
Fhai yang awalnya sedang meeting membahas kontrak kerjasama dengan Varessham seketika ponselnya berdering.
Beruntung bagi Fhai disaat ponsel itu berdering, meetingnya sudah selesai. Fhai sendiri sudah tidak aneh, pasti yang menelponnya adalah Nona mudanya.
Sebab, Fhai tidak pernah berurusan dengan wanita manapun terkecuali hanya kepada Zerlyn sendiri.
Disaat Fhai mengangkat telpon, Fhai sedikit merasa terganggu dengan suara kegaduhan membuatnya relfelks menjauhkan ponsel ditelinganya.
Dan seketika terkejut mendengar suara teriakan Zerlyn yang mengaduh kesakitan. Fhai panik, ia sendiri bingung ingin menolongnya tapi perusahaan sedang membutuhkan dirinya.
Segera Fhai menelpon anak buah 'Thirsty Blood' untuk melacak lokasi dari Zerlyn. Bersamaan dengan Fhai yang memilih ikut pergi meninggalkan segudang tugas penting di perusahaan.
Tugasnya untuk sementara Fhai perintahkan kepada Della sekertarisnya dan mengosongkan jadwal untuk hari ini. Padahal, perusahaannya akan mengadakan rapat penting dengan kolega bisnis dari HVY GROUP.
Fhai tidak memperdulikan hal itu, yang terpenting sekarang baginya adalah Zerlyn. Fhai akan tetap setia mengabdi padanya, karna sebagian hidup Fhai bergantung kepada Zerlyn.
___
Zerlyn geram melihat aksi nekat Stella, ia sendiri tidak menyadari tindakannya yang secara mengejutkan akan membantunya.
"Stell! AWASSSS!!!." Teriak Zerlyn saat anak buah Alden akan menembaknya.
DORRR!!!
BRUKKK!!
"Arghhh!!!."
"STELLLAAAA!!!." Pekik Zerlyn histeris kemudian berlari mendekati, melihat Stella tertembak timah panas tepat mengenai bagian perutnya.
"Stell, tahan sedikit oke." Tukas Zerlyn lantas membuka seragam miliknya.
Dari pandangan mata Stella yang samar, ia dapat melihat tangan Zerlyn yang berotot serta perut ramping berbentuk kotak.
Serta Zerlyn hanya mengenakan tangtop yang memperlihatkan tubuh indahnya. Kemudian menekan luka tembakan dibagian perutnya.
Zerlyn sendiri bingung harus berbuat apa untuk pertahanan Stella, yang ia bisa hanya menekan bagian lukanya untuk menahan darah agar semakin tidak keluar.
"Argghhh!! Lyn sa--kitt!! Gu..ee gak ta..han Lyn." Ujar Stella memuntahkan darah segar lewat mulutnya.
Zerlyn menggeleng pelan, kemudian melilitkan seragam miliknya agar Stella tidak kehabisan darah.
"Loe tunggu disini, loe tenang, secepatnya gue bakalan bawa loe kerumah sakit, tapi loe harus kuat oke." Pinta Zerlyn mengiba, dengan tangan menepuk pipi Stella kemudian mengusapnya dengan lembut.
Zerlyn merasa tidak tega sahabatnya sendiri mengorbankan nyawanya demi dirinya.
Stella mengangguk lemah, Zerlyn tidak bisa berbuat apapun. Menghela nafasnya dengan berat, kemudian segera bangkit berdiri mengambil besi didekatnya.
Dari bibir tersebut anak buah Alden tersenyum mengejek namun matanya menatap liar melihat bentuk tubuh Zerlyn yang menggoda.
Diperhatikan seperti itu, membuat Zerlyn risih kemudian melemparkan senjata berbentuk pisau ke arahnya dan pas! Tepat mengenai bola mata keduanya.
"ARRGHHHH!!!!
Zerlyn tersenyum sinis, lantas kembali mengambil besi yang sempat ia lepas lalu menyerang anak buah Alden seluruhnya.
Pertarungan sengit tak terhindarkan antara gadis sma dengan pria berpakaian serba hitam. Jumlah serta tubuh yang tak sebanding apalagi statusnya yang masih sebagai gadis SMA. Namun, memiliki tubuh kuat tidak berbeda dari pria dewasa.
BBUGGHHH!!!
KRAAKKKK!!
CRAANGGG!!!
ARGGHHH!!
"AWW!! AAMMPUUN!! TOLONG MAAFKAN SAYA!!."
Jiwa pembunuh serta iblis dalam dirinya kembali mengalir, bersamaan dengan dendam membara dihati Zerlyn mengingat sahabatnya, Stella harus merasakan timah panas demi dirinya.
Berkali kali Zerlyn menumbangkan lawan musuhnya, tidak peduli lolongan ampunan keluar dari mulut mereka yang merasakan aksi sadis Zerlyn lakukan.
"Bangun Bodoh! Bunuh gadis sialan itu!." Teriak Alden melihat anak buahnya banyak sudah tumbang.
Sementara Alden sendiri tubuhnya masih terikat ditali, berusaha berontak untuk melepaskan tali ikatannya namun nihil usahanya sia sia.
"Arghh!! BrengCut! Dasar jal@ sialan!." Teriak Alden frustasi.
Zerlyn masih ingat ketika wajah jeleknya tersebut tersenyum puas saat melihat Stella langsung ambruk terjatuh bersamaan dengan timah panas yang sudah pria itu tembaki mangsanya.
