Kepentok Cinta Abang Duda

Kepentok Cinta Abang Duda
Episode 96



Pukul empat pagi, Zara mulai mengerjapkan kedua matanya. Rasanya terasa berat untuk membuka matanya akan tetapi suara yang begitu merdu terdengar membuat Zara penasaran sedang dimanakah dia sekarang.


Zara mendengar suara ayat suci Alquran dilantunkan seseorang. Apakah dirinya berada di tempat yang berbeda saat ini. Karena Zara kembali teringat dengan kejadian terakhir yang dia alami. Zara sadar bahwa seluruh tubuhnya kini terasa sakit. Apakah dirinya sudah pergi? Lalu mengapa dia justru mendengar suara suami tercinta sekarang?


Zara meringis sedikit dan mencoba menoleh ke arah samping. Ternyata suara tersebut benar-benar berasal dari lantunan suara sang suami.


Di atas sajadah panjang itu, Aven duduk sambil membaca Alquran setelah selesai menjalankan ibadah sholat subuh. Dia melantukan ayat-ayat suci Allah sambil mendoakan untuk kesadaran sang istri. Aven hampir semalaman tidak bisa memejamkan mata. Dia masih menyalahkan dirinya sendiri dan juga kebodohannya karena menyebabkan kedua orang yang dia cintai celaka.


Zara memperhatikan suaminya dari samping sambil tersenyum tipis. Entah mengapa dia merasa penampilan suaminya sekarang terlihat begitu tampan berkali-kali lipat dari sebelumnya.


Aven tidak mengetahui jika sang istri sudah sadarkan diri. Dia merasa hatinya merasa tenang ditengah ujian perasaan yang tengah melanda dirinya.


"Shadaqallahul-'adzim."


Setelah selesai Aven kemudian merapikan sajadah dan Al-Qur'an di atas nakas. Dia masih belum sadar jika sedari tadi Zara memperhatikan gerak geriknya.


"Abang...."


Mendengar suara panggilan Zara yang begitu lirih langsung membuat Aven menoleh ke arah ranjang, tempat istrinya tergolek lemah di sana. Aven segera menghampiri sang istri sambil mencium telapak tanga istrinya saking bahagianya.


"Alhamdulillah yank, kamu sudah bangun. Apa yang sakit yank, bilang sama Abang yank?"


Bukannya menjawab pertanyaