
"Lho kita nggak pulang ke rumah utama?" tanya Zara yang bingung karena mobil yang dia tumpangi melaju ke arah yang berbeda dengan arah jalan pulang.
Aven tersenyum sambil memeluk sang istri dari samping.
"Enggak sayang, aku ada kejutan buat kamu," ujarnya tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya.
Zara tersenyum sambil memicingkan mata. Ada sesuatu yang disembunyikan suaminya ternyata. Kejutan apa itu yang dimaksud? Wah Zara jadi semakin tidak sabar untuk melihatnya.
"Memangnya kejutan apa sih sayang, kasih tahu dong?" pinta Zara dengan nama manjanya.
Aven menyentil hidung Zara yang mancung tersebut.
"Kalau dikasih tahu sekarang bukan kejutan lagi namanya sayang. Jangan bikin gemes di mobil begini. Nanti saja dirumah," bisik suaminya membuat zara langsung mendengus dan menahan tawanya.
"Bisa aja kalau ngerayu ya," balas Zara sambil mencubit kecil perut suaminya.
"Aduh," Aven juga menimpali dengan berpura-pura sakit akibat cubitan Zara.
Sedangkan dua orang yang duduk di depan mereka hanya bisa menarik napas dalam. Asisten Dion dan juga Monika berpura-pura tidak melihat dan mendengar kemesraan yang dilakukan oleh pasangan suami istri tersebut. Bikin ngiri aja pokoknya pasangan baru ini. Gini ya rasanya ngontrak di bumi. Bawaannya pengen pindah planet lain kalau ada yang merasa dunianya hanya milik keduanya saja. Tanpa memikirkan bagaimana perasaan yang lain.
Ehhem....
Bugh!
Monika reflek memukul lengan asisten Dion yang tiba-tiba berdehem. Apa yang dia lakukan justru mengganggu suasana romantis yang atasan mereka lakukan. Monika melirik ke arah rekam kerjanya. Namun asisten Dion asyik saja fokus ke depan menatap keramaian jalanan. Benar-benar batu es itu bikin suasana bahagia orang terganggu saja.
......................
Mobil berwarna hitam itu telah sampai di sebuah pelataran rumah mewah dan megah. Zara sempat terkagum-kagum melihatnya. Rumah siapa yang mereka datangi ini. Kenapa suaminya tidak pernah mengatakan sebelumnya jika ingin berkunjung. Apa ini rumah salah satu saudara sang suami.
Brak
Setelah pintu mobil tertutup. Aven menggandeng lengan sang istri dan mengajaknya masuk ke dalama rumah yang indah dengan penuh warna putih dan krem tersebut.
"Selamat datang di rumah anda tuan dan nyonya Maheswara."
Sapaan beberapa pelayan yang berjajar rapi menyambut mereka membuat Zara semakin bingung saja. Dia menghentikan langkahnya membuat Aven menoleh dan menanyakan apa yang terjadi dengan Zara.
"Ada apa sayang?"
"Sayang ini rumah siapa?" tanya zara mengerutkan keningnya.
"Nanti kamu akan tahu sayang. Ayo masuk!"
Dan begitu pelayan itu membuka pintu utama untuk mereka. Tiba-tiba saja ada beberapa suara yang keduanya kenal betul siapa orangnya.
"Surpriseeeeeeeee!!!!"
Dor
Dor
Dor
Petasan balon warna-warni terdengar memeriahkan kejutan yang dibuat oleh orang tua dan juga sanak saudara dari keluarga Maheswara maupun Adhitama.
"Ayah, bunda, Zidan!" Zara berteriak bahagia melihat anggota keluarganya berada di sana. Dia langsung menghambur memeluk sang bunda Nia. Jangan tanyakan betapa merindunya dirinya dengan sang bunda.
"Sayang...." peluk bunda Nia dengan erat. Dia membalas pelukan putri yang tampak begitu merindukan dirinya.
Suasana haru pun tampak ketika keluarga Adhitama saling berpelukan. Semua yang hadir di sana menjadi ikut terharu dibuatnya.
"Aku kangen banget sama bunda... sama kalian semuanya," ucap Zara dengan mata berkaca-kaca.
"Eh, kenapa jadi nangis lho. Kita disini lagi bahagia merayakan kedatangan kalian. Dan juga mau mengadakan syukuran untuk rumah baru kalian berdua," ucapan bunda Nia membuat Zara mengurai pelukannya.
"Hah? Rumah baru siapa?" tanya Zara yang tidak mengerti maksud ucapan sang bunda.
"Jadi kamu belum mengatakannya dengan istrimu, nak?" kali ini mama Alin yang bertanya.
Putra tunggalnya itu hanya terkekeh mendengar pertanyaan sang mama.
"Belum ma, kan surprise," ujar Aven.
"Pantes saja. Ini rumah baru kamu dan Aven sayang. Mulai sekarang kalian akan tinggal di sini. Besok kita akan mengadakan syukuran untuk rumah baru kalian ini. Ayo sekarang kita duduk dulu sambil bercengkrama. Kalian juga pasti capek kan setelah perjalanan jauh," ajak mama Alin kepada anak dan juga menantunya.
Ternyata diam-diam Aven telah menyiapkan sebuah rumah untuk dia tinggali bersama Zara dan juga anak-anak mereka nantinya. Aven sengaja merahasiakan semua itu karena ingin membuat kejutan untuk Zara. Dan dia sukses membuat kejutan tersebut. Zara tampak bahagia dan benar-benar terkejut akan hadiah yang diberikan olehnya. Apalagi rumah itu atas nama Zara. Aven benar-benar mempersembahkan rumah tersebut untuk sang istri.
❤️❤️❤️
TBC