Kepentok Cinta Abang Duda

Kepentok Cinta Abang Duda
Episode 84



Zara tampak sedang bersiap-siap di depan cermin. Pagi ini dia ada janji dengan mama mertuanya yang ingin mengajaknya berjalan-jalan. Daripada dirinya juga bosan di rumah terus. Zara memutuskan untuk pergi main ke rumah sang mertua.


Ceklek.


"Sudah siap sayang?" tanya Aven yang baru keluar dari kamar mandi.


Aven tampak mengenakan boxer pendek setanah paha dengan handuk putih yang menggantung di lehernya. Zara yang melihat penampilan suaminya baru selesai mandi itupun langsung menuju ke lemari pakaian milik Aven. Zara memilihkan baju yang akan Aven kenakan hari ini. Hari ini Aven akan ke kantor bersama dengan papa Tomo. Karena ada sesuatu yang harus mereka cek di perusahaan.


"Kamu beneran nggak mau ikut ke kantor saja?" tanya Aven masih berharap istrinya mau ikut ke kantor. Namun istrinya itu masih kekeh dengan jawabannya.


Aven memeluk Zara dari belakang saat wanitanya itu tengah memilih kemeja yang dipakai nantinya oleh Aven.


"Enggak sayang, aku di rumah saja sama mama. Lagian mama pengen ngajakin jalan-jalan dan juga masak bersama buat nanti makan malam. Aku juga udah lama kan sayang nggak pernah keluar rumah. Pengen main aja sama mama nanti di mall sambil belanja."


Ekhemmm...


Aven sengaja berdehem mendengar kalimat main di mall. Dia merasa kurang senang saja saat mendengarnya.


"Jangan main di mall, nanti banyak yang ngelihatin," ucap aven yang masih setia memeluk tubuh sang istri. Harum sang istri seakan candu baginya dan sulit untuk melepaskan Zara jika sudah mode seperti ini.


"Apasih sayang, jangan overthingking ya. Aku sayang sama kamu kok, cup," Zara hanya bisa menenangkan suaminya dengan kecupan di hidung mancung Aven.


"Kalau nakal nanti malam dapat hukuman dobel," bisik Aven di telinga Zara.


Sedangkan Zara hanya mendengus mendengar ancaman sang suami.


"Tiap malam juga udah nambah terus nggak ada hentinya. Apa bedanya coba dengan malam-malam sebelumnya," ucap Zara.


Aven terkekeh mendengarnya. Memang dia nggak akan pernah puas jika cuma sekali aja.


Zara masih tampak bingung memilih warna kemeja yang akan digunakan oleh Aven. Sedangkan Aven tampak cuek saja dengan masih betah memeluk tubuh sang istri sambil mengecup leher serta pipi istrinya yang membuatnya gemas pengen gigit.


"Terserah kamu saja sayang. Apapun warna yang kamu pilih. Abang akan tetap memakainya," ucap Aven.


Dan pilihan pun jatuh ke warna biru saja. Zara juga memilihkan dasi dengan warna senada. Selain itu Zara juga memilihkan jas yang formal untuk suaminya. Karena akan ada pertemuan penting di perusahaan.


"Nanti kalau sudah sampai di kantor, Abang akan kabari kamu ya. Angkat teleponnya lho. Jangan sibuk main saja," ucap Aven yang seakan tidak rela jika istrinya jalan-jalan ke mall tanpa dirinya.


"Iya sayang, iyaaaaa."


Zara malas berdebat dengan sikap suaminya yang sedang mode cemburu itu. Daripada semakin panjang urusannya. Entah ya, semenjak menikah Aven malah yang semakin manja kepada Zara. Seperti saat ini. Dia meminta Zara yang memakaikan pakaian untuknya dari atas sampai bawah. Seharusnya kan Zara ya yang bermanja ria tetapi ini justru kebalikannya.


Ketika Zara hendak menaikkan resleting celananya. Tiba-tiba saja tangan Zara ditahan oleh aven. Zara bingung kenapa begitu. Memangnya ada yang salah ya. Zara menaikkan sebelah alisnya melihat wajah suaminya yang was-was.


"Pelan-pelan nariknya sayang. Jangan heboh seperti kemarin. Biji kehidupan ku sempet kejepit lho kemarin sayang. Kamu nggak akan tahu rasanya nano nano kek mana gitu, beneran deh."


Sreeeeeeekkkk


Zara justru langsung menarik resleting itu dengan sekali tarikan napas. Sedangkan Aven sendiri harus menahan napasnya saking takutnya.


"Jangan cerewet by, semalam juga masih hot kan dibuat mainnya."


❤️❤️❤️


TBC


🤣🤣🤣🤣🤣🤣 tolong author pas nulis adegan ini pas lagi oleng. Jadinya agak-agak gimana gitu. Sudah lanjut besok lagi aja ya. Bahaya keolengan ini🙈