Kepentok Cinta Abang Duda

Kepentok Cinta Abang Duda
Episode 45



"Mika kangen banget sama kakak," ujar mika memeluk Zara dan dibalas oleh gadis berambut sepinggang itu dengan memeluk erat sang keponakan calon suaminya.


"Udah pelukannya jangan lama-lama," sahut Aven yang langsung melepaskan pelukan keduanya.


"Ya ampun om, pelit amat. Aku kan cuma melepas kangen sama kak Zara. Gitu aja nggak boleh," gerutu Mika yang kesal keposesifan sang om saat ini.


"Bodo amat, ayo sayang," ajak Aven menggoda mika dan langsung menarik Zara untuk segera pulang ke rumah keluarga Maheswara.


"Isssh... dasar pelit," gerutu mika kesal.


Zara mencubit pelan lengan Aven karena suka usil menggoda keponakannya.


"Apaan sih bang, jahil banget deh," kata Zara namun Aven justru malah berusaha menahan tawanya.


"Biarin aja sayang, yuk pulang. Aku sudah capek banget," rengek Aven dengan manja. Sedangkan Zara hanya menghela napasnya perlahan menyikapi sang calon suami yang makin hari makin manja kelakuannya.


Ya, permintaan Aven adalah dia tidak mau jauh dari Zara. Karena itulah Zara kembali lagi ke Jakarta. Duda keren yang sebentar lagi akan melepaskan status dudanya itu emang lagi nggak bisa jauh dari calon istrinya. Hanya saja seminggu sebelum pernikahan tetap keduanya harus dipingit. Tidak boleh ketemu dulu. Zara harus kembali ke Surabaya. Dan keduanya akan bertemu saat akad nikahnya mereka nanti. Itulah kesepakatan yang dibuat dengan para orang tua.


Zara sebenarnya juga kembali karena ingin menyelesaikan tugasnya sebagai sekretaris pribadi di perusahaan MH. Dan sebelum dia menikah nantinya, sudah ada pengganti yang tepat untuk menduduki jabatan tersebut. Dan dia sudah mengatakan kepada calon suaminya. Kalau nanti penggantinya harus seorang lelaki. Karena Zara tidak mau ada cewek yang genit kepada suaminya nanti. Aven langsung mengiyakan permintaan calon istrinya tersebut.


✨✨


"Lepaskan aku! Aku ingin bertemu dengan Azka! Kalian ini tidak tahu siapa aku ya, hah?" teriak Widia yang dihadang oleh dua orang security di kantor. Saat akan masuk ke tempat biasanya dia bekerja.


"Tugas apa! Mana Azka? Azkaaaa.... Azkaaa! keluar kamu!" teriak Widia memanggil-manggil nama Azka dengan kencang. Hal ini menimbulkan perhatian dari banyak orang yang berlalu lalang di sana.


"Tolong kerjasamanya mbak. Lebih baik segera pergi dari tempat ini," usir si security.


Widia sudah kesal dengan sikap Azka yang seolah-olah menghindari dirinya. Bahkan dia mendadak memecat Widia dari kantornya tanpa penjelasan apapun. Bagaimana Widia tidak murka jika surat pemecatannya dikirimkan lewat chat wa pagi ini oleh kepala bagian personalia. Azka benar-benar sudah tidak waras. Hanya karena tidak mau bertanggung jawab saja dan takut jatuh miskin dia sampai rela menelantarkan anak kandungnya sendiri.


"Aku nggak mau pergi sebelum bertemu dengan Azka!" ujar Widia sambil berusaha memaksa masuk ke dalam perusahaan.


"Maaf mbak, tapi kami hanya melakukan perintah dari atasan. Jadi tolong kerjasamanya. Lebih baik anda segera pergi dari kantor ini. Daripada nanti terjadi yang tidak anda inginkan," ujar salah satu security yang sudah mulai kesal dengan tingkah Widia.


"Aku nggak peduli. Azka! Azka!!! keluar kamu!" teriak Widia yang sudah tidak peduli akan orang-orang yang melihat dirinya karena sudah membuat keonaran di perusahaan.


"Jangan membuat kamu bertindak kasar mbak. Tolong kerjasamanya!" tegas salah satu security yang bertubuh lebih tinggi.


"Aku cuma ingin Azka hadir di sini. Dan aku nggak akan menyerah sebelum dia bertemu denganku. Azkaaaa!!" teriak Widia yang pantang untuk menyerah begitu saja. Dia harus bisa melawan kedua security itu dan mengabaikan kondisinya yang sedang hamil muda tersebut.


"Cukup! Hentikan perbuatanmu itu!"


❤️❤️❤️


TBC