KING MAFIA IS MY HUSBAND

KING MAFIA IS MY HUSBAND
MENUNGGU KEAJAIBAN



Dalam perjalanan menuju rumah sakit sampai tiba ditempat, Edgar tak hentinya menepuk pelan pipi Zerlyn namun sekuat tenaga dan usaha untuk membangunkannya, mata indah itu tetap tertutup rapat.


"Please bangun bodoh!." Teriak Edgar.


"Apa kau tidak ingin melihat wajah tampanku untuk terakhir kalinya?."


"Maaf!! Mafkan aku!! Tapi aku mohon bangunlah beri satu kali kesempatan lagi untukku, aku akan memperbaikki semuanya." Lirih Edgar yang belum siap jika harus kehilangan Zerlyn secepat ini.


"Tenangkan dirimu Ed, Zerlyn wanita kuat, dia tangguh dia pasti bisa melewatinya." Ujar Miller dengan menepuk pelan bahu Edgar yang bergetar berusaha mencoba menenangkannya.


"Miller benar, papah bahkan sampai tidak percaya jika Zerlyn mampu memimpin serta mengalahkan musuh terkuat dari Varessham dengan mudah. Dan, dia melindungi nyawamu Ed. Mempertaruhkan nyawanya hanya demi kamu." Sambung Tn.Elmato.


"Sayang, dengarkan mamah. Mamah minta maaf hanya karna terlalu ambisi inginkan Clara kembali, sampai Zerlyn mempertaruhkan segalanya." Lirih Ny.Hellen dengan mengusap punggung Edgar pelan.


Ny.Hellen sendiri merasa tidak menyangka akan jadi seperti ini, berkat kedatangan Clara kesehatannya mulai kembali pulih namun hatinya harus kembali rapuh melihat menantunya terbaring lemah diranjang pasien.


Dengan alat yang menempel disekujur tubuhnya, serta dahi robek mendapat 8 jahitan. Tak hanya itu terdapat juga beberapa luka memar. Edgar saat itu juga langsung membawa Zerlyn kerumah sakit jika terlambat entah akan seperti apa nasibnya.


Beruntung, dokter berhasil mengeluarkan peluru didalam perutnya. Awalnya dokter terkejut melihat bentuk tubuh Zerlyn yang atletis, seperti dijaga dengan baik.


Sesaat setelah meriksa kondisi Zerlyn dokter dibuat kebingungan. Pasalnya, detak jantung, darah, serta lainnya terlihat normal. Berbeda jika orang yang tertembus peluru dan tubuhnya dalam keadaan lemah bisa mengakibatkan koma. Tapi berbeda dengan Zerlyn.


Alhasil, dokter hanya menyimpulkan jika Zerlyn mengalami pingsan serta tak lupa untuk tetap beritrahat yang cukup, jangan terlalu membebani pikirannya.


**


"Bahkan saat keningnya tersempet peluru pun Zerlyn tidak mengaduh kesakitan ataupun menangis, aku heran apa setegar itukah wataknya?." Timpal Ken.


"Ya! Biasanya pria melindungi wanita, tapi kali ini berbeda. Aku melihat matanya, dia sebenarnya menahan sakit apalagi darah itu terus keluar, tapi dari bibir itu tidak terdengar rintihan ataupun ringisannya." Sambung Miller.


"Wow!! Aku sangat kagum sekali, dia benar benar pemimpin ThristyBlood yang hebat! Wanita tangguh, tidak seperti wanita pada umumnya hanya menangis, mengeluh, mengadu, manja. Kau sangat beruntung memilikinya Ed." Puji Stev.


"Dan aku masih ingat saat itu bersama anggota ThristyBlood yang mengatakan jika mereka hanya memiliki sedikit anggota." Ucap Tyler.


"Apa mereka yang menyelamatkanmu saat itu?." Tebak Tn.Elmato.


Tyler mengangguk "Termasuk mereka juga sniper yang handal bisa menembak dari jarak jauh. Terutama Nona Zerlyn dan Bik May sangat pintar memainkan busur panah meski dari jarak cukup jauh tapi sasarannya tepat dan pas." Cerita Tyler.


"Sniper? Akh pantes!! Saat itu Zerlyn memegang dua senjata laras panjang. Wow!! Aku bahkan tidak bisa berkata apapun lagi."


"Apa itu benar? Tyler, Miller?." Tanya Ny.Hellen terkejut.


Keduanya mengangguk membenarkan.


"Astaga!! Setelah kau bangun nanti, mamah tidak akan mengijinkanmu memegang senjata apapun lagi Zerlyn!." Pekik Ny.Hellen geram.


"Perutnya sangat sixpack, aku baru kali ini melihat langsung apalagi Kak Zerlyn tidak pernah memperlihatkan lekuk tubuhnya." Celetuk Ezra.


Sontak semuanya melototkan mata menatap Ezra, sedangkan Ezra hanya memasang wajah datar dengan menggerakkan bahunya.


"Hallo, apa aku terlambat?." River masuk kedalam ruangan VIP tanpa permisi serta dibelakangnya anak buah Varessham segera masuk dan mununduk hormat kepada Zerlyn.


"Maafkan kami Nyonya, disaat itu kami tidak berada di sisi Nyonya. Padahal, Nyonya sendiri yang menyelamatkan kami. Maaf kami tidak bisa melindungi anda dengan baik. Tapi, suatu saat kami akan membalas kebaikan Nyonya. Percayalah, kami tidak akan melupakannya sampai kapanpun." Ujar pengawal itu dengan hati yang teramat sesal.


