Kepentok Cinta Abang Duda

Kepentok Cinta Abang Duda
Episode 57



Di mansion keluarga Maheswara.


"Non, ini ada paket buat non Zara," ucap bikin memberikan sebuah paket bersampul coklat kepada Zara.


"Dari siapa bik?" tanya Zara merasa bingung karena dia tidak merasa membeli barang apapun di online shop.


"Tidak tahu non, bibik hanya diberikan ini saja dari kang paket yang antar tadi," jawab bibi.


"Baiklah, makasih ya bik," Zara kemudian berjalan ke ruang bersantai di tengah.


"Kenapa nggak ada nama pengirimnya?" ucap Zara merasa aneh sendiri. Siapa yang mengiriminya paket seperti ini. Firasatnya mengatakan sesuatu yang buruk hanya saja Zara penasaran juga dengan isinya.


"Beli apa kak?" tanya mika yang sedang asyik menonton televisi di ruangan tengah tersebut.


"Nggak tau ini, nggak ada nama pengirimnya," jawab Zara kemudian dia membuka bubble wrap yang membungkus benda di dalamnya.


"Gila pake dibungkus bubble wrap segala. Mungkin parfum isinya kak," celetuk mika asal. Karena pembungkusnya tapi banget.


"Hah, parfum dari siapa? Enteng begini kok barangnya," jawab Zara masih asyik membuka benda apa di dalamnya.


"Mungkin om Aven mau kasih surprise mungkin," sahut mika lagi.


"Ah, jangan ngada-ngada kamu mika. Ntar aku udah keburu ge-er duluan neh, hehehe."


Akan tetapi begitu bubble wrap itu terbuka seluruhnya. Bola mata Zara seketika membelalak melihat apa isi di dalam paket kiriman tersebut.


"Astaghfirullah! Astaghfirullah!"


Ucapan yang terlontar dari mulut Zara membuat mika yang sedari tadi asyik menonton film kartun kesukaannya seketika langsung menoleh dan melihat apa yang membuat kakaknya sampai beristighfar seperti itu.


"Ada apa kak?" mika segera merebut foto-foto yang dipegang oleh Zara.


Sementara Zara masih merasakan syok yang luar biasa akibat melihat foto tersebut. Dia menjadi flashback akan kejadian yang pernah dia temukan. Saat memergoki mantan kekasihnya tidur dengan wanita lain. Dan saat ini kenapa seolah kejadian tersebut menjadi Dejavu baginya.


Lagi-lagi harus dihadapkan dengan masa lalu. Apakah Abang Aven masih belum bisa move on dari masa lalunya. Kalau memang seperti itu maka Zara siap untuk mundur sebelum pernikahan mereka ini berlangsung. Lebih baik menyelesaikan permasalahan ini sedari sekarang daripada harus menumpuk masalah untuk pertengkaran di kemudian hari.


"Eh, kak, mau kemana?" panggil mika yang melihat kepergian Zara ke lantai dua kamarnya dengan membawa semua foto-foto adegan mesra antara om nya dengan si mantan istri.


Tampak raut wajah Zara yang marah dan kesal. Mika hanya bisa mendengus kasar. Dia mencoba menghubungi om nya akan tetapi handphone Aven sedang centang satu.


"Kayaknya om lagi meeting ini. Aiissh... aku musti chat orang menyebalkan itu. Hufff... turunkan egomu mika. Demi kebaikan om Aven dan kak Zara. Aku harus memberitahukan masalah ini kepada om Aven kalau tidak kak Zara bisa berbuat nekat," tekad mika kemudian menulis chat wa untuk asisten Dion.


Send.


Mika berharap asisten songong itu segera membaca pesan yang dia kirimkan. Lalu memberitahukan yang sebenarnya kepada sang om.


Tidak berapa lama sebuah balasan datang ke handphone mika.


Apa? Siapa pengirimnya?


Mika balik membalas pesan dari asisten Dion tersebut.


Tidak ada nama pengirimnya. Sekarang kak mika ada di kamarnya dengan membawa semua foto yang di dapatkan tadi. Cepat beritahu om Aven. Keadaannya sangat gawat sekarang.


Baik.


Hufff.


Mika menghembuskan napas kasar. Kalau masalah begini saja pesan wa nya dibalas. Kalau mika membahas perasaan hatinya selalu saja diabaikan oleh asisten dion.


❤️❤️❤️


TBC