
Semenjak kejadian waktu tadi malam, membuat Zerlyn dadanya merasa sesak apalagi saat mendengar kabar dari Fhai jika ada salah satu anak buahnya yang dibawa keluar negri bersamaan dengan Clara, serta Ezra.
Dadanya bergemuruh, nafasnya memburu ditambah keadaan Ny.Hellen yang sedang kritis, memikirkan bagaimana nasib Ezra di luar negri sampai membuat kesehatannya drop.
Dengan cekatan dan tidak menganal rasa lelah, Zerlyn mengurus Ny.Hellen seperti ibu kandungnya sendiri.
"Cepat sembuh mah. Zerlyn berjanji akan kembali membawa mereka." Ujarnya sambil mencium kening Ny.Hellen dengan lembut.
**
Zerlyn kembali duduk disofa ruangan VIP menghela nafasnya sejenak, lalu mengambil ponselnya.
"Fhai, bagaimana informasinya sekarang?."
"Kembali Normal, hanya saja mereka sudah tau tentang markas ThristyBlood."
"Lalu, berapa sisa anggota keseluruhannya?."
"Tinggal 20 Nona. Sisanya mereka mambawa kabur keluar negri."
"Temui aku di taman X dekat rumah sakit, perintahkan seluruh anggota untuk menemuiku sekarang! Dan ingatkan gunakan baju santai jangan terlalu mencolok. Serta katakan kepada mereka malam ini untuk bersiap siap."
"Siap siap? Menyerang siapa Nona?."
"Sudah ikuti perintahku Fhai, dalam waktu 10 menit harus sudah berkumpul."
Zerlyn segera mematikan sambungan telpon kemudian melangkah keluar dan melihat dua pengawal berjaga didepan pintu VIP.
"Titip Ny.Hellen, aku keluar sebentar." Perintah Zerlyn.
"Baik Nyonya."
Tanpa ingin dicurigai oleh pengawal Varessham, Zerlyn berjalan santai sebab semenjak kejadian insiden itu Edgar lebih meningkatkan keamanannya serta menambah beberapa pengawal.
Sampai disetiap sudut mansion tak luput dari pengasawan mata tajam mereka, serta dibekali dengan senjata yang lengkap. Membuat Zerlyn sedikit bergidik ia berpikir hidupnya terasa terkekang dan tidak bebas.
Sesaatnya didepan resto terkenal Zerlyn sedikit menolehkan ke belakang untuk melihat pengawal agar tidak membuntutinya.
Sebab Zerlyn tau, mereka tidak hanya berjaga disatu titik melainkan di berbagai sudut sampai hal yang tersembunyi.
Matanya menyipit mengedar ke sekeliling rumah sakit dan tepat saat matanya melihat dua orang berbaju hitam serta menggunakan penutup kepala dengan senjata api didepannya.
Segera Zerlyn memutuskan pandangan matanya takut jika sampai mereka mengetahui aksinya. Dan dirasa sudah aman, langkah kakinya lantas membelokkan ke arah taman yang sudah Zerlyn pilih sebelumnya.
Bibirnya tersenyum puas melihat anggota ThristyBlood serta Fhai dan Frans sudah berkumpul.
"Baik, terima kasih untuk waktunya. Sebelum saya memulai, kalian serta Fhai sudah mengatakan permasalahannya dari awal."
"Yang kalian katakan jika markas ThristyBlood sudah diketahui oleh musuh, yang itu artinya mereka mengetahui bahwa ThrustyBlood masih bernyawa dan hidup kembali. Bisa kalian bayangkan, jika sewaktu waktu mereka menyerang tanpa kalian pikirkan sebelumnya?."
"Ditambah anggota kita hanya tinggal tersisa 20 orang, maka untuk itu kalian saya pindah tugaskan keluar negri."
Fhai, Frans serta anggotanya terkejut mendengar ucapan yang Zerlyn lontarkan, sangat bingung untuk sekedar mencerna setiap kata katanya.
"Nona apa maksudnya? Itu ide konyol, saya tidak akan setuju!." Tukas Frans sedikit geram.
Megetahui raut kebingungan anggotanya, Zerlyn kembali angkat bicara.
"Untuk alasannya demi keselamatan kalian serta penjagaan di negara A. Inti tugasnya saya ingin kalian semua menjaga 'mereka' yang sudah disandera diluar negri dan menjaga ketat keamanan perbatasan. Fokuskan pikiran kalian, mata matai musuh dan laporkan segera jika ada masalah apapun itu."