Edgar yang tadinya diam dan tidak ingin menjawab obrolan tidak penting mereka sejak tadi, karna Edgar sendiri belum bisa meyimpulkan seluruh cerita demi cerita.


Memang, faktanya benar adanya Edgar sendiri merasa terkejut dengan penuturan serta penjelasan dari mereka yang mengatakan tentang Zerlyn. Edgar tidak membantah dan marah, selagi itu kenyataannya.


Awalnya ingin menghukum istri nakalnya itu, apalagi teringat saat Zerlyn mendorongnya dengan kasar. Emosi Edgar memuncak seketika, ingin menghajarnya yang telah berani membuatnya malu.


Namun disaat pikirannya kalut dan dipenuhi emosi, seketika runtuh melihat tangan Zerlyn memegang perutnya yang berdarah apalagi saat itu ia hanya menggunakan jas miliknya tidak serta menutup keseluruhan.


Edgar mengira jika Zerlyn kesal dan melampiaskan emosi padanya, sebab baru pertama kalinya Edgar melihat sikap Zerlyn yang kasar.


Meski Edgar sendiri selalu membentak dan memarahinya, namun Zerlyn tidak pernah marah ataupun berbalik memarahinya.


**


"Tunggu! Apa ini maksudnya?." Tanya Edgar kebingungan.


"Tuan Maafkan kami, Nyonya, Tuan Besar silahkan dengan menghukum apapun. Kami menerimanya."


"Jelaskan! Apa maksudnya!." Bentak Edgar emosinya kembali dalam mode on.


"Nyonya meminta bantuan lewat Bibi Maya melaui River Lee ini sebenarnya rencana dari Nona Zerlyn untuk membebaskan kami, sementara itu Nona berangkat bersama asistennya ke negara SOMALILAND hanya berdua tanpa didampingi pengawal."


"Dan kami terkejut sesaat mendengar jika Nona Zerlyn melawan musuh dari 3 penguasa seorang diri dijalur utama sedangkan anak buah dari ThristyBlood berada dijalur selatan membasmi musuh yang lain. Sebab, musuh itu sudah mengepung tempat persembunyian gudang tersebut, apalagi didalamnya ada Nona Clara dan Nona Stella. Sampai beberapa anak buah ThristyBlood banyak yang tewas demi menyelamatkan Nona Clara." Jelas pengawal dengan panjang kali lebar.


"3 penguasa? Bukankah kau sudah tewas waktu itu?." Ujar Tn.Elmato menatap lekat River dibelakangnya.


"3 penguasa adalah Wesley, Harvey dan Lemos. Tidak! Tn.River kabur keluar negri tanpa sepengatahuan dari Varessham dengan alasan ingin menyelamatkan Nona Clara, nasibnya malah bertemu dengan Nona Zerlyn di Australia."


"Lebih tepatnya aku kabur saat dibawa oleh mereka." Sambung River membenarkan.


"Lemos? Harvey dan Wesley? Bukan diselatan? Lalu apa maksudnya?." Geram Edgar memijat pelipisnya.


"Harvey meminta bantuan kepada Lemos saat perusahaannya sedang pailit, sedangkan Wesley membawa serta Nona Clara karna adalah anak kandungnya termasuk Tn.Alden." Jawab Pengawal Varessham.


Semuanya terkejut mendengar penjelasan dari pengawal kepercayaannya itu.


"Apa? Itu tidak mungkin!." Teriak Ny.Hellen jiwanya kembali terguncang hebat.


"Maafkan kami Nyonya, jika ingin bukti lebih jelasnya kami serahkan kepada Tn.Daffa. Maaf kami tidak bisa menjelaskan secara detail, kami hanya mengetahui tentang itu saja."


"Lalu Luke, Hunter dan Jordan?." Tanya Ken kebingungan.


"Jordan sudah aku bunuh, sedangkan Rholl, Lison, Luke, dan Hunter keadaannya masih misteri." Jawab River.


"Terus arah selatan? Apa bukan Anak buah ThristyBlood yang menembak? Lalu siapa yang menembak anak buah gabungan itu?." Ujar Miller yang juga kebingungan.


"Anak buah ThristyBlood saat Nona Zerlyn mengkode lewat hitungan jari serta menyentuh tangkai daun diatas kepalanya. Bukankah sebelumnya sudah dijelaskan jika Nona adalah seorang sniper?." Balas Ken.


"Jadi, bukan ThristyBlood yang melakukannya?." Ulang Edgar kembali.


Ken menggelang pelan "Justru Nona Zerlyn melindungi Anda, melindungi nama baik Varessham. Terbukti saat akan membereskan kekacauan itu, serta mengahapus berita buruk yang mungkin akan tersebar namun nyatanya kabar itu tidak ada sama sekali."


"Ken benar! Meskipun ThristBlood hanya beraggotakan sedikit tapi otaknya sangat genius."


"Aku jadi penasaran seperti apa rupa ThristyBlood serta asisten kepercayaannya itu?." Ujar Tn.Elmato.


Edgar geram lantas berdiri dari duduknya menatap pengawal itu dengan tajam "Cepat cari dan temukan mereka! Bawa kehadapanku sekarang!."


"Baik Tuan." Pengawal lantas segera berlalu pergi meninggalkan banyak pertanyaan didalam otak mereka.


**


Dari sudut rumah sakit, Bibir itu tersenyum puas melihat penderitaan dari kakaknya yang ia alami.


"Mampus! Lebih baik kau cepat mati!." Sinisnya.