
Harap dibaca malam hari saja🤭
......................
Sudah sekitar dua puluh menit Zara belum juga keluar dari kamar mandi. Sedangkan Aven sudah membersihkan taburan bunga di tempat tidur pengantin. Dia juga sudah membuat suasana kamar menjadi remang-remang khas banget dengan nuansa pengantin baru. Aven benar-benar sudah tidak sabar menunggu istrinya selesai di kamar mandi. Mantan duren itu sudah lama berpuasa. Hampir dua tahun lebih lamanya dia menduda. Dan selama itu pula dia tidak pernah mau bermain dengan wanita. Apalagi setelah pengkhianatan itu Aven seolah-olah menjauh dari makhluk bernama wanita. Namun pertemuannya dengan Zara membuatnya berubah pikiran.
Tok
Tok
Tok
"Sayang? Kamu belum selesai?" tanya Aven yang sedari tadi menunggu tapi sang istri belum juga keluar kamar mandi. Bahkan suara gemercik air saja sudah tidak terdengar. Lalu sedang apa istrinya itu tidak keluar.
"Sayang, kamu baik-baik sajakah?" tanya Aven yang mulai khawatir.
Ceklek.
Tidak lama kemudian pintu kamar mandi pun terbuka. Perlahan-lahan Zara keluar dengan menundukkan kepalanya. Dia merasa canggung banget keluar dari kamar mandi dengan baju dinas para istri tersebut.
Begitu Zara keluar dari kamar mandi. Aven seketika menelan salivanya. Dia tidak menyangka bahwa Zara akan secantik, seseksi dan semenggoda itu buatnya. Mendadak udara dingin di kamar menjadi panas seketika. Padahal AC menyala sedari tadi. Penampilan Zara malam ini cukup membuat Aven kegerahan tiada tara. Berkali-kali dia menghela napasnya kasar.
Zara berpakaian seksi saja sudah membuat dia kepanikan sendiri. Apalagi kalau sang istri pandai merayunya. Pastinya Aven nggak akan tinggal diam. Dia pasti akan menerkam istri cantiknya tersebut. Belum apa-apa imajinasi mantan duda itu sudah berkeliaran kemana-mana.
"Abang, aku...." Zara segera mengalihkan pandangannya ke sembarang arah dengan blussing yang tidak dapat dia tahan lagi. Dia tahu kalau sedari tadi tatapan Aven sudah membuatnya saltingn sendiri. Ini semua tentu karena baju yang dia gunakan saat ini.
Aven yang sadar kalau Zara salah tingkah hanya pura-pura menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dia berdehem untuk menetralkan detak jantungnya.
"Kamu cantik banget malam ini. Abang suka banget sayang."
Zara menegang seketika saat mendengar bisikan di telinganya. Apa lagi dua lengan tiba-tiba melingkar di pinggang rampingnya. Dan menarik tubuhnya semakin mendekat kepada suaminya tersebut. Zara semakin tidak berani menatap ke arah Aven. Dia hanya membuat bulatan-bulatan aneh di dada bidang suaminya. Tanpa Zara sadari perbuatannya itu membuat Aven semakin tidak bisa menahan dirinya.
Apakah istrinya ini sengaja semakin menggoda dirinya.
"Kenapa jadi gugup gitu sih, biasanya juga enggak."
Zara menggigit bibir bagian dalamnya karena dia benar-benar gugup saat ini. Apalagi Aven malah mencium kedua pipinya yang chubby berkali-kali. Hal itu membuat Zara semakin merona saja. Dan ada getaran aneh dalam dirinya membuat Zara bingung dia harus berbuat apa. Jadinya dia pasrah saja suaminya menciumi wajahnya dengan rata.
"Sayang, Abang nggak bakalan dosa kan kalau minta ini sama kamu sekarang. Kita berdua sudah halal lho."
