
Seminggu telah berlalu.
Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Keluarga besar Maheswara sudah berada di Surabaya dua hari sebelum hari H tiba. Mereka berada di salah satu rumah milik keluarga Adhitama. Sebelumnya mereka sudah mempersiapkan diri dan juga koordinasi dengan sang besan. Tentang proses acara akad nikah antara kedua anak mereka nantinya.
Aven Maheswara mematut dirinya di depan cermin besar di kamarnya. Sang Duda Keren yang sebentar lagi melepas status dudanya tampak sangat tampan. Dengan baju berwarna putih yang senada nantinya dengan sang pasangan.
Tok
Tok
Tok
"Masuk," ucap Aven menoleh siapa yang datang ke kamarnya.
"Sudah siap nak?" ternyata mama Alin melihat persiapan putranya.
Aven tersenyum dengan raut wajah bahagianya yang terlihat jelas. Setelah dia menahan rindu teramat sangat kepada Zara. Hari ini mereka akan dipertemukan nantinya dengan status yang berbeda.
"Subhanallah.... gantengnya anakku," ucap mama Alin yang juga berbahagia hari ini akhirnya datang juga.
Setelah sekian lamanya dia ingin melihat putranya bahagia. Hari ini Allah telah mengabulkan semua doanya. Aven akan menikahi gadis pilihan darinya.
"Jelas dong ma, putra mama ini dari dulu juga sudah tampan," goda Aven membuat mamanya mendelik saat putra kesayangannya itu memuji dirinya sendiri dengan pedenya.
"Ayo kita segera ke bawah. Semuanya sudah siap dan menunggumu," ajak mama Alin.
Aven memeluk bahu sang mama dan keduanya turun ke lantai dasar dimana semua anggota keluarga Maheswara yang ikut mengantarkan sudah menunggu kedatangan sang calon pengantin.
......................
Dekorasi ruangan akad nikah yang sederhana tapi tetap terkesan mewah. Acara pernikahan antara Aven dan Zara dilaksanakan di sebuah hotel ternama di Surabaya. Kedua keluarga akhirnya sepakat melaksanakan prosesi akad nikah di sana. Ya, sebelumnya keluarga Adhitama ingin akad nikah dilakukan di rumah akan tetapi agar kedua keluarga bisa berkumpul bersama. Pilihan di hotel milik keluarga Adhitama pun menjadi sebuah keputusan yang tepat.
Keluarga besar Maheswara disambut dengan baik oleh perwakilan dari keluarga Adhitama. Zidan dan Mika tampak ikut menyambut kedatangan Pak Tomo beserta keluarga besarnya. Dan penampilan mika yang serasi dengan Zidan membuat seseorang yang sedari tadi terdiam menjadi penasaran akan tingkah laku keduanya yang tampak begitu akrab.
Aven sudah menempati tempat duduk yang disediakan. Ayah Bima sudah berada di hadapan Aven Maheswara. Meskipun ini bukan pertama kalinya dia mengucapkan janji pernikahan. Akan tetapi dulu pernikahannya dengan Jessica tidak membuatnya cukup deg-degan seperti ini. Bapak penghulu mulai membuka acara ijab qobul. Detak jantung Aven semakin kencang berdetak. Dia berharap dirinya bisa mengucapkannya dengan lancar.
"Sudah siap nak?" tanya ayah Bima.
Aven menganggukkan kepalanya dengan yakin.
"Siap ayah."
"Baiklah, bismillahirrahmanirrahim."
Keduanya menarik napas panjang kemudian menghembuskannya perlahan.
"Saya nikahkan dan kawinkan engkau ananda Aven Maheswara bin Tomo Maheswara dengan putri saya yang bernama Zara Salsabila Adhitama dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan satu set perhiasan berlian dibayar tunai"
Ayah Bima menyentakkkan sedikit tangan Aven.
"Saya terima nikah dan kawinnya Zara Salsabila Adhitama binti Bima Adhitama dengan mas kawin yang tersebut, tunai," ucap Aven dengan sekali tarikan napas.
"Bagaimana para saksi?"
"Sah."
"Sah."
"Sah."
"Alhamdulillah....."
Semuanya tampak bernapas lega termasuk mama Alin yang sedari tadi sudah berderai air matanya melihat prosesi pernikahan sang anak. Papa Tomo berusaha menenangkan sang istri yang tiada henti menangis melihat putranya. Kini putranya sudah melepaskan diri dari status dudanya. Dia sudah mendapatkan menantu yang sesuai dengan pilihannya.
"Terimakasih ya Allah ... Engkau telah mendengarkan doa-doa hamba selama ini," batin mama Alin sambil mengusap air mata di sudut matanya.
❤️❤️❤️
TBC
Akhirnya sah juga ya guys🥳🥳🥳🥳🥳