KING MAFIA IS MY HUSBAND

KING MAFIA IS MY HUSBAND
CHAPTER FIFTY-SIX BERMAIN DI ISTANA RAJA IBLIS



Baru saja kakinya tepat didepan gerbang sekolah, Zerlyn berdumel kesal pasalnya ia terlambat walau hanya 2 menit. Alhasil otaknya berputar mencari inisiatif untuk membolos.


Dengan pandangan yang mengedar ke arah kanan kirinya, lalu bersiap siap untuk lari mengambil langkah seribu.


Kakinya terus saja berlari tanpa sedikitpun menoleh ke arah belakang. Entah karna terlalu semangat, sampai tidak terasa ia sudah berada ditaman. Zerlyn sejenak berhenti untuk mengumpulkan nafasnya yang merasa sesak didadanya.


"Hufft!! Gila Anjirr!!." Gumam Zerlyn menyeka keringat dikeningnya kemudian megibaskan satu tangannya.


"Daripada gue disini, mending ketempat fc sekalian nyari makan sibulat." Zerlyn terkekeh sendiri kemudian kembali melanjutkan langkahnya dengan berjalan pelan, menghirup udara di waktu pagi hari yang cerah.


"Akh!! Kapan lagi sih gue bisa kaya gini??." Batinnya.


Tak lama, setelah menemukan tempat Fc serta disampingnya makanan yang sudah lama tak ia makan. Membuat Zerlyn sangat rindu ingin segera menikmatinya.


"Bang, basonya dua mangkok." Ucap Zerlyn sambil duduk dikursi.


"Siyap Neng, koe dua? Satunya lagi buat siapa?." Tanya Kang baso kebingungan.


"Buat saya, siapa lagi? Setan?." Jawab Zerlyn acuh kemudian mengambil ponselnya untuk menghubungi Stella.


"Si pengawangi kemana sih? Kenapa coba nomornya tidak aktip terus?." Gerutu Zerlyn kemudian kembali menyimpan ponselnya, dalam batinnya ia berpikir mungkin Stella sibuk dengan jam sekolah mengingat akhir akhir ini sedang trennya ujian akhir.


"Hmmm.. Gue penasaran kira kira mereka siapa sih? Berkali kali gue bulak balik depan belakang, tapi gak nemu petunjuk apapun." Zerlyn mengamati foto yang masih ia simpan foto pemberian dari Millie waktu itu. Zerlyn berniat untuk kembali mempolesnya atas saran dari Fhai.


"Neng, ini baksonya sayuran doang kan dua duanya?." Tanya Kang Baso mengulang kembali pesanan dari Zerlyn.


Zerlyn hanya mengangguknya sekilas lalu menyimpan kembali foto itu lebih dulu. Lantas mengambil sendok serta mangkuk sambal menuangkan langsung seluruhnya ke dalam mangkuk.


KangBaso bergidik ngeri melihat sambal begitu banyaknya sampai tumpah semua.


"Haduhh Neng nanti sakit perut looh." Tegurnya.


"Akh, kaya yang ngga tau siapa saya aja si abang." Tukas Zerlyn melahap rakus bakso didepannya.


"Tumbenan sendiri Neng, dimana Neng Stella?." Bagi KangBaso, Zerlyn adalah langganan setianya dan hampir setiap hari Zerlyn selalu datang bersama Stella.


"Sekolah Bang." Balas Zerlyn.


"Lahh!! Neng sendiri tidak sekolah? Bolos begitu?." Ucap KangBaso terkejut.


"Ngapain sekolah Bang? Mending enak gini, bolos dijam waktu pelajaran."


KangBaso geleng geleng kepala mendengar ucapan dari Zerlyn "Haduhh!! Anak jaman sekarang."


"Gaul Bang, kaya ngga pernah aja!!." Ejek Zerlyn lantas berdiri dan mengambil uang satu lembar berwarna merah.


"Aduhh Neng belum ada kembaliannya, uang kecil aja." Ucapnya.


"Tidak perlu, ambil saja semuanya."


"Alhamdulilah, makasih Neng."


"Sama sama Bang!!." Langkahnya kemudian melangkah keluar dan langsung memasuki toko fc yang tokonya bersebrangan. Itu Artinya, Zerlyn harus menyebrang jalan lebih dulu.


"Bang, mau polesin ini bisa gak?." Tanya Zerlyn dengan menyerahkan satu lembar foto diatas etalase.


"Ngga bisa Neng, kalau mau foto ulang saja." Jawabnya.


"Huhh?? Maksudnya?." Alis Zerlyn mengkerut.


"Difoto yang sama lagi seperti ini." Jelas kangFc.


Zerlyn tersenyum kecut, lalu melenggang pergi dengan hati yang teramat dongkol.


"Huhh!! Menyebalkan." Gerutunya.


Disaat tengah fokus menatap foto ditangannya dengan intens, dari arah sampingnya terdengar suara klakson yang keras sampai Zerlyn refleks mengusap dadanya secara pelan.


TINTIN!!!


