Kepentok Cinta Abang Duda

Kepentok Cinta Abang Duda
Episode 97



Zara menerima dengan ikhlas apa yang telah terjadi. Dia juga tidak mengetahui bahwa dirinya sedang hamil saat kecelakaan itu terjadi. Tetapi dia percaya bahwa Allah SWT pastilah memiliki rencana yang lebih indah dari semua kejadian yang telah mereka alami.


Zara juga meminta kepada suaminya agar tidak terus menerus menyalahkan dirinya sendiri. Semuanya ini adalah takdir. Apalagi kini keadaan Jesika semakin hari semakin memburuk. Berkali-kali wanita itu mencoba untuk bunuh diri. Bahkan kabar yang terakhir terdengar hampir saja nyawa Jesika lewat kalau saja tidak ada petugas yang mengetahui perbuatannya tersebut.


Zara memang memaafkan tindakan Jesika demi kesehatan mental dan juga hatinya. Namun untuk melupakan itu sesuatu hal yang berbeda. Zara hanya tidak mau dirinya memiliki beban tersendiri yang akan menghantui dirinya. Hanya doa yang selalu dia panjatkan bersama Aven untuk anak mereka yang sudah berada di surga.


Tiga bulan berlalu sejak kejadian tersebut. Kondisi kesehatan Zara sudah mulai membaik dan dokter mengatakan mereka berdua masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan keturunan kembali. Kondisi rahim Zara juga sudah sehat dan baik sekarang.


Masa penuh kesedihan dan air mata itu sudah berakhir. Bergantian kebahagiaan yang terus tercipta dalam hubungan pernikahan yang setiap hari semakin harmonis saja antara Aven dan Zara.


Memang suatu ujian itu untuk menguatkan hati setiap pasangan. Kalau mereka mampu melewatinya maka akan datang kebahagiaan yang lebih indah dari sebelumnya. Semakin mantapnya hati dan pikiran dalam melangkah bersama. Memang tidak dapat ditebak rencana Tuhan kedepannya. Tetapi kalau setiap pasangan itu saling memegang tangan dan percaya satu sama lain. Pastilah mereka dapat melewatinya dengan mudah.


Hari ini adalah malam Jumat. Aven sudah tiba di rumah sejak tadi di rumah. Dia ingin bermanja-manja dengan sang istri di rumah. Apalagi saat ini kata dokter kondisi sang istri sudah benar-benar membaik. Jadinya mereka bisa memulai kembali program sembilan bulannya.


Akan tetapi ketika Aven sudah siap lahir dan batin untuk beraksi. Tiba-tiba Zara meminta sesuatu yang membuatnya seketika lemas dan terperangah.


"Tadi kamu minta dibeliin apa yank?" Aven menanyakan ulang permintaan Zara barusan kepadanya.


"Aku minta abng beliin aku pembalut karena stok pembalutku habis. Takutnya nanti malam bocor pas aku tidur," ucap Zara sambil menyisir rambutnya di depan meja riasnya.


"Astaghfirullah yank, malam ini gagal berarti. Nggak jadi malam jumatan Abang neh," ucap Aven sambil menepuk jidatnya. Seketika tubuhnya menjadi lemas dan tergeletak begitu saja di ranjang king size mereka.


"Kita nggak jadi Sunnah Rasul ya yank, haduhhhh."


Zara tertawa sendiri ketika mendengar ucapan suaminya tersebut. Setelah mencoba untuk mengatur napasnya akibat mentertawakan kelakuan suaminya. Zara berjalan mendekat ke arah ranjang dimana Aven sedang manyun membayangkan malam jumatnya yang gagal.


"Oya, pembalutnya yang bersayap ya bang. Aku nanti tuliskan merk-nya di chat wa. Oke."


"Apalagi sih itu yank? Pembalut kok kayak burung aja pakai punya sayap segala," ucap Aven merasa kesal karena disuruh beli pembalut malam-malam begini.


"Sudah, sana pergi keburu minimarketnya tutup bang. Sudah larut malam juga lho," zara menarik tangan Aven agar mau bangkit dari tidurnya.


"Abang!" pekik Zara yang terkejut akibat ulah sang suami yang lagi mode ngambek karena nggak bisa dapat jatah tersebut.


Aven tanpa ba-bi-bu udah langsung melayangkan ciuman di bibir manis sang istri. Seketika Zara membulatkan kedua matanya dengan sempurna.


Zara berusaha melepaskan diri namun ia justru semakin dipeluk erat oleh sang suami. Dari atas Zara bisa melihat sorot mata suaminya yang begitu sayu. Seolah-olah ia menginginkan sesuatu untuk menuntaskan hasrat terpendamnya.


"Abang, nanti bisa kebablasan lho ini," bisik Zara lirih.


Mendengar bisikan istrinya membuat Aven semakin tak tahan saja. Ia semakin enggan melepaskan pelukannya di tubuh sang istri.


"Kamu selalu bisa membuat aku nggak pernah tahan, yank."


"Tapi Abang, hmmmmmppphh."


Aven langsung membungkam sang istri dengan ciumannya. Lidah aven mencoba bergerilya ******* habis setiap sudut indah keanggunan Zara di depannya. Sikap Aven yang lembut membuat Zara yang semula menolak kini menjadi terbuai pula. Zara merespon keluhan hasrat aven dengan lembut , menggigit bibir bawahnya dengan pelan.


Melihat Zara yang tak berdaya di dalam genggamannya membuat aven semakin memuncak , tangannya meremas semua kenikmatan indah istrinya dengan nafas yang membara. Keduanya sudah mulai terbawa suasana dan saling menikmati apa yang dilakukan akan tetapi tiba-tiba saja.


Tok


Tok


Tok


❤️❤️❤️


TBC


Kentang yak malam Jumat mereka🤣 sudahlah author pamit undur diri dulu, sampai ketemu besok💨💨💨💨 yuk kembali tersenyum setelah kesedihan melanda. Kapal keduanya udah mulai lagi berlayar