Kepentok Cinta Abang Duda

Kepentok Cinta Abang Duda
Episode 53



"Dasar anak bodoh. Tidak berguna, menyesal papa punya anak seperti dia!" ucap kesal seorang Wisnu Ramadhan.


"Bagaimanapun juga dia anak kamu pa. Jangan berkata seperti itu kepada anak sendiri, hiks... hiks...hiks...," tangis Sintia yang melihat kondisi putranya begitu mengenaskan. Apalagi luka yang dialaminya di wajah tampak parah.


"Itulah akibat dari kamu sering memanjakan dia. Jadinya dia begitu sangat manja dan otaknya sama sekali tidak pernah dia pakai untuk berpikir. Dijodohkan dengan gadis baik-baik. Malah memilih wanita ja-lang mata duitan dan tidak memiliki status yang jelas. Belum selesai kita mengurusi ja-lang yang mengaku mengandung benihnya. Sekarang justru ingin menghancurkan perusahaan keluarga. Itu yang kamu banggakan dari dia, iya ma!" nada perkataan Wisnu Ramadhan mulai naik. Dan sang istri, Sintia, tidak bisa berkata apa-apa. Karena kenyataannya memang benar adanya. Sintia menangis keras di samping brankar sang putra yang masih tergolek tak berdaya di rumah sakit.


"Kita sembuhkan anak kita dulu pa. Jangan menghakiminya sekarang," pinta Sintia.


"Setelah dia sembuh kirim dia ke tempat adikmu sana. Biarkan dia mengurus anak cabang di luar negeri sana. Sebagai pekerja rendahan. Biar dia tahu rasanya berjuang dari bawah untuk mendapatkan posisi yang lebih tinggi. Aku akan mengurus perusahaan di Indonesia. Kalau dia tetap berada di sini aku takut. Perusahaan MH dan Adhitama bisa menghancurkan kita dengan mudah. Mau jadi apa kita ma, dua perusahaan itu adalah perusahaan terbesar di Jakarta dan juga Surabaya. Bisa gulung tikar kita yang ada jika MH memutuskan kerja samanya, hah!" kesal Wisnu Ramadhan setelah mengetahui fakta jika putri dari Bima Adhitama akan menikah dengan pimpinan tertinggi perusahaan MH. Benar-benar diluar perkiraannya. Kalau dia perusahaan kuat tersebut akan bekerja sama menjadi keluarga lalu dirinya yang berani membangkang akan bisa apa. Bisa bangkrut yang ada.


"Terserah papa saja, mama akan menyerahkan masalah itu kepada papa yang lebih tahu," jawab Sintia.


"Dan masalah wanita ja-lang itu. Jangan pernah sekalipun kasihan kepadanya. Dia hanyalah wanita penjaja tubuh. Kita tidak perlu mempercayai apa perkataannya. Apalagi soal janin yang dia kandung. Itu semua bisa saja hanya kebohongan dia semata. Adik dari aktris Jessica Putri. Siapa yang tidak tahu sepak terjang aktris simpanan itu. Tentu saja kelakuannya tidak akan beda jauh dengan kakaknya," ucap Wisnu sambil tersenyum getir membicarakan tentang wanita yang mendatangi rumahnya dan meminta langsung pertanggungjawaban dari kedua orang tua Azka. Karena dia mengaku sudah mengandung janin dari Azka.


Jangan dikira Wisnu Ramadhan tidak mencari tahu latar belakang seorang Widia Larasati. Tentu saja Wisnu dan Sintia tidak akan mau menerima wanita murahan sebagai menantunya. Lebih baik menjodohkan Azka dengan anak teman-teman rekam kerjanya. Mereka mengusir Widia dengan kejam. Dan membuat wanita itu tidak berani mendatangi rumah mereka lagi.


✨✨


Sementara itu di sebuah apartemen mewah di pusat kota. Seorang wanita tampak memegangi perutnya yang terasa begitu sakit dan melilit. Dia sudah putus asa dan tidak sanggup lagi mempertahankan janin yang tidak diakui oleh siapapun.


Widia sudah berjuang untuk diakui keberadaanya baik oleh Azka maupun kedu orang tua dari lelaki tersebut. Namun hanya ada penghinaan dan cacian yang dia dapatkan. Bahkan kedua orang tua Azka menuduhnya sebagai wanita penjaja tubuh yang sudah dijamah banyak orang.


Widia tidak tahan menghadapi semuanya itu. Lebih baik janin itu hilang saja dari perutnya. Maka dia bisa hidup bebas dan mencari kebahagiaannya sendiri. Dia nekat menggunakan cara ini untuk bisa melanjutkan hidupnya meski itu bukan dengan Azka. Dan semuanya yang berhubungan dengan Azka akan dia musnahkan hari ini juga.


"Halo."


"Kak....tolong....tolong.... aaarrrkkkh...." sebuah jeritan kesakitan terdengar memekakkan telinga Jessica.


"Widia? Widia kamu kenapa? Kamu di mana Wid?" tanya Jessica panik.


"A...apar...temen...." setelah mengatakannya pun Widia seketika langsung tak sadarkan diri.


Tut


Tut


Tut


"Halo! Widia! Widia!!!"


❤️❤️❤️


TBC