Ketika netra mata hitam itu melotot tajam menatap benda keras tersebut berposisi pas mengenai jantung miliknya. Kepalanya menggeleng serta bahu bergetar memohon ampunan, meski badan besar serta berotot namun lolongan itu lolos begitu saja.
Zerlyn tersenyum sinis, bersamaan suara Alden mengerang berteriak bak seperti orang gila baru melihat aksi Zerlyn sudah seperti tukang jagal.
Tak ingin membuang waktu, segera Zerlyn menarik pelatuknya. "Selamat tinggal beby!! Hiduplah disyurga yang indah." Gumam Zerlyn.
DOORRRR!!!
Dalam satu kali menembak, timah panas sudah bersarang sempurna dalam jantungnya. Suara teriakan menggema diruangan tersebut.
"Arrghhh!!!."
"Dasar sialan!." Desis Alden menahan emosi yang panas didadanya.
BRAAKKK!!
Zerlyn sedikit terkejut, ia takut jika anak buah Alden kembali datang namun dugaannya meleset disaat melihat banyaknya anggota dari ThristyBlood sudah datang sesuai apa yang Zerlyn inginkan, meski sedikit terlambat.
"Maafkan kami Nyonya, kami datang terlambat."
Zerlyn berjalan mendekat kemudian mengangguk "Tidak masalah."
"Apa Nona baik baik saja? Maafkan saya Nona, disaat seperti ini saya tidak sigap membantu anda." Tanya Fhai penuh sesal serta merasa teriris saat melihat banyaknya luka dalam tubuh Zerlyn.
Perhatian matanya sedikit tertuju saat memandang tubuh indah miliknya. Fhai baru mengetahui hal itu, sebab Fhai yang selalu melihat Zerlyn mengenakan seragam sekolah kebesaran serta rok dibawah lutut setiap harinya.
"Aku tidak apa apa Fhai, mengenai kondisiku tidak perlu dikhwatirkan." Jawab Zerlyn.
"Oke!! Sudah berkumpul semua anggota?." Sambung Zerlyn dengan berteriak.
Semua anggotanya mengangguk sebagai jawaban. Sebelum memulai pidatonya, Zerlyn mendekati Alden dengan bibir miring menatapnya.
Alden melototkan matanya melihat kode dari bibir Zerlyn "Ngapain loe jal@ sialan!." Desis Alden.
Zerlyn tidak mengindahkan gurauannya, kemudian tangannya mengudara, dengan gerakan cepat Zerlyn menekan beberapa bagian titik tubuhnya hingga membuat Alden pingsan.
Setelah menyelesaikan misinya, langkah Zerlyn kembali mendekat ke arah anggota ThristyBlood.
"Oke!! Dengarkan baik baik!!."
"Fhai, bawa Alden serta Zerlyn kerumah sakit X. Frans, hapus beberapa Cctv serta retas keseluruhannya seret siapa saja yang berani menyebarkan gosip murahan melesetkan sebuah fakta baru."
"Pulihkan kembali nama baik sekolah SMA KEMBANG 7 RUPA, namaku, nama Stella sampai tidak terdengar berita omong kosong dan tidak penting sekalipun! Dengan kondisi yang seperti semula seolah tidak terjadi apapun. Meski aku tau, tempat ini tidak ada cctv sedikitpun, tapi aku ingin kau gunakan otak cerdasmu." Jelas Zerlyn kepada Fhai serta Frans.
Keduanya mengangguk kemudian menjawab dengan serentak "Baik Nona."
"Walther, Luther jaga ketat Alden dirumah sakit namun dengan jarak yang aman jangan sampai situa bangka dari WESLEY mengetahui kalian. Aku berharap kalian berdua mengetahui apa yang aku inginkan, serta membaca isi dalam otakku. Jangan lupakan selalu jaga keamanan Alden, jangan biarkan lolos sedikitpun. Karna dia adalah target serta kunci utamanya." Perintah Zerlyn kepada anggota ThristryBlood yang sudah Zerlyn percayai kepada keduanya.
"Baik Nona, kami mengerti apa yang Nona inginkan." Jawab keduanya.
"Frans, cari data mengenai Alden dengan tepat serta nama WESLEY itu sendiri." Pinta Zerlyn kemudian.
"Segera Nona." Balas Frans.
"Serta sebagian lainnya, seret anak buah Alden periksa dan cari 5W+1 H. Kalian sudah tau mengenai hal itu tidak perlu bertanya apapun. Bereskan tempat ini sekarang jangan meninggalkan jejak apapun."
"Baik Nyonya."
"Maaf Nona, sepertinya berita itu sudah menyebar luas apalagi sekarang sudah menjadi gosip tren hangat." Jelas Frans saat mengotak atik layar tabnya.
Zerlyn sedikit mengkerutkan keningnya "Apa maksudnya Frans?."
"Berita mengenai tembakan yang menewaskan satu siswi di SMA KEMBANG 7 RUPA Nona." Jawab Frans.
"Sialan!." Desis Zerlyn geram.
"Oke! Sekarang seluruhnya bergerak dengan cepat, Fhai segera bawa Stella serta Alden, Frans secepatnya hapus berita sialan itu sebelum nama baik sekolah lebih tersebar jangan sampai kepala sekolah mngetahui hal itu." Perintah Zerlyn.
"Baik Nona."
πΏπΏπΏπΏπΏπΏ