
"Cukup! Hentikan perbuatanmu itu!"
Suara bariton itu membuat pergerakan security berhenti. Mereka menunduk patuh saat sang pimpinan mendekat ke arah mereka bertiga saat ini.
"Azka...." lirih Widia dengan berderai air mata saat akhirnya dia melihat sang kekasih.
"Ikut aku ke dalam," geram Azka kemudian berjalan lebih dulu meninggalkan Widia.
Mendengar ucapan Azka tentu saja Widia merasa bahagia. Dia menatap sinis kedua security sebelum pada akhirnya memilih mengikuti langkah Azka menuju ke ruangannya.
Braaaaak!
Azka menutup pintu ruangannya dengan begitu keras. Membuat Widia terjengkit seketika. Namun wanita penggoda itu justru langsung menempelkan tubuhnya di Azka. Dia bermaksud untuk menggoda kembali sang pewaris perusahaan tersebut.
"Sayang, aku sangat merindukanmu. Apakah kamu tidak merindukan malam-malam panas kita. Bahkan aku selalu memimpikan saat-saat kamu dengan gagahnya ada di atas tubuhku. Mengungkung diriku dan..."
"Cuku! Lepaskan Widia!" tukas Azka dengan cepat memotong perkataan widia.
Dia sudah merasa gerah dengan ucapan Widia yang semakin terdengar menjijikan baginya. Dan Azka juga melihat kasak kusuk di antara para karyawan saat membawa Widia ke ruangannya. Namun bersitegang di lobby perusahaan hanya akan membuat dirinya semakin tidak dihormati oleh para pegawainya.
"Sayang, aku ingin kita mengulang..."
"Hentikan ocehan murahanmu itu Widia. Aku sudah bosan mendengarnya," ucapan pedas Azka begitu menusuk di relung hati seorang Widia.
Selama ini dirinya dipuja oleh sosok lelaki tersebut. Apalagi saat mereka beradu skill dalam urusan ranjang. Bahkan Azka selalu dibuat tepar dengan kemampuan Widia yang begitu hot di atas ranjang. Tetapi kenapa sekarang Azka seolah lupa dengan kenikmatan yang pernah mereka reguk bersama? Kenapa dengan diri Azka selama ini? Apa yang sudah membuat diri lelaki itu sampai melupakan dirinya.
Tidak! Widia tidak bisa melepaskan Azka begitu saja. Dia akan melakukan apapun untuk bisa bersama terus dengan lelaki yang sudah sangat banyak memberikannya materi tersebut.
Sreeekkk.
"Widia! apa yang kamu, emmmpphh."
Azka tidak mampu berkata-kata lagi saat Widia nekat menyobek pakaiannya sendiri. Kemudian menyerang Azka dengan ganasnya. Dia membuat Azka tidak bisa berkata-kata lagi karena sebuah ciuman menuntut dan juga panas kali ini Widia lakukan dengan gencar.
Widia berusaha keras membuat Azka te-rang-sang dengan apa yang dia lakukan. Widia sudah hapal bagian tubuh Azka mana yang mudah sekali membuat lelaki itu bangkit has-ratnya.
Widia mengalungkan kedua tangannya di leher Azka. Tampaknya Azka mulai menikmati ciuman penuh nafsu yang dia tawarkan. Karena terbukti belitan demi hisap-pan Azka lakukan mengimbangi permainan yang Widia persembahan. Karena merasa bahwa Azka mulai menikmati permainannya. Widia semakin gencar memuaskan sang kekasih.
Greppp!
"Eh!"
Plaaaak!
"Akkhhh..." Widia seketika menyentuh pipinya yang terasa sangat panas akibat tamparan yang diberikan Azka kepadanya.
"Azka! Kenapa kamu... aaarrrkkkh!"
"Diam kamu wanita ja-lang! Jangan pernah kamu berusaha untuk menggodaku lagi. Karena aku sudah tidak berselera menyentuh dirimu lagi."
Braaaak!
"Eugh.. ssstttt," Widia seketika meringis kesakitan saat tubuhnya dihempaskan begitu saja oleh Azka. Bahkan punggungnya terasa ngilu karena mengenai tangan sofa yang ada di ruangan Azka.
Azka menatapnya dengan dingin sambil membenarkan pakaian dan juga dasi yang dia kenakan. Akibat ulah Widia barusan membuatnya tampak berantakan. Sorot mata lelaki itu sudah sangat berbeda sekarang. Yang dulu tampak menatap memuja kepada Widia. Kini tampak tatapan benci dan jijik menatap wanita yang kemarin-kemarin menjadi penghangat ranjangnya.
"Jangan pernah datang lagi ke kantor ini. Kalau kamu tidak ingin aku bertindak semakin kasar. Ambil apartemen itu sebagai hadiah perpisahan kita. Dan ini sebuah cek untuk kamu bisa gugurkan janin dalam kandunganmu itu," Azka menjeda ucapannya kemudian berjalan ke arah Widia dengan sorot matanya yang menusuk membuat Widia tampak takut dengan Azka.
Seet!
"Aaarrrkkkh Azka, jangan! Lepasin, sakit!" jerit Widia karena rambut panjangnya dijambak dengan kuat oleh Azka sampai membuat wanita itu menahan air matanya mengalir. Sakit sekali rasanya tarikan di kepalanya tersebut.
Azka tersenyum smirk.
"Orang tuaku menjodohkanku dengan wanita yang jauh lebih darimu. Aku tidak mau hidup miskin tanpa harta kedua orang tuaku. Pergilah yang jauh dari hidupku. Atau aku akan menyewa pembunuh bayaran untuk menghilangkan nyawamu. Paham kamu!" bentak Azka dengan sangat keras sambil menarik rambut Widia dengan kasar. Widia bahkan sampai menangis karena sudah tidak tahan dengan perlakuan kejam Azka kepadanya saat ini.
Harapan dia pupus sudah mendapatkan lelaki yang mencintai dan akan memperjuangkannya seperti mantan kakak iparnya dulu. Kini lelaki yang ada di hadapannya hanyalah lelaki iblis yang tak berperasaan. Widia menyesal pernah jatuh hati akan perlakuan manis Azka beberapa bulan ke belakang. Selain pecundang, lelaki itu juga jahat dan kejam. Padahal Widia sedang mengandung anak dari benihnya. Akan tetapi Azka dengan teganya meminta Widia mengugurkan janin dalam perutnya.
Jahat kamu Azka! Jahat! jerit batin Widia.
❤️❤️❤️
TBC