Zara belum selesai mengajukan sebuah pertanyaan. Tetapi keburu bibirnya dikecup oleh Aven. Tidak hanya sekedar menempel saja. Namun Aven juga mendesak untuk bisa masuk ke dalam mulut sang istri. Zara yang belum berpengalaman soal hal beginian tentu saja dia hanya bisa pasrah dan terdiam. Zara hanya menggerakkan kedua tangannya untuk mencengkeram kedua lengan Aven yang ada di pinggangnya.
Aven mulai menjelajah di dalam mulut Zara Dia mengabsen setiap ruangan yang ada di sana. Sedangkan Zara dia justru berusaha bertahan agar tidak mengeluarkan suara de-sa-han saat tangan Aven mulai aktif. Dia membelai dengan lembut pinggul hingga pinggang sang istri.
Tubuh Zara semakin bergetar saat Aven memperdalam lu-ma-tannya. Mengecap seluruh bibirnya tanpa jeda dan membuat Zara hampir kehabisan napas dibuatnya.
Zara menghirup udara sebanyak-banyaknya saat Aven melepaskan tautan bibir mereka. Aven mengusap lembut bibir sang istri yang membengkak akibat ulahnya barusan. Sambil terkekeh geli melihat wajah istrinya yang tampak kebingungan.
"Bibirnya manis, Abang suka banget deh."
Bugghh
Zara tidak tanggung-tanggung memukul dada bidang suaminya. Yang sudah membuat dia hampir kehabisan napas. Zara merasa butuh oksigen tambahan untuk membantu pernapasannya.
"Kalau cium jangan mendadak gitu bang. Aku belum siap tau. Sampai ngos-ngosan ini lho."
Zara memprotes sang suami yang justru terkekeh mendengar istrunya ngambek seperti itu. Aven justru membelai wajah Zara yang cantik sambil menatapnya dengan lekat.
"Abang tidak mampu berkata apa-apa lagi. Abang mau ngucapin terimakasih banyak karena kamu sudah menerima segala kekurangan Abang ini. Bahkan mau menerima status duda Abang. Terimakasih sayangku, kamu akan selalu menjadi bagian dari hidup Abang mulai sekarang, besok dan seterusnya, untuk selamanya. Terimakasih sudah bersedia mendampingi Abang. Abang janji akan selalu setia hanya untuk kamu. Dan menjaga keluarga ini demi kamu dan juga anak-anak kita nanti."
Satu kecupan lembut dan penuh cinta mendarat di kening Zara. Turun perlahan ke mata, kedua pipi, hidung, serta dagu. Dan terakhir berlabuh di bibir Zara yang sudah membengkak akibat ulah Aven tadi.
Aven memeluk tubuh sang istri. Menyalurkan rasa kasih sayang dan juga cinta lewat dekapan masing-masing. Hingga Aven mengurai pelukan mereka. Dia membelai rambut panjang Zara. Lalu membelai bibir ranum Zara dengan lembut menggunakan ibu jarinya.
"Boleh?" ijin Aven dan Zara menganggukkan kepalanya malu-malu sembari menundukkan kepalanya. Tanpa membuang kesempatan Aven langsung meraih tengkuk sang istri dan mengecap bibir manis itu kembali.
Aven memeluk posesif pinggang sang istri. Karena dia tahu sang istri saat ini sudah terlena dengan ciumannya. Perlahan Zara mulai membalas ciuman yang diberikan oleh suaminya. Aven tersenyum tipis saat Zara bisa membalas ciumannya perlahan.
Dengan hati-hati Aven merebahkan tubuh Zara di atas tempat tidur bersprei putih. Mereka melepaskan sejenak tautan bibir keduanya. Sambil bergumam mengatakan "I Love You. Kemudian kembali melanjutkan ciuman panas penuh cinta keduanya.
❤️❤️❤️
TBC
aaaaaaarrrrrrkkkkkkhhhhhh..... hareudang nggak sih ini say.......🤣🤣😆😆😆😸😸