
Adelia Embun Chalandra mengalami kecelakaan mobil saat dia akan berangkat bekerja. Namun, siapa sangka saat dia membuka matanya dan tersadar bahwa rohnya tidak mampu memasuki tubuhnya kembali. Berkali-kali dia mencoba untuk masuk ke dalam tubuhnya namun entah mengapa seakan ada sesuatu yang membuat dia ditolak oleh tubuhnya sendiri. Dalam keputusasaan Adelia, dia justru mengetahui banyak rahasia yang selama ini disembunyikan oleh keluarganya. Selain itu dia juga bertemu dengan sosok pria yang mampu melihat bahkan menyentuh roh seperti dirinya.
✨✨
"Iya kak, aku sebentar lagi juga pulang. Ini masih di jalan kok. Lagian kakak bawel banget sih. Kan kakak tadi sudah bilang kalau ayah nggak akan marah. Kakak sudah bantuin Adel kan?" Adelia, gadis berusia dua puluh satu tahun itu tampak tersenyum mendengar ocehan sang kakak yang mengkhawatirkan dirinya.
Pamit mengikuti acara camping dengan teman-teman kampusnya akan tetapi Adelia justru pulang telat. Apalagi sang kakak terpaksa berbohong kepada ayahnya jika Adelia ada tugas kampus penting.
"Iya aku sebentar lagi akan sampai kok kak...."
Tiiiiiiinnnn
Tiiiinnnmn
Ciiiitttttt
Arrrrrrrkkkkkhhhhh
Braaaaaaak
Braaaaaakk
Braaaaaakkk
"Halo! Adel! Adel!!! kamu kenapa dek? Adeeelll! jawab kakak Del!!!"
Gadis yang barusan masih tertawa sambil menyetir itu kini sudah tergeletak tak sadarkan diri dengan luka dibeberapa bagian tubuhnya.
Adelia pingsan di dalam mobil dengan luka cukup parah setelah kecelakaan beruntun menimpa dirinya.
Bunyi sirine ambulance meraung-raung di jalanan kota siang hari itu. Beberapa ambulans membawa korban kecelakaan ke rumah sakit terdekat untuk ditangani. Kondisi pasien akibat kecelakaan beruntun begitu mengenaskan. Bahkan ada yang meninggal di tempat.
Beberapa brankar rumah sakit disiapkan di depan pintu ruangan IGD untuk membawa beberapa pasien di dalam mobil ambulans. Para tim medis bergegas menangani para pasien yang terluka parah.
Tap
Tap
Tap
"Mbak dimana para korban kecelakaan beruntun dirawat?" tanya wanita itu kepada resepsionis rumah sakit dengan nada panik.
"Oh, para pasien ada di ruangan IGD mbk, silakan saja lurus lalu belok kanan maka mbak nya akan sampai di ruangan IGD," ucap sang resepsionis.
"Terimakasih mbak," wanita itu bergegas menuju ke tempat yang telah dimaksud oleh mbak resepsionis.
Bagaimana dia tidak cemas jika dia melihat sendiri mobil sang adik yang hancur bagian depannya tak berbentuk lagi setelah menghantam badan truk kontainer dengan begitu kerasnya. Dia tak bisa membayangkan bagaimana kondisi sang adik setelah peristiwa kecelakaan naas tersebut menimpanya. Segera dia menghubungi bagian informasi darurat para korban kecelakaan beruntun. Akhirnya dia sampai di rumah sakit ini. Karena kedua orang tuanya juga masih diperjalanan dari luar negeri. Karenanya dialah yang mengurusi musibah yang menimpa sang adik.
Ceklek.
"Dokter bagaimana kondisi adik saya?" tanya gadis berambut seleher itu kepada sang dokter yang baru saja keluar dari ruang IGD.
"Pasien yang mana ya?" tanya dokter itu bingung karena ada beberapa pasien yang dia tangani di dalam.
"Pasien adalah satu-satunya wanita yang ada dalam daftar korban kecelakaan."
"Oh, dia, mohon maaf sebelumnya."
Deg.
"Pasien saat ini saya nyatakan dalam kondisi koma."
"Maksudnya bagaimana dokter?" tanyanya semakin cemas.
"Maaf karena luka di kepalanya begitu keras. Sehingga membuat pasien mengalami koma. Dan kami tidak bisa memastikan kapan pasien akan sadarkan diri."
"Apaaaa?"
"Jeje ....."
Hampir saja wanita cantik bernama Jennifer itu jatuh ke lantai kalau saja tidak ditahan oleh seorang pemuda yang berada di belakangnya.
❤️❤️❤️
TBC