Kepentok Cinta Abang Duda

Kepentok Cinta Abang Duda
Episode 92



Braaaaakk


Braaaaaakkk


Braaaakkkkk


"Astaghfirullah mang....ini ada apa!" jerit Zara yang kaget dan takut karena ada mobil gila dibelakangnya yang terus menabrak mobil yang dia tumpangi.


"Berpegangan saja non. Saya akan mencoba keluar dari situasi ini," ucap mang Udin yang sudah lama menjadi sopir pribadi keluarga Maheswara. Dia berusaha menjaga kestabilan mobil sementara pengendara mobil gila dibelakangnya itu terus saja mendesak mobilnya.


Braaaaakk


Braaaaaakkk


Braaaaaakkk


"Abang....Zara takut bang!" disaat genting seperti ini Zara teringat akan suaminya.


Dia sangat ingin ada suaminya disisinya. Dia sangat ketakutan dan tidak tahu harus berbuat apa lagi. Serangan mobil di belakangnya terus saja mendesak. Membuat Zara kembali merasakan mual yang tidak dapat tertahankan. Kepalanya juga menjadi sakit karena mang Udin mengendarai mobilnya dengan sembarangan demi menghindari mobil gila di belakangnya.


"Mati kamu Zara! Mati kamu Zara! hahahaha! Kamu harus mati zara! Aku tidak akan ijinkan kamu bersama dengan suamiku. Dia hanya suamiku. Dan selamanya hanya akan menjadi suamiku, Zara!!!!!? Hahahaha!"


Braaaaaakk


Braaaaaakkk


Braaaaaakk


Jessica yang sudah kehilangan akak semakin tidak terkendali dan menabrak mobil yang ditumpangi oleh Zara dengan sangat keras. Dia menambah laju kecepatan mobilnya. Kali ini dia ingin melihat mobil Zara hancur dan mengalami kecelakaan parah.


"Kalau Aven tidak bisa kumiliki maka jangan harap kamu bisa memilikinya, tidak Zara!!! Hahahaha!!!!"


Jessica sudah semakin tak terkontrol lagi. Dia menambah gas mobilnya dan kali ini di pastikan bahwa mobil di depannya akan mengalami celaka.


Braaaaaakkk


"Aaaaaaaarrrrkkkkhhh!"


"Non Zara pegangan!"


"Abaaaaang!!!" Zara berteriak histeris karena merasakan mobil yang dia tumpangi sudah tak bisa terkendali lagi.


Braaaaak!


Mobil itu langsung berputar-putar tak tentu arah meskipun mang Udin berusaha keras untuk mengendalikan mobil tersebut. Sebuah kecelakaan pun tak bisa terelakkan karena ulah Jessica yang sudah gelap mata karena dendam dan amarahnya. Dia menabrakkan mobilnya dengan keras ke arah mobil yang ditumpangi Zara dengan kecepatan penuh. Mobil Zara pun berakhir dengan menabrak dinding pembatas jalan.


Mang Udin tampak tidak sadarkan diri dengan luka yang ada di keningnya. Dia tergeletak di setir mobil dengan darah mengucur. Sedangkan Zara sudah tidak sadarkan diri sejak dia meneriakkan nama suaminya. Tiba-tiba gelap langsung merenggut penglihatannya. Zara sudah tidak tahu lagi apa yang terjadi dan hanya sempat merasakan pusing yang teramat sangat saat melihat mobil yang dikendarainya berputar-putar di jalan raya. Mobil mewah itupun mengeluarkan asap.


Hahahaha


Hahahaha


Dor!


Suara tembakan datang dari arah belakang membuat Jessica seketika terdiam. Dibarengi dengan suara sirine mobil polisi mengiringi kedatangan rombongan detektif Adnan dan juga mobil dari Aven Maheswara.


Jessica terlihat panik dan tampak hendak menyalakan mesin mobilnya untuk berusaha kabur dari tempat kejadian. Akan tetapi sudah ada todongan pistol yang mengarah kepadanya.


"Jangan bergerak! Anda sudah kami kepung! Menyerah atau kami tembak di tempat!" teriak pria berseragam coklat tersebut dengan lantangnya. Jessica yang merasa sudah terkepung tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya bisa pasrah dengan napas memburu karena sudah terlambat baginya untuk melarikan diri saat ini.


"Zaraaaaaa!!!"


Aven langsung berlari menuju ke arah mobil yang terdapat sang istri di sana. Asisten Dion pun ikut menyusul tuan mudanya tersebut. Begitu pula detektif Adnan yang sebelumnya sudah menghubungi ambulance untuk segera datang ke lokasi kejadian.


Bug!


Bug!


Bug!


"Yank! Yank!" Aven berteriak panik karena pintu mobil masih tertutup rapat dari dalam. Dia melihat kedua orang di dalamnya tengah pingsan.


Beberapa orang di sana berusaha membantu membuka mobil tersebut secara darurat.


Praaaank!


Setelah berhasil membuka jendela kaca mobil. Mereka berhasil menyelamatkan mang Udin dan juga Zara. Akan tetapi saat Aven akan mengangkat tubuh istrinya dia melihat celana sang istri sudah berlumuran darah. Aven langsung bergegas membawa istrinya ke brankar ambulance untuk segera ditangani.


Dia juga ikut masuk ke dalam ambulance tersebut dengan dokter dan juga perawat khusus yang memberikan pertolongan awal kepada Zara. Aven melihat ada darah yang mengalir di kaki sang istri dan seketika itu juga pikiran Aven sudah kacau balau. Mendadak dadanya terasa nyeri. Ada rasa sakit yang teramat sangat karena dia tidak bisa sesegera mungkin menyelamatkan sang istri.


Tidak!


Jangan ambil mereka Ya Allah!


Hamba mohon....


❤️❤️❤️


TBC


🤧aku sedih nulis part ini 😭😭😭😭