
Praaaaangggg!
Suara benda pecah terdengar begitu keras dari dalam kamar seorang aktris ternama, Jessica.
"Aaarrrkkkh!!!! semua ini gara-gara tua bang-ka ke-pa-rat itu! Dasar nenek lampir! Tua saja belagu! Aaaaaaaarrrrkkkkhhh!!!!" Jessica melampiaskan kemarahannya yang sudah tak terbendung lagi.
Dia merasa hancur karena perlakuan istri lelaki yang menjadikannya sebagai selingkuhan. Bagaimana tidak, Jessica pulang ke apartemen miliknya dengan langkah tertatih-tatih. Bahkan dua hari dia tidak mampu berjalan dengan baik akibat ulah dua bodyguard yang sudah menjamah tubuhnya seenak hati. Bahkan menjadikan dia tokoh wanita dalam video yang sungguh lucnat sekali.
"Aaaaaaaarrrrkkkkhhh!!!!"
"Ba-jiiiiing-aaaaaan!!!"
Kata demi kata umpatan terlontar begitu saja keluar dari mulutnya. Jessica tidak peduli karena dia sudah benar-benar dikuasi emosi saat ini. Karir yang sudah dia bangun susah payah tiba-tiba saja dihancurkan begitu saja oleh perempuan gendut dan jelek itu. Hanya karena dia memiliki harta yang berlimpah.
Braaaakkkkk
Jessica menggebrak meja riasnya setelah menumpahkan semua alat make up dan riasannya ke lantai.
Dia tidak terima akan kehancuran karir yang banyak perjuangan dia lakukan. Sampai rela meninggalkan Aven Maheswara demi ketenaran, karir dan juga kehidupan yang hedon. Kini Jessica perlahan-lahan akan kehilangan semua itu. Sungguh Jessica tidak ingin jatuh miskin.
"Aven.... ya, aku harus kembali kepadanya. Hanya dia yang selama ini menerimaku apa adanya. Dan dia juga yang tulis mencintaiku," Jessica menangis terisak jika kembali mengingat laki-laki yang merupakan mantan suaminya tersebut.
"Ya, aku harus bertemu dengan Aven. Tenang Jessica, kamu tidak sendiri. Masih ada Aven yang mampu melindungimu. Kamu harus tetap tenang Jessica," ucap Jessica meyakinkan dirinya sendiri. Dia menguatkan hatinya agar tidak putus asa mendekati mantan suaminya kembali. Jika dulu dia bisa meluluhkan Aven. Kenapa sekarang dia harus pesimis untuk yang kedua kalinya.
✨✨
"Iya Abang, aku jalan juga sama mika kok. Tenang saja. Iya, aku tungguin di sini sama mika dan mama juga akan menyusul sebentar lagi. Masih macet katanya."
"Baiklah, aku sebentar lagi datang. Tunggu aku ya sayang, bye, muaaaccch."
"Iya Abang."
"Cium nya mana?" Zara benar-benar tidak menyangka duda satu ini bakalan bucin banget seperti itu kepadanya.
"Baiklah, nanti langsung aja biar nggak malu. Assalamualaikum," balas Aven dengan gelak tawanya yang terdengar renyah di ujung sana.
"Ih, Abang kenapa jadi genit begitu, waalaikumsalam."
Klik
Zara memegang kedua pipinya yang dia yakini pasti sekarang sedang memerah bak kepiting rebus. Gegara ucapan sang tunangan.
"Astaga, kenapa Abang gitu banget ngomongnya."
"Emangnya ngomong apa sih?" tiba-tiba sebuah suara langsung menyahut di belakang tubuh Zara. Membuat gadis itu terkejut kaget. Dia tidak menyangka mika mendengar ucapannya barusan.
"Hayo, om duda habis ngomong apa sama kak Zara sampai wajah kakak memerah seperti ini, Hem. Jadi penasaran deh aku kak," goda mika membuat Zara semakin merona dibuatnya.
"Sudah, sudah, jangan dibahas lagi omongan abang Aven. Kita langsung ke butik rekomendasi mama aja ya," kata Zara mengalihkan pembicaraan mika.
"Aduh mbak, jangan mengalihkan pembicaraan deh," goda mika kembali.
"Sudahlah, ayo segera ke butik saja," ajak Zara yang langsung menarik tangan sang keponakan.
Greeep
"Eh!"
"Zara."
❤️❤️❤️
TBC