"Saya ingin kalian tetap fropesional dalam melakukan hal pekerjaan, bersikaplah biasa, santai tidak ceroboh. Tanpa perlu saya jelaskan alasannya apa sampai Whalter bisa tertangkap oleh musuh, sudah saya pastikan jika mereka menginginkan ThristyBlood dan Varessham hancur."
"Tapi sebelum hal itu terjadi, saya sudah menutup akses sementara tentang TrhistyBlood, informasi data kalian, melindungi nama baik serta menutup yang lainnya. Untuk mengenai data ThristyBlood sudah saya amankan dan saya ingin malam ini markas kalian kosongkan."
"Masalah disini, saya bersama Fhai dan Frans akan menanggungnya. Kalian bertanggung jawablah jangan sampai mengecewakan saya. Tugas kalian cukup mata matai pergerakkan mereka, jika sampai mereka melukai atau sampai membunuhnya, laporkan segera."
"Bisa kalian pahami apa yang saya bicarakan? Saya mengatakan ini, karna tidak ingin kalian mati konyol hanya memperebutkan hal yang tidak jelas."
"Apa itu artinya ThristyBlood datanya menghilang bersamaan dengan waktu kejadian kemarin?." Tebak Fhai.
"Ya, demi menjaga kemanan. Apalagi sekarang identitasku sudah bocor ke publik tapi beruntung hal lainnya tidak mereka ketahui." Jelas Zerlyn kemudian menatap anggota didepannya.
"Apa ada yang ingin kalian tanyakan sebelumnya?." Tanya Zerlyn.
"Maaf Nyonya saya merasa keberatan, kalau kami pergi bagaimana dengan keselamatan Nyonya sendiri?."
"Untuk masalah keselamatan, tidak perlu kalian sampai mengkhwatirkan saya. Saya bisa jaga diri baik baik."
"Ada lagi?."
Mereka semuanya diam hanya menunduk kepalanya, Zerlyn menghela nafasnya ia sendiri mengerti dengan isi pemikiran dari mereka.
"Frans aku tugaskan kamu membantu Fhai diperusahaan kau amankan kembali penjagaannya. Fhai kau mengatakan jika berkas penting itu mereka mencurinya?."
"Benar Nona, padahal berkas itu mengenai project di kota B."
"Apa maksudmu Mall itu sudah selesai dibangun?."
Fhai menggeleng "Belum Nona, baru dasar tahap pembangunan dan kemungkinan besok Tn.Edgar akan membahas masalah ini."
"Hmmm.. Maaf Nona, apa Nona setuju jika Tn.Edgar membangun mall terbesarnya dikota B? Sedangkan..--"
"Tidak Frans, itu tidak jadi masalah untukku kau cukup diam jangan memberitahu siapapun mengenai hal itu. Cukup kalian dan anggota ThristyBlood yang tau."
"Oke, sekiranya tidak ada pertanyaan kembali, kalian boleh pergi tapi tunggu sebentar."
Mereka saling memandang satu sama lain, melihat Zerlyn sedang mengambil benda didalam dompetnya. Kemudian mengeluarkan benda tersebut dan membagikannya kepada mereka satu persatu.
"Ini, ada cek sebesar 1,2 US$ Atau jika dijumlahkan bernilai 1,2T. Saya harap selama dinegri A kalian bertugas dengan baik, jangan mengecewakan saya!." Perintah Zerlyn dengan tegas.
Anggota ThristyBlood merasa bahagia memiliki pemimpin seperti Zerlyn sifatnya tegas namun jika ada yang berani mengusik ketenangannya, jiwa iblis dalam tubuhnya akan keluar dengan sangat menyeramkan.
"Terima kasih Nyonya." Ucap Anak buah ThristyBlood dengan serentak seraya menunduk kepalanya hormat.
"Ekh!!." Zerlyn sedikit terkejut dengan perlakuan anak buahnya.
"Kami berjanji, apapun yang terjadi kami akan melaporkannya langsung. Kami minta maaf jika selama kami bertugas disini, sepenuhnya tidak bisa menjaga Nyonya dengan baik."
Zerlyn tersenyum tipis menatap keseluruhan anak buah ThristyBlood. Meski dalam hatinya merasa berat untuk melepas kepergian mereka, namun Zerlyn tidak bisa berbuat apapun lagi mengingat nyawa mereka juga adalah sebagai taruhannya.
Lagi dan lagi, Zerlyn harus bisa mengatasi permasalahannya seperti dulu. Kembali menutup dunia hitamnya itupun hanya untuk sementara waktu sampai kondisinya kembali pulih dan membaik.