"Anjir!! Kaget Gue!!." Zerlyn segera berjalan mendekat ke arah mobil mewah didepannya dan tanpa permisi ia berteriak dengan lantang.


"Woy! Keluar! Jangan beraninya seperti--"


"Ekh!! Tuan." Zerlyn terkekeh pelan.


"Kau tuli Hah??!!." Bentak Edgar kembali.


Zerlyn menurut kemudian segera masuk kedalam mobilnya, Zerlyn berpikir hari ini ia bisa menghemat ongkos taxinya.


**


"Tuan, apa Tuan tidak kekantor? Apa Tuan seperti saya sedang membolos? Wah!! Suatu kebetulan sekali Tuan." Tanya Zerlyn.


Edgar langsung menoleh kesampingnya menatap Zerlyn dengan wajah yang sulit diartikan.


"Bolos?." Alis Edgar mengkerut bingung.


"Ekh!! Maksudnya saya terlambat Tuan, daripada dihukum jadi saya milih kabur." Terang Zerlyn tersenyum lebar.


"Apa kau ingin jadi preman Huhh??." Ucap Edgar yang memperhatikan penampilan Zerlyn dari atas sampai bawah.


"Tidak Tuan." Bantah Zerlyn.


"Lalu, apa seperti contoh seorang bocil sekolahan? Dasi asal, kancing baju setengah, dimana rompimu?." Tegur Edgar


Zerlyn memutarkan bola matanya "Astaga!! Tuan sejak kapan jadi bawel seperti ini? Setan apa yang merasuki anda?."


Edgar tersenyum sinis "Berani mengatakannya lagi, kuhukum kau!."


Zerlyn akhirnya memilih diam disepanjang perjalanannya, ia sendiri tidak tau jika Edgar akan membawanya kemana?. Sampai disatu titik, mobil itu berhenti tepat didepan perusahaan HALTON GROUP.


Zerlyn sedikit terkejut, ia berpikir kenapa Edgar membawanya ke perusahaan milik Miller?.


"Tuan, untuk apa kesini?." Tanya Zerlyn kebingungan.


"Ikuti perintahku! Jangan membantah!." Jawab Edgar kemudian segera keluar dari mobil lantas berjalan santai masuk ke dalam perusahaan yang berurut dinomor tiga itu.


Zerlyn mengikutinya dari arah belakang lebih tepatnya di belakang tubuh bodyguard. Dari sepanjang perjalanannya, Edgar memang lebih sering membawa beberapa bodyguard kemanapun Edgar pergi.


Entah masih trauma dengan insiden waktu itu, atau entah ada perasaan lain yang hanya Edgar tau.


Zerlyn sekilas mengedarkan pandangannya ke setiap keliling sudut perusahaan milik Miller, tak lupa ribuan pasang mata karyawan dikantornya menatap ke arah Zerlyn.


Diotak mereka sudah tidak heran jika gadis itu adalah istri sah dari Edgar. Meski tak menyangka jika Edgar menyukai gadis dibawah umur, serta alis mereka sedikit mengkerut menatap Zerlyn yang berada barisan paling belakang. Bak bodyguard barunya.


Lantas mereka segera menunduk hormat, merasa ada yang keliru Edgar sejenak menghentikkan langkahnya kemudian menoleh kebelakang membuat Ken kebingungan.


Ken segera mengikuti pandangan mata Edgar dan melihat jika Zerlyn berada di belakangnya dengan memasang tampang tak berdosa.


"Ada apa Tuan?." Tanya Zerlyn acuh kemudian memasukan permen kaki kedalam mulutnya.


"Berjalan disampingku!." Desis Edgar dengan menekan setiap kata katanya.


Zerlyn menggerakkan bahunya, kemudian menurut dan merangkul erat pergelangan tangan Edgar.


"Ayo!! Sayang." Zerlyn terkekeh geli.


Edgar melotot tajam sekilas melihat tangannya yang sedang digenggam erat. Hatinya merasa ada yang berbeda, debaran jantungnya berdetak tak karuan, serta aliran darahnya merasa ada ketenangan serta nyaman jika berada disisi samping Zerlyn.


Ken berdehem melihat pasangan sesama iblis didepannya. Ken batinnya merasa hangat, dan berharap seterusnya mereka bisa akur seperti itu. Serta berharap yang lebih jika mereka selamanya bisa bersatu dan... Ehem.. Menyatu.


**


MOHON MAAF ADA SEDIKIT KESALAHAN UNTUK DI BEBERAPA PART DI ANTARANYA PRAT 41 DAN 44.


Yang mengatakan jika di part itu "GRAYSON pemilik perusahaan MILLER. Saya rubah kembali menjadi HALTON GRUOP."


Jika tidak dirubah dan tetap menggunakan kata GRAYSON, maka revisinya akan merembet banyak.


Jadi yang saya ubah hanya ada di part 41 dan 44 saja.


MOHON MAAF UNTUK KETIDAK NYAMANANNYA, saya sendiri kadang suka lupa dengan beberapa nama serta perusahaan itu sendiri.


Jika ada beberapa kesalahan lagi harap saya meminta sarannya, nanti akan saya perbaiki. TERIMA KASIH.