Kepentok Cinta Abang Duda

Kepentok Cinta Abang Duda
Episode 75



Hotel di Seoul, Korea Selatan.


Tiga hari telah berlalu di Seoul. Dan selama dua hari lamanya Aven dan Zara hanya menghabiskan waktu di kamar hotel saja. Itu semua juga karena ulah Aven yang meminta janji dari sang istri. Gegara Zara meminta foto dan tanda tangan dari aktor Korea kesukaannya.


Janji yang diberikan kepada sang suami sangat dimanfaatkan dengan baik. Yaitu membuat istrinya benar-benar terkurung di kamar hotel saja. Apalagi cuaca sedang dingin membuat Aven semakin banyak beralasan malas keluar dari keluar dari hotel.


Tapi di hari ke tiga, Zara memberontak dan ingin keluar jalan-jalan. Sejak pagi dia sudah ngambek karena ingin diajak pergi.


Sebuah pelukan hangat melingkar di tubuh Zara. Bibir hangat menyentuh ceruk leher Zara dan menciumnya pelan.


"Sayang, ayolah jangan ngambek terus. Kita pasti jalan-jalan kok. Abang janji, ya, jangan manyun terus nanti cantiknya ilang," rayu Aven karena sejak tadi sang istri mencueki dirinya.


"Aku malas ya dikasih janji-janji palsu terus. Kayak kemarin itu aku ...."


"Iya oke, Abang beneran tepati kok. Sekarang siap-siap dulu gih. Biar makin cantik. Eh...nggak usah cantik-cantik. Gini aja juga udah cantik kok," ujar Aven yang nggak mau Zara berdandan yang berlebihan nanti bisa ketemu oppa-oppa kayak kemarin lagi.


Geram juga lihatnya si cowok tampak senang dan bahagia foto berdua dengan Zara. Sedangkan dia sebagai suami zara saja hanya bisa jadi juru fotonya. Poor Aven🤭


Akhirnya setelah dua hari dikurung di dalam kamar hotel. Sekaranh Zara bisa berjalan-jalan ke tempat yang dia mau. Tempat yang hanya bisa dia bayangkan ada di drama Korea yang selalu dia tonton selama ini.


"Wah .... bagus banget tempatnya. Ayo bang," tarik Zara yang begitu antusias ketika mereka sudah sampai di Gyeongbokgung Palace.


Saking bahagianya zara sampai berkaca-kaca melihat keindahan istana yang biasanya dia liat di drama kolosal Korea. Dia selalu tersenyum bagai melihat pemandangan indah kerajaan negara Korea tersebut. Apalagi saat melewati taman bunga yang begitu terkenal dengan jembatan di atasnya. Dia sering melihat adegan pertemuan antara pangeran dan juga putri yang ada di drama.


"Abang, aku mau seperti mereka," tunjuk Zara kepada orang-orang yang menggunakan hanbok, baju khas tradisional Korea. Bahkan ada yang memakai pakaian couple dan berfoto bersama. Hal itu membuat Zara ingin sekali melakukannya.


"Tapi sayang...."


"Udah ayo, nanti kita couplean ya," tarik zara yang tidak mau suaminya beralasan macam-macam.


"Wah kita udah seperti sejabin dan seja di drama the queen's umbrella, sayang," ucap Zara dengan bersemangatnya. Sedangkan Aven hanya ikut bahagia saja. Dia tidak mengerti istilah sang istri yang doyan banget nonton drama Korea tersebut.


Hari ini mereka akan menikmati indahnya suasana di Korea Selatan. Zara tidak mau nantinya dia pulang ke Indonesia dengan penyesalan. Mumpung honeymoon ke negara yang paling dia inginkan untuk dikunjungi. Dia ingin mencoba berbagai hal yang membuatnya penasaran selama menonton drakor selama ini.


Tidak ada itu Zara juga memaksa Aven mencoba makanan khas Korea Selatan seperti kimchi, kimbab, bibimbap dan juga bulgogi. Mereka menikmati makanan yang menuruti lidah keduanya cocok. Meski ada beberapa yang menurutnya kurang pas di lidah mereka orang Indonesia.


Mereka juga mengunjungi Coex Aquarium yang merupakan akuarium terbesar di Seoul, Korea Selatan, yang menjadi rumah bagi empat puluh ribu hewan laut. Dan terbanyak untuk spesies hiu di tempat ini. Zara mencoba memberi makan penguin dan beberapa fotonya di abadikan oleh Aven. Senyuman istrinya merupakan kebahagiaan yang juga dia rasakan.


Malam harinya mereka berada di sekitar Namsan Seoul Tower. Meskipun dia naik ke sana karena zara yang sudah merasa lelah. Tetapi kebersamaan keduanya diabadikan dengan foto berlatar belakang tower terkenal di Korea tersebut. Di sana juga menjadi tempat pasangan muda mudi untuk mengabadikan momen kebersamaannya.


......................


Jakarta.


"Setelah om dan tantemu pulang dari bulan madunya. Kamu juga ikut papa dan mama kembali ke London. Selesaikan pendidikanmu dahulu. Jangan membuat malu keluarga kamu, mika. Kalau memang kamu tidak mau dijodohkan. Papa tidak akan memaksa. Tapi dengan satu syarat. Kamu harus kuliah di jurusan yang papa inginkan. Kamu juga harus belajar mulai sekarang memimpin perusahaan papa. Papa tidak mau kamu memilih sekolah modelmu itu. Tapi kalau kamu menolak syarat dari papa. Maka dengan terpaksa kamu akan papa jodohkan dengan putra rekan bisnis papa."


"Tapi pa..."


Mika ingin membantah ucapan sang papa. Dia tidak mau hidupnya dikekang seperti itu hanya karena dia anak tunggal dalam keluarganya. Namun, sang mama memegang lengan mika sambil menggelengkan kepalanya. Dia tidak mau melihat pertengkaran dua orang yang begitu keras kepala. Apalagi mika dan papanya benar-benar bak pinang dibelah dua.


Sang mama meminta mika untuk menurunkan egonya. Mereka hanya ingin mika nantinya tidak menderita dan belajar bertanggungjawab akan hidupnya. Karena dia satu-satunya keturunan yang dimiliki dalam keluarga mereka.


❤️❤️❤️


TBC


Karena malam mingguan, ditambahin satu episode ektra sebagai teman baca di malmingnya🙈