Kepentok Cinta Abang Duda

Kepentok Cinta Abang Duda
Extra Part 2



"Ya ampun sayang, ini ayah udah pegel banget lho sedari tadi disuruh merem terus," protes ayah Aven karena sedari tadi diminta putri kesayangannya untuk mengikuti perintahnya.


Ya, bukan cuma Favel yang suka merusuh dengan mainan lumpur dan suka merusak tanaman hias dan mahal milik omanya. Velfa juga memiliki tingkah unik lainnya. Dia suka mendandani ayah dan juga opanya. Sekecil itu dia sudah suka dengan dunia per make up an. Entah musti bagaimana lagi Zara menasehati putri kecilnya tersebut. Sudah ratusan boneka Barbie yang dia dandani sedemikian rupa. Sampai menurut dia boneka tersebut tampak cantik.


Zara berulang kali membelikan dia alat make up tersendiri karena kalau dibiarkan maka putrinya akan menggunakan peralatan make up nya untuk mendandani boneka dan juga ayahnya. Aven menjadi model yang paling disukai oleh Velfa. Karena menurutnya ayahnya itu tampak cantik jika didandani seperti boneka Barbie. Astaga, ulah balita itu sungguh luar biasa. Entah titisan siapa sampai bisa ahli merias wajah seseorang seperti itu.


"Ayah sudah pegel ini nak, wajah ayah sudah kram," ucap Aven yang sudah merasa kaku semua gegara tidak boleh bergerak sama sekali oleh sang putri.


"Ayah Janan nakal dong, ini bental lagi selesai. Velpa belum celecai ini," omel Velfa karena ayahnya sedari tadi cerewet.


Sementara tidak jauh dari tempat keduanya. Zara mengawasi mereka sambil berusaha menahan tawanya. Dia merasa geli melihat wajah suaminya yang sudah menjadi bahan percobaan bagi sang putri.


"Jangan ngeledekin ya yank, kamu akan tau akibatnya kalau berani ngetawain aku lho yank. Hukumannya triple yank," ucap Aven sambil memicingkan sebelah matanya ke arah Zara.


Si mama muda tersebut hanya bisa menutup mulutnya menahan ketawanya yang semakin ingin pecah rasanya. Wajah suaminya sudah tidak karuan karen ulah Vafel menjadikan Zara ingin tertawa terbahak-bahak.


"Tahan yank, kalau kamu nggak ingin besok pagi susah jalannya," peringat Aven karena melihat wajah memerah sang istri setelah melihat wajahnya.


Sementara itu kedua mertuanya yang baru saja datang bersama dengan putra sulung mereka tampak terkejut melihat penampilan menantu mereka.


"Astaghfirullah ven."


Ayah Bima dan Bunda Nia seketika beristighfar melihat penampilan menantu kesayangan mereka tersebut.


HAHAHAHAHAHAHA


"Ya ampun mas, lagi mau ikutan karnaval jadi ondel-ondel apa ya? Kok mukanya celontengan seperti itu!" teriak Zidan sambil tertawa terbahak-bahak melihat hasil make up dari keponakan kecilnya.


"Bagus ka hasilna?" tanya Velfa dengan percaya dirinya kepada semua orang di sana. Dia menunjukkan wajah ayahnya yang bagi dia sudah disulap menjadi sangat cantik.


HAHAHAHA


Gelak tawa kembali terdengar melihat penampilan Aven yang acak kadut seperti itu. Bahkan Zara kini makin tak tahan melihat wajah suaminya. Kenapa juga si duren itu makin mengenaskan ditangan putrinya sendiri.


"Ayah kaya badut," celetuk Favel melihat penampilan ayahnya.


"Enda ya, ayah cantit kaya Balbi," tolak Velfa yang tidak setuju dengan pendapat kakak kembarnya tersebut.


"Mana ada, jelek!"


"Cantit!"


"Jelek!"


"Cantit!"


Keduanya berakhir rusuh dengan saling adu argumen tanpa mau dipisahkan. Sehingga Zara dan Bunda Nia terpaksa menenangkan keduanya dengan membawanya ke kamar. Sebelum ada drama menangis malam-malam.


"Aduh mas lucu bener sih, hehehehe," Zidan masih saja meledek wajah kakak iparnya yang sudah banyak coretan di wajahnya.


Aven hanya menghela napasnya panjang kemudian berlalu meninggalkan adik iparnya yang tak kuasa melihat wajahnya. Aven musti segera menghapus hasil lukisan tangan buah hatinya tersebut. Kalau tidak dia bakalan jadi bahan olok-olokan sepanjang malam ini.


❤️❤️❤️


Hayooo loh, masih nungguin apa lagi ini. Anak-anaknya yang lucu dan gembul sudah pada di share lho. Bentar lagi udahan ya, author mo fokus ke babang Vraka ini. Yuk kepoin dong kisah Abang Vraka di desa Sukamaju dalam novel Milyuner Jatuh Miskin.