Kepentok Cinta Abang Duda

Kepentok Cinta Abang Duda
Episode 69



Suasana kamar hotel yang dihiasi dengan banyak bunga-bunga itu sudah semakin panas dengan suara de-sa-han kedua insan yang tengah memadu kasih di malam pertama. Zara mencengkeram erat pundak kokoh sang suami yang mengukung dirinya.


Zara memejamkan kedua matanya merasakan sesuatu yang mendesak masuk ke dalam daerah intinya. Air matanya seketika luruh saat dia merasakan benda tumpul yang merasuki tubuh bagian bawahnya. Rasa yang teramat sakit langsung menyerang dirinya. Zara merasa ada yang membelah diri nya saat ini.


Zara tak tahan menahan rasa sakit itu. Dia sampai menggigit pundak Aven untuk melampiaskan rasa sakitnya. Aven juga merasakan perih akibat ulah sang istri. Lelaki yang sedari tadi bersembunyi di lekuk leher sang istri. Kini mendongak dan melihat istrinya tampak menahan kesakitan. Berkali-kali Aven mengucapkan kat maaf kepada Zara. Apalagi melihat air mata sang istri sudah menetes membasahi pipinya.


"Maafin Abang sayang, kalau kamu nggak kuat, kita berhenti dulu ya."


Zara menahan tubuh Aven yang hendak menjeda sejenak permainan mereka. Zara justru membelitkan kedua kakinya di pinggang sang suami. Dia menggelengkan kepalanya dan menghapus air matanya perlahan.


"Jangan bang, lanjutin aja."


Aven menatap sang istri dalam.


"Kamu yakin sayang?"


"Iya."


Mendapatkan lampu hijau dari sang istri membuat aven kembali semangat empat lima untuk program sembilan bulannya mencetak generasi penerus Maheswara. Lampu hijau menyala maka dia tentu tak akan menyia-nyiakan kesempatan itu. Aven langsung menyambar bibir Zara yang terus saja menggoda dirinya.


"Abang akan pelan-pelan sayang. Abang nggak akan mau berhenti di tengah jalan ya."


Zara semakin memerah mendengar ucapan suaminya yang nggak akan berhenti tersebut. Astaga apakah malam ini Aven akan melakukannya sampai pagi menjelang. Seperti cerita-cerita novel yang pernah dia baca sebelumnya. Kalau malam pertama akan berlanjut sampai pagi menjelang.


Zara kembali tersentak kaget merasakan desakan benda tumpul itu lagi menghantam bagian bawah tubuhnya. Meskipun kali ini lebih lembut dari sebelumnya. Akan tetapi entah kenapa Zara merasa lebih sesak dari sebelumnya.


Leher Zara yg jenjang terlumat habis oleh nafas aven yg tak beraturan. Tubuh Aven yang semula membeku menjadi serigala liar yg menjamah setiap lekuk tubuh Zara. Jemarinya meremas pelan gumpalan daging yang berada di depannya , lidahnya bergerilya ke setiap lekuk indah tubuh Zara dengan jantan.


Zara mendesah pelan jantungnya seakan runtuh karena ini kali pertama dia melakukannya , namun semua menjadi tak terkendali karena gejolak nafsunya yg membara.


De-sa-han dan e-rang-an pelan menghiasi malam yang indah , mereka berdua larut dalam mahligai cinta di atas ranjang pernikahan mereka. Keduanya berkeringat , nafasnya tersengal sengal , gerakan maju mundur aven yang membuat irama nikmat terus terjadi di saat ini. Zara mendesah keras saat merasakan puncak kenikmatan bersama aven yang di akhiri dengan lilitan lidah mereka berdua.


Aven tak henti-hentinya memanggil nama Zara saat dia berhasil meloloskan calon keturunan mereka ke dalam rahim Zara. Entah sudah berapa lama pengantin baru itu melakukan program sembilan bulan mereka. Kedua insan tersebut telah melewati malam pertama mereka dengan suasana yang panas membara penuh ******* cinta hingga keduanya sama-sama terlena.


Akhirnya Zara pun tertidur setelah berkali-kali melakukan pelepasannya. Entah yang sudah kesekian kalinya. Aven pun rasanya tiada lelahnya memacu tubuh sang istri yang sejak malam ini akan menjadi candu baginya.


Dia mengecup tubuh polos istrinya yang tertidur dalam dekapannya yang hangat.


I LOVE YOU Zara....


❤️❤️❤️


TBC


🫧🫧🫧 author butuh banyak air mineral.....