Kepentok Cinta Abang Duda

Kepentok Cinta Abang Duda
Episode 80



Pukul delapan pagi, kediaman Aven Maheswara. Pasangan pengantin itu masih saja berada di kamar. Setiap malam keduanya mengejar setoran proyek sembilan bulan yang sudah tidak lagi menjadi rahasia. Padahal hari ini adalah waktunya Aven untuk bekerja kembali ke perusahaan. Namun rupanya dia masih terkena hipnotis nikmatnya honeymoon setelah beberapa tahun berpuasa menahan diri dari godaan berbagai bentuk wanita.


Setelah mendapatkan oasenya kini dia seperti enggak berpisah sebentar saja dengan istrinya. Keduanya masih saja asyik mengeringkan rambutnya yang basah karena habis main basah-basahan di kamar mandi. Sampai lupa waktunya sarapan pagi. Dan Aven pun terlambat masuk kerjanya. Tapi apalah arti terlambat untuk pimpinan. Asisten Dion dan sekretarisnya Monika sudah mengurus semuanya. Setelah mendapatkan panggilan telepon dari Aven karena dia ingin ijin satu hari lagi. Ya, begitulah pengantin baru, masih anget dan nggak pengen jauhan. Masih pengen deket terus dan kemanapun liat wajah dia aja. Nggak mau yang lainnya.


"Sayang," panggil Aven lembut mendongak melihat wajah cantik istrinya dengan rambut panjangnya yang masih sedikit basah tersebut. Terkesan begitu seksi di matanya saat ini.


"Iya Abang," jawab Zara dengan suara tak kalah lembutnya.


"Kamu cantik banget sayang," rayu kembali Aven membuat Zara langsung tersipu malu dibuatnya. Mulai deh, jurus rayuan maut diucapkan suaminya.


"Abang jangan mulai deh, ini masih basah belum juga kering. Kita bisa masuk angin kalau keseringan main air bang," ucap Zara memperingatkan.


Karena ini sudah kedua kalinya mereka mandi berdua. Dan lagi-lagi ulah suaminya membuat Zara harus main air tengah malam juga. Kalau terus-terusan tiap malam seperti itu bisa kena pilek juga dia nantinya.


"Sayang kamu nggak ingin kita punya panggilan baru yang khusus gitu. Panggilan sayang gitulah," ucap Aven merajuk.


Zara hanya menatap geli wajah suaminya. Si kulkas itu bisa juga merajuk sambil memanyunkan bibirnya. Hal itu membuat Zara ingin sekali menggigit bibir yang semalaman sudah memanjakan dia.


Dan entah keberanian dari mana Zara langsung menangkup wajah Aven. Kemudian dia mengecup seluruh wajah suaminya yang menurutnya menggemaskan tersebut. Dari mulai kecupan lembut dan ringan sampai kecupan yang dalam dan cukup lama di bibir suaminya yang manyun saja sedari tadi. Dan itu merupakan sebuah kesempatan emas yang tak mungkin di sia-siakan Aven dong tentunya. Aven malah melahap bibir Zara yang sudah ada dalam kuasanya.


"By, sudah ih, aku laper neh," ucap Zara yang memberontak dan melepaskan tautan keduanya. Aven seketika tersenyum mendengar panggilan baru dari istrinya tersebut.


"Kalau manis kayak gini, aku jadi pengen makan kamu aja deh," ucapan Aven membuat Zara memicingkan sebelah matanya sambil menaikkan alisnya sebelah.


Grep!


"Baiklah, Humaira ku, kita makan bersama," ucap Aven sambil langsung menggendong sang istri.


"By, kenapa harus menggendong aku sih. Kan aku bisa jalan sendiri ke bawah. Aku juga lagi nggak sakit lho. Jangan kek gini deh, turunin aku by," pinta Zara namun Aven menolaknya. Dia tetap menggendong istrinya itu sambil menuruni anak tangga di rumahnya.


"Ya nggak apa-apa Ra, kan ini romantis banget kek di drakor-drakor juga kan. Gimana, Ra, aku udah sama romantisnya dengan Kim Soo Hyun kan?" tanya Aven dengan percaya dirinya.


Zara justru tertawa mendengarnya.


"Kamu masih kalau jauh by dengan oppa Kim Soo Hyun," ujar Zara sengaja menggoda suaminya dan sukses membuat Aven langsung menekuk wajahnya sambil menatap istrinya penuh makna.


"Nggak apa-apa kalau jauh tetapi setiap malamnya kamu selalu menyebut namaku tiada henti Ra, bahkan kamu sampai menjerit-jerit keenakan dan hmmmmmppphh."


Zara langsung mendekap mulut suaminya yang mulai membahas masalah pribadi padahal mereka kini berada di ruang makan. Astaga, suaminya ini, bagaimana kalau pembantu di rumah mereka mendengarnya nanti. Malu kan jadinya. Wajah Zara seketika langsung memerah dibuatnya.


❤️❤️❤️


TBC