
"Astaga, jadi mama menemui wanita itu?" tanya pak Tomo begitu mendengar laporan dari asistennya kalau sang istri melabrak mantan menantunya di apartemen milik si model.
"Hufff, mama sebal pa dengan kelakuan dia. Mau siapa yang berani melabrak wanita ular yang tidak tahu diri itu. Mana dia kurang ajar banget dan nggak punya otak. Dia mengirim foto-foto dirinya dan juga Aven saat mereka masih menikah dulu. Apalagi fotonya saat mereka berhubungan badan. Gila bukan! Mama sudah gerah menghadapi wanita modelan seperti dia," mama Alin seketika gerah saat sang suami membahas permasalahan ini di ruang kerjanya.
Pak Tomo menghela napasnya panjang. Dia tahu bagaimana karakter dari sang istri yang keras dan juga pastinya tidak akan diam saja melihat sang calon menantunya disakiti. Apalagi Zara adalah calon menantu idamannya sejak dulu. Pastinya sang istri akan menjadi garda terdepan dalam memberantas bibit-bibit hama seperti seorang Jessica.
"Ya sudahlah ma, yang jelas anak kita tidak lagi berhubungan dengan wanita itu. Aven memilih Zara, gadis yang lebih baik dan insyaallah bisa membuat anak kita menjadi lebih baik lagi ke depannya," ucap pak Tomo menenangkan sang istri yang masih tersulut emosinya.
"Bagaimana mama nggak meluap-luap pa. Jika kelakuannya seperti itu. Dulu mencampakkan anak kita seperti sampah. Sekarang dia pengen menghancurkan kebahagiaan anak kita. Sakit hati mama sebagai seorang ibu, pa," curhat mama Alin yang merasa sangat kecewa dengan perilaku Jessica dulu dengan teganya meninggalkan Aven berselingkuh dengan suami orang.
"Ya sudahlah, mama sudah melabrak dia kan?"
Mama Alin menganggukkan kepalanya.
"Sudah menumpahkan segala kekesalan padanya juga kan?" tanya pak Tomo kembali dan dijawab anggukan kepala oleh sang istri.
"Ya sudah, mama hilangkan kekesalan mama. Jangan terus marah-marah. Ingat kesehatan mama. Sebentar lagi mama akan menikahkan putra kesayangan mama dengan calon mantu idaman. Jadi perbanyak istirahat. Urusan Jessica biar papa yang tangani kalau dia sampai berani mau menghalangi pernikahan putra kita," kata pak Tomo membuat hati mama Alin merasa lega mendengarnya.
Jika sang suami sudah turun tangan langsung. Maka sebuah perlindungan khusus pastinya yang akan diberikan oleh seorang Tomo Maheswara.
"Terimakasih banyak papa. You are my Hero, cup," sebuah kecupan sayang bersarang langsung di pipi pak tomo. Membuatnya bahagia karena mampu membuat istrinya kembali tersenyum bahagia. Ya, pak Tomo tidak mau kejadian yang menimpa Aven terulang kembali. Wanita ular seperti Jessica harus dijauhkan dari keluarganya secepatnya.
......................
"Kamu yakin pulangnya sekarang sayang? Nggak bareng sama Abang saja nanti dekat dengan hari H nya?" tanya Aven yang enggan berpisah terlalu lama dengan zara.
Karena begitu Zara sampai di Surabaya pastinya mereka akan menahan rindu yang cukup lama buat Aven. Rasanya bagai berabad-abad lamanya. Keluarga Zara akan mengadakan yang namanya pingitan. Dan selama pingitan itu kedua calon pengantin tidak boleh saling bertemu ataupun bertukar pesan. Bahkan hape Zara bakalan langsung disita nantinya oleh sang bunda. Jadinya selama seminggu itu mereka akan saling memupuk kerinduan. Sampai pada akhirnya haru ijab qobul berlangsung. Keduanya akan dipertemukan kembali di depan penghulu.
"Abang pastinya akan merindukan kamu, sayang," rengek Aven yang merasa akan sulit dirinya menjalani prosesi pingitan ini. Namun apa boleh buat jika kedua belah pihak keluarga sudah menyetujuinya.
"Kalau Abang nggak mau nanti nggak diijinin nikah sama ayah lho," ucap Zara menakuti calon suaminya.
Grep.
"Aku bakalan culik kamu dan membawamu ke hutan. Kita tinggal berdua di sana jauh dari keramaian. Hanya aku dan kamu saja," kata Aven sambil memeluk pinggang ramping sang pujaan hati.
"Ihhh, ngarang aja ini Abang duda. Seenaknya aja mau nyulik anak gadis orang," ucap Zara sambil menyentil gemas hidung mancung sang lelaki.
"Biarin, karena aku cuma pengen kamu sayang," kata Aven sambil memeluk tubuh Zara dengan erat.
"Eh ..Abang, jangan main peluk-peluk gini. Nanti kalau ada mama datang, Abang bisa kena tegur mama lho. Lagian aku udah ditungguin lho bang sedari tadi," kata Zara mencoba melepaskan pelukan Aven yang cukup erat.
Akan tetapi si duda keren itu justru semakin erat memeluknya.
"Biarin aja, aku pengen ngisi amunisi yang banyak karena rasa rinduku yang begitu besar kepadamu," ucapan Aven sukses membuat Zara ingin tergelak dibuatnya.
Sejak kapan duda tampan ini bisa menjadi anak senja seperti ini.
Ehem!!
Ehemmm!!!
❤️❤️❤️
TBC