Kepentok Cinta Abang Duda

Kepentok Cinta Abang Duda
Episode 41



"Mbak Alin, kangen banget udah lama nggak ketemu ya mbak," bunda Nia langsung menghambur ke arah Mama Alin begitu melihat sosok yang selama ini lama tidak pernah berjumpa.


"Astaga Nia, kamu makin cantik aja deh. Berbagi resep awet mudanya dong," ujar mama Alin antusias.


"Ih, mbak Alin bisa aja deh, resepnya banyakin ngobrol sama tanaman hias aja mbak," celetuk bunda Nia membuat semua orang tergelak karenanya.


Bahkan mama Alin sampai melototkan kedua matanya. Tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh sang calon besan.


"Jangan kebanyakan diberi tanaman hias dek Bima. Ini istrimu jadi suka ngobrol sama tanaman kan," kelakar mama Alin. Sedangkan ayah Bima hanya geleng-geleng mendengarnya.


"Gimana nggak makin sering di taman bunga mbak. Anak mbak ini sudah kasih aku semobil tanaman hias mahal. Jadinya makin betah deh ngobrolnya Ama tanaman," lanjut bunda Nia membuat gelak tawa kembali terdengar.


Ya, hari itu kedua orang tua Aven Maheswara datang ke kediaman keluarga Adhitama. Sambutan dari empat orang yang sudah lama tak bertemu karena disibukkan oleh pekerjaan masing-masing. Membuat banyak kelakar-kelakar hangat yang dikeluarkannya. Sedangkan yang muda-muda hanya ikutan tertawa saja mendengar pembicaraan mereka.


"Eh, pa cepet katakan tujuan awal kita. Daritadi kita becanda mulu deh. Liat anak kita sudah nyender mulu sama anak mantu mama. Kasihan Zara tuh," ujar mama Alin melirik sang putra.


"Mama apaan sih," sahut Aven seketika membenarkan posisi duduknya.


Memang dia tadi cari-cari kesempatan karena para orang tua sibuk dengan candaan masing-masing. Aven yang masih kurang enak badan memanfaatkan keadaan dengan mencari perhatian kepada Zara. Dan gadis itu hanya memaklumi karena kondisi Aven yang memang masih sakit.


"Begini dek Bima dan Nia. Maksud kedatangan kami kemari selain untuk bersilaturahim. Kamu berdua juga ingin melamar putri kalian, Zara Salsabila untuk putra tunggal kami, Aven Maheswara. Sebelumnya kami meminta maaf jika putra kami tidaklah sempurna. Karena dia pernah gagal dalam berumah tangga sebelumnya. Tetapi kami percaya dia sudah banyak belajar dari kesalahannya sebelumnya. Untuk itu kedatangan kami kemari dengan niatan yang baik. Semoga saja niatan ini disambut dan juga mendapatkan jawaban yang sesuai dengan apa yang kamu harapkan. Kurang lebihnya seperti itu," ucap Papa Tomo menjelaskan maksud kedatangannya beserta keluarga inti ke kediaman Adhitama.


"Terimakasih sebelumnya atas kedatangan keluarga besar Maheswara. Suatu kehormatan bagi kami tentunya. Kami menyambut dengan baik atas lamaran dari pihak keluarga Maheswara. Namun, sebagai orang tua kami hanya mengikuti saja jawaban dari putri kami, Zara Salsabila. Karena mengingat bahwa pernikahan ini nantinya adalah mereka berdua yang akan menjalani. Kami sebagai orang tua tentu akan ikut bahagia jika putri kami juga berbahagia. Bukan begitu bunda?"


"Iya ayah, jadi untuk jawaban atas lamaran ini kami serahkan sepenuhnya kepada Zara."


Jawaban dari kedua orang tua Zara membuat pihak keluarga Maheswara pun akhirnya menanyakan langsung kepada Zara. Apakah dia bersedia menerima lamaran dari putra mereka, Aven Maheswara. Yang mana status dari pria tampan tersebut adalah seorang duda tanpa anak.


Zara menatap semua orang yang ada di sana. Sebelum dia memutuskan jawaban yang akan dia sampaikan.


Bismillahirrahmanirrahim, semoga jawaban ini adalah keputusan yang terbaik untuk semuanya, doa Zara dalam hati sebelum berucap.


"Ayah, bunda, Papa, dan juga mama. Zara sudah memantapkan hati bahwa Zara...." gadis cantik itu menjeda ucapannya sejenak membuat semua orang yang ada di sana ketar-ketir. Termasuk Aven sendiri yang duduk di sebelahnya juga sudah merasa takut jika dirinya akan ditolak oleh sang kekasih. Mengingat status dirinya yang sudah tak single lagi. Mengharapakan seorang gadis perawan yang begitu sempurna di matanya. Semuanya jadi ikut menahan napasnya sejenak menantikan jawaban si gadis.


"Menerima lamaran abang Aven," jawab Zara dengan senyuman manisnya.


"Alhamdulillah...." ucapan syukur seketika terdengar kompak di ruangan keluarga Adhitama begitu lamaran dari keluarga Maheswara akhirnya diterima oleh Zara Salsabila Adhitama.


❤️❤️❤️


TBC