
Disaat Zerlyn mengatakan COBARDE, semua digedung aula itu seketika menjadi hening para tamu yang hadir dibuat bingung apalagi mendengar ucapannya yang menggunakan bahasa planet pluto.
Mengetahui jika ucapannya tidak di pahami, Zerlyn kembali mengulang dengan serta mengartikannya.
"Baik, saya akan kembali mengulang ucapan saya, sebelumnya saya minta maaf jika kalian tidak mengerti dengan bahasa yang saya gunakan. Tolong dengarkan baik baik." Perintah Zerlyn lantas menuruni panggung untuk mengecek para tamu satu persatu.
Pelan namun pasti supaya mereka tidak mengetahui apa yang akan dilakukan Zerlyn selanjutnya.
"Pertama, saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang meminta saya untuk naik ke atas panggung. Saya tidak tahu siapa dia, tapi saya tidak peduli, saya hanya ingin mengatakan "PENGE@CUT". Ulang Zerlyn.
"Wow!!!." Sorak para tamu setelah mengetahui artinya lantas kembali memberikan tepuk tangan.
"Kedua, untuk mengenai sambutan. Saya pribadi mengucapkan terima kasih kepada Varessham, tak lupa Nyonya Hellen serta Tuan Elmato dan khususnya untuk perusahaan ZN2 GROUP sang pemimpin FHAI CONNOR FRESTON serta Tuan EDGAR RAJENDRA VARESSHAM diperusahaan nomor urut 1 dan 2."
"Saya hanya mengetahui sedikit perihal hotel X ini, untuk masalah sejarah secara detailnya mohon maaf saya tidak bisa menjelaskannya secara langsung. Mengingat hotel ini adalah hal terpenting dan sangat bersejarah bagi Nyonya Hellen."
"Kedepannya, harapan saya berharap hotel ini semakin meningkat pesat, seperti diawal berdiri yang begitu melegenda dimata masyarakat. Mengingat untuk saham hotel itu sendiri beruntungnya sejak mengenal kedua perusahaan yang saling bergabung dan bekerjasama hotel ini kembali bangkit."
"Terutama kepada perusahaan lainnya serta masyarakat saya ucapkan terima kasih sudah kembali mendukung hotel X dan meningkatkan kepercayaannya dihati kalian."
"Baik, mungkin hanya itu saja yang dapat saya sampaikan selebih atau kurang berkenan jika perkataan saya salah atau suara saya terlalu tinggi anggap saja didepan kalian adalah sang pemimpin petinggi perusahaan." Celetuk Zerlyn.
"Maaf saya hanya bercanda, dan maaf jika bercanda saya garing." Tukas Zerlyn.
Namun para tamu terasa terhibur meski memang kenyataannya seperti itu. Dan tidak membantah jika penampilan Zerlyn saat berceramah sudah seperti seorang pemimpin sungguhan. Hal itu kembali dibenarkan oleh mereka seperti Ny.Hellen, Tn.Elmato, Ken serta Edgar.
Ny.Hellen sangat kagum mendengar suara Zerlyn yang tegas dan tinggi. Ny.Hellen sendiri baru mengetahui bakat terpendamnya, sampai tak hentinya mata itu berkaca kaca haru karna menantunya yang dianggap masih bersekolah tersebut memiliki bakat hebat.
Selain itu, kepintaran otak cerdas Zerlyn dari awal sudah diketahui oleh Ny.Hellen awalnya merasa tidak percaya namun sesaat Ezra waktu itu bercerita mengenai soal mata kuliahannya dan dibantu oleh Zerlyn, Ezra sampai mendapat nilai tertinggi dikampusnya membuat dosen sendiri kebingungan.
"Papah tak menyangka mah, Zerlyn bakatnya sangat hebat. Awalnya papah mengira Zerlyn akan gugup dan malu, namun ternyata dugaan kita salah." Ujar Tn.Elmato.
"Kau benar Pah, apa jangan jangan Zerlyn menyembunyikannya dari kita? Tapi apa?." Tanya Ny.Hellen dengan curiga.
"Mamah benar, mengenai identitasnya saja bodong apalagi hidupnya penuh kebohongan." Timpal Edgar menatap tajam Zerlyn disaat masih berpidato dibawah panggung.
Edgar sendiri tak bisa mengatakan apapun, bahkan ia sendiri sudah mengancam Zerlyn diawal. Edgar berpikir Zerlyn tidak mungkin tertekan dengan ancamannya, mengingat sifat Zerlyn sendiri sangatlah pembangkang dan keras kepala.
Kalaupun memang tertekan, tidak mungkin bisa berpidato dengan lancar tanpa ada hambatan apapun. Batin Edgar.
"Apa maksudmu Edgar?." Tanya Tn.Elmato heran.
"Papah cari tau informasi tentang Zerlyn, disana papah tidak akan menemukannya hanya ada teks "Unknwon error." Jawab Edgar dengan jelas.
"Apa kau yakin Ed?." Tanya Tn.Elmato kembali.
"Aku sudah berkali kali mencobanya dibantu dengan Ken mencari informasi disetiap daerah, kota, pelosok, luar bahkan negri tidak mendapatkan petunjuknya."
"Kenapa bisa seperti itu?." Timpal Ny.Hellen sedikit panik.
"Entah, aku tidak tau soal itu mah." Ucap Edgar.
"Apa sepenting itukah identitas Zerlyn sampai menutupinya?." Tebak Tn.Elmato sekilas raut wajahnya menjadi sedikit curiga serta membenarkan ucapan Edgar apalagi status Zerlyn adalah seorang pelajar.
"Apa dia itu sebuah mata mata untuk Varessham?." Sambung Tn.Elmato dengan tuduhannya.
"Tidak seperti itu Tuan, jika memang itu misalnya adalah kebenaran mungkin dari awal Nona akan berpeliraku aneh dimansion, sekolah atau bersama Tuan Edgar." Timpal Ken langsung membantah ucapan Tn.Elmato.
"Akh, aku rasa kau benar Ken. Aku jadi pusing apa sebanarnya yang Zerlyn sembunyikan?."
"Papah tenang saja, aku menjamin jika Zerlyn berniat hal buruk aku tidak segan untuk membunuhnya langsung."
"Hmmm.. Bermain sedikit sepertinya akan sangat menyenangkan Tuan." Ujar Ken saat matanya menatap Fhai disampingnya.
Edgar tersenyum sinis mengerti dengan kode dari Ken "Kau seolah tau apa yang aku inginkan Ken."
"Tentu Tuan." Jawab Ken singkat sekilas hatinya tersenyum puas melihat Fhai tengah panik sendiri.
"Sh@! Mereka sudah mulai curiga." Batin Fhai sedikit merasa khawatir. Lantas kemudian pergerakan mata tajamnya menatap Zerlyn saat akan mendekat ke arah Lison yang sedang duduk, Fhai segera mengkode lewat Earphone miliknya agar Zerlyn kembali memangsakan alat tersebut.
**
"Baik, sebelum saya tutup apa ada hal yang ingin disampaikan sebelumnya?." Tanya Zerlyn.
Kemudian Lison berdiri seraya merapihkan jasnya "Boleh saya bertanya Nona?." Jawab Lison sekilas bibirnya tersenyum samar.
Zerlyn kemudian berjalan mendekat sekilas matanya menatap sekeliling area gedung, sampai mata tajamnya menatap ke arah Fhai dengan kode tangan diatas telinga.
Mengetahui kode tersebut Zerlyn segera kembali memasangkan Earphone ditelinganya dan sekilas mengangguk kecil saat Fhai mengatakan.
"Berhati hatilah Nona, pria disampingnya adalah pemimpin perusahaan cabang dikota B bukan Lison. Lison hanyalah sebagai asistennya. Jangan sampai anda lengah, ikuti saja alur permainan yang Lison sampaikan. Dan saya tidak perlu menjelaskannya secara detail, anda sudah mengerti langkah selanjutnya." Jelas Fhai.
Zerlyn menghela nafasnya gusar, berat rasanya jika berada diposisinya. Apalagi nyawanya sendiri adalah sebagai ancaman.
Sejenak pandangan matanya menatap kearah Maid yang sesuai Fhai awal katakan, Fhai yang juga tengah melirik lewat kode mata tajam miliknya berharap meberitahukannya langsung kepada Ken.
Lagi, Zerlyn mengangguk pelan lantas menekan kembali alat ditelinganya.
"Jangan sampai Edgar, Tuan Elmato dan Nyonya Hellen minum jus setan yang diberikan maid tadi. Ingat! Jangan sampai mereka menyentuhnya!."
Setelah mengucapkan hal itu, dengan gerakan pelan matanya menatap kearah Ken. Ken sejenak menyatukan kedua alisnya mendengar ancaman dari Zerlyn lewat walkie talkie yang Ken gunakan.
Namun saat mengetahui kode langsung dengan menatap Zerlyn yang juga tengah mengkodenya, serta Fhai disamping sejak tadi diam namun Ken melihatnya dengan jelas saat Fhai mengangguk pelan.
Ken awalnya dibuat bingung dengan keduanya, demi keselmatan nyawa Tuannya serta Varessham akhirnya Ken memberitahukan langsung kepada Edgar serta Ny.Hellen dan Tn.Elmato.
**
Pandangannya kembali tertuju pada pria tampan berkepala plontos menggunakan kaca mata hideng cap jengkol serta stelan jas hitam rapih terlihat anggun dan berkharisma.
"Silahkan Tuan ingin bertanya soal apa?." Balas Zerlyn.
"Boleh saya mengetahui nama asli anda Nona? Saya sangat kagum sekali saat mendengar suara tegas anda, perlukah kiranya saya juga ingin mengetahui nama perusahaan anda saat ini?." Tanya Lison.
Zerlyn berdehem sejenak. "Terima kasih untuk Tuan Lison sang pemilik sekaligus pemimpin perusahaan dikota B mengajukan sebuah pertanyaan untuk saya. Tapi, sebelumnya boleh saya minta tepuk tangannya untuk sekedar menyengamati agar saya semakin semangat untuk menjawabnya?." Pinta Zerlyn terkekeh iseng.
Para tamu menurut kemudian berdiri sejenak dari duduknya lantas memberikan tepuk tangan yang meriah.
"Baik, terima kasih boleh silahkan kembali duduk." Perintah Zerlyn.
"Maaf untuk Tuan Lison terhormat mengenai pertanyaan anda saya tidak bisa mnejawabnya. Alasannya karena itu mengaitkan tentang pribadi saya."
"Dan saya tegaskan sekali lagi, saya tidak akan menjawab jika itu mengenai hal pribadi saya." Jawab Zerlyn dengan jelas.
"Ada pertanyaan lagi Tuan Lison? Sebelum saya tutup ceramahnya?." Tanya Zerlyn kembali.
"Akh, begitu maaf Nona jika saya lancang. Tapi, apa boleh saya minta penjelasannya sedikit mengenai project yang sedang dilakukan oleh Varessham dikota B?." Ujar Lison matanya menatap tajam kearah Edgar.
Edgar mendengar pertanyaan itu sangat geram dan emosi. Bukan Edgar tidak ingin diketahui oleh publik melainkan akan malu jika Zerlyn tidak bisa menjabarkannya dengan jelas.
Apalagi saat Ken membisikan kode ancaman dari Zerlyn, Edgar merasa kecolongan dengan istrinya tersebut. Seolah Edgar tidak bisa menjaganya dengan baik.
πΏπΏπΏ