokasinya tak berada jauh dari Zerlyn menggelengkan kepalanya pelan, lantas Frans berjalan mendekati dan membantunya dengan mengulurkan satu tangan miliknya.
"Mari Nona." Ujar Frans.
Zerlyn mendongkak lalu menjabat tangan Frans "Tarik yang keras Frans." Perintah Zerlyn.
Frans menurut, dalam satu tarikan Zerlyn berhasil naik keatas. Namun sialnya entah Frans yang terlalu kuat menariknya atau memang Frans terlalu semangat, membuat Zerlyn sampai jatuh diatas tubuhnya.
BRUKKK!!
"Aduhh!!."
Zerlyn meringis ia berpikir akan jatuh ke tanah, namun sesaatnya sudah sadar Zerlyn terkejut buru buru ia bangun dan kembali merapihkan gaunnya.
Frans berdehem melihat Zerlyn pipinya bersemu merah dalam hatinya, Frans terkekeh geli. Lantas melepaskan jas hitam miliknya untuk menutupi tubuh Zerlyn yang sedikit terbuka dibagian bahu serta berlengan pendek.
"Ekh!!." Ujar Zerlyn terkejut.
"Dingin Nona, tidak baik juga untuk kesehatan Anda apalagi sekarang berada didalam hutan. Mohon maaf sebelumnya jika saya lancang." Jelas Frans.
Zerlyn mengangguk kecil entah apa yang ia rasakan saat ini, melihat perlakuan dari tangan kanan didunia hitamnya itu.
"Apa Nona sudah bersiap untuk berpestanya?." Tanya Frans dengan mengarahkan senjata laras panjang.
"Kau tau apa yang aku inginkan Frans." Jawab Zerlyn lantas segera mengambilnya lalu merakitnya lebih dulu.
"Mari, saya tunjukan titik lokasi teramannya Nona." Ajak Frans melangkah lebih dulu, sedangkan Zerlyn berjalan dibelakangnya dengan kesusahan akibat Hills miliknya menembus permukaan tanah yang licin berkali kali harus terpeleset serta TUTUSUK hillsnya tertancap ditanah yang gembos.
Frans berhenti sejenak kemudian menoleh kebelakang melihat Zerlyn bak "BEBEGIG berjalan ditengah gelapanya hutan yang angker."
Mengatahui hal itu, Frans sangat iba lantas mengenggam tangan Zerlyn dengan maksud tujuannya agar tidak terjatuh. Zerlyn sontak terkejut dan membuat jantungnya kembali berdisko.
"Frans?." Ujar Zerlnyn berusaha menepis tangannya.
Frans tak menggubris ucapannya, Frans sudah tau jika sikap Zerlyn yang pembangkang dan keras kepala. Selalu menolak saat ada yang ingin membantunya, padahal ia sendiri sedang kesusahan.
"Sudah sampai Nona, bagaimana menurut anda tentang objeknya apakah pas dan tepat dengan sasaran?." Tanya Frans.
"Ada, saya memerintahkan untuk memisahkan setiap kelompoknya. Saya membagi menjadi 4 kelompok, setiap 1 kelompok isinya 2 orang dengan nama masing masing A, B, C, dan D. A saya fokuskan ke area bawah tanah. B ke lantai 4. C area belakang. Dan D paling penting ke area utama."
"Disini, tugas saya membantu memfokuskan titik D. lalu berpindah ke titik lainnya. Mengingat musuh itu sangatlah banyak Nona, sedangkan anggota kita hanya beberapa persen." Jelas Fhai.
Zerlyn mengangguk mengerti "Baiklah, kita mulai sekarang." Perintah Zerlyn kemudian memasangkan kembali benda ke telinganya agar lebih gampang untuk berkomunikasi.
Dengan menyipitkan sebelah matanya lewat terpong serta mengatur jarak, arah angin dan dirasa sudah pas Zerlyn segera menembak.
"TEMBAK MEREKA SEMUANYA!." Perintah Zerlyn.
Anak buahnya menurut, dalam satu kali menembak mereka berhasil melumpuhkan anak buah dari Slade.
DORRR!!
DORR!!!!
"Terus basmi seluruhnya fokuskan ke titik A, B, C terkecuali D. Aku sudah kunci objeknya, kalian tinggal fokuskan ke titik tersebut."
"Baik Nyonya."
DORRR!!
DORRRRR!!!
Dari jarak radius yang aman dan tersembunyi anak buah ThristyBlood kembali berhasil melumpuhkan lawannya.
"STOP!! HENTIKAN PENEMBAKAN!." Ujar Zerln matanya menyipit melihat mobil yang akan memasuki halaman mansion. Sekilas Zerlyn merasa tidak asing dengan mobil tersebut.
"Dia suami anda Nona." Ujar Frans yang mengetahui gurat kebingungan dari Zerlyn.
"Akh begitu? Lalu, apa itu artinya?." Ucap Zerlyn kebingungan.
"Maksudnya apa Nona?." Tanya Frans yang juga bingung dengan ucapan Zerlyn.
"Bagiamana dititik B Frans?." Zerlyn menatap Frans disampingnya dengan intens.
"Baik, tunggu sebentar Nona saya akan menghubungi Fhai." Frans lantas menekan earphonenya.
"Fhai, bagaimana kabar dititik B?."
"Sangat kacau Frans." Ucap Fhai.
"Maksudmu?." Tanya Frans.
"Mereka membawa Nona Clara, Tn.Muda Ezra, anggota ThristyBlood Whalter yang kutugaskan untuk menjaga Nona Clara dari jarak aman tanpa anggota Varessham serta musuh Wesley tau. Serta ada satu gadis lainnya, aku lupa dengan namanya Frans." Jawab Fhai dengan jelas.
"Varessham saat ini masih dalam tahap pengejaran. Namun kabar yang ku dapatkan, Varessham ternyata sudah kehilangan jejaknya." Sambung Fhai.
"Argghh!! Shi@! Kenapa Whalter bisa ceroboh Fhai? Lalu, bagaimana anggota lainnya?."
"Aman Frans, entahlah aku tidak tau. Saat aku menanyakan langsung pada Whalter, earphonenya seperti ada yang merusak. Sebelum hal itu terjadi, seseorang disebrang telpon mengatakan "Temanmu akan aku jadi tahanan, jika ingin selamat serahkan saham terbesar di negara A padaku."
"Arrghh!! Kacau!!." Pekik Frans geram menahan emosinya.
Zerlyn terkejut melihat Frans menggerang emosi "Ada apa Frans?."
"Nona, Fhai ingin berbicara dengan Anda sambungkan Earphonenya."
Zerlyn mengangguk mengerti, walaupun masih dilanda kebingungan.
"Ada apa Fhai? Katakan sesuatu? Apa ada masalah?." Tanya Zerlyn.
Terdengar jelas ditelinga Zerlyn jika Fhai tengah menarik nafasnya kemudian membuang dengan kasar.
"Maaf Nona, saya tidak bisa menjaga mereka dengan baik." Jawab Fhai dengan rasa sesal.
"Apa maksudmu? Apa mereka membunuhnya?."
"Kirimkan titik lokasi anda sekarang Nona, saya akan langsung menjelaskannya. Tapi, untuk saat ini saya disini masih memantau pergerakkan dari Varessham yang sedang mencari informasi tentang markas musuhnya."
"Baik Fhai."
"Sebenarnya apa yang terjadi Frans?." Tuntut Zerlyn meminta penjelasan dari Frans.
Frans menghela nafasnya yang terasa berat dan terasa mencekik dilehernya. Lantas tangan itu segera mengundurkan dasinya sedikit, merubah posisi yang tadinya tiduran diatas rumput hijau kini menjadi duduk lalu menggulung kemeja putihnya sampai siku.
Memperlihatkan otot tangannya serta rambut yang terlihat berantakan menambah kesan diwajah tampannya.