Kepentok Cinta Abang Duda

Kepentok Cinta Abang Duda
Episode 73



Pesta pernikahan di Jakarta tentunya tidak kalah meriah dengan pesta yang diadakan di Surabaya. Keluarga Maheswara mengundang semua relasi bisnisnya. Termasuk juga keluarga Ramadhan. Yang juga ikut diundang ke dalam acara pernikahan mewah tersebut.


"Selamat atas pernikahan kalian berdua. Saya doakan menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah," ucap tuan Albert beserta istrinya.


"Terimakasih banyak."


"Semoga kalian segera mendapatkan momongan," sambung istri tuan Albert menyalami Zara.


"Pastinya itu nyonya. Kami berencana program secepat mungkin," ini kalimat yang dilontarkan Aven begitu saja. Hal itu tentu membuat Zara menghela napasnya pelan mendengar ucapan suaminya yang sudah mulai omes tersebut.


Kedua pasangan paruh baya itu hanya tersenyum menanggapi jawaban sang mempelai pria yang tampak begitu semangatnya.


Kemudian di belakang pasangan Albert ada dua orang patuh baya yang cukup familiar bagi Aven dan juga Zara. Dia adalah kedua orang tua dari Azka Ramadhan. Wisnu dan juga Sintia Ramadhan. Mereka tetap saja hadir dalam pesta pernikahan tersebut. Meskipun pernah mengalami sebuah perselisihan dengan CEO perusahaan MH. Tetapi siapa juga yang mau melepaskan kerja sama dengan perusahaan sekelas MH.


"Selamat tuan Aven dan juga Zara," ucap Wisnu Ramadhan sambil mengulurkan tangannya.


Aven memeluk posesif Zara begitu melihat kedua pasangan itu mendekat.


"Terimakasih," jawab Aven singkat dan datar.


"Selamat ya Zara, maaf jika selama ini Tante dan juga keluarga Tante mempunyai banyak salah kepadamu," ucap Sintia Ramadhan dengan mata berkaca-kaca. Di menatap Zara dan memohon maaf dengan tulus. Tampak dari raut wajahnya. Dan Zara yang melihat semua itu hanya mampu menganggukkan kepalanya.


Buat apa menyimpan sebuah dendam terlalu lama kepada seseorang. Bukankah akan lebih lega jika saling memaafkan dan juga melupakan semua permasalahan tersebut.


"Terimakasih banyak Zara," ucap Sintia terharu akan kebaikan calon menantunya yang gagal tersebut. Dia tidak hanya cantik tetapi juga baik hati. Sayang, putranya tidak sebaik apa yang dia tunjukkan selama ini. Azka memang sudah sangat kelewatan. Membuang berlian demi baru kali yang tak berharga.


Setelah tamu undangan sedikit mereda dark kerumunan bersalaman dengan kedua mempelai. Beberapa tamu penting juga diajak untuk berfoto bersama. Termasuk para keluarga besar keluarga Maheswara. Bahkan mika sekarang sudah bersama kedua orang tuanya. Dirinya tidak bisa lagi berkutik saat orang tuanya sudah berada di Indonesia. Detik-detik dia berada di Indonesia tinggal hitungan waktu saja.


Tidak berapa lama setelah tamu mulai mereda. Aven memanggil asisten Dion agar membantunya untuk mengambil alih acara di pesta. Karena Aven ingin beristirahat dengan sang istri lebih cepat. Karena jadwal besok adalah penerbangan keduanya berbulan madu ke negerj ginseng.


"Lho bang, kok pengen turun sekarang?" tanya Zara yang melihat suaminya mengajaknya bergegas turun dari panggung pengantin.


"Iya Abang capek pengen segera istirahat," sahutnya santai.


Namum Zara memicingkan kedua matanya. Dia menangkap aroma yang berbeda dari sang suami. Benarkan cuma istirahat saja nantinya berdua di kamar.


"Benar istirahat saja ya?" ucap Zara dan disambut gelengan kepala oleh Aven.


"Ya jelas enggaklah, Abang kan juga pengen lagi," ucapnya tanpa malu lagi. Zara memejamkan kedua matanya sejenak.


Tuh kan bener apa dugaannya.


"Tapi tadi subuh kan sudah bang...." bisik Zara sambil celingukan kesana kemari takut ada yang mendengar obrolan mereka.


"Durasinya kurang sayang," jawab Aven jujur sambil mencubit kedua pipi Zara dengan gemas.


"A-apa?" Zara tercengang mendengar ucapan suaminya yang terus saja menggodanya itu.


"Kita balik ke kamar lagi aja yuk, lanjutkan yang tadi subuh terus besok pagi langsung go to Korea, okay sayang," ajak Aven sambil tersenyum pada Zara.


Tidak ada alasan bagi Zara untuk menolak ajakan suaminya. Meskipun permintaan itu sudah seperti minum obat saja. Sehari tiga kali belum lagi acara nambah-nambahnya. Mungkin inilah yang namanya harum pengantin baru. Lagi romantis-romantisnya dan tak mau berjauhan.


❤️❤️❤️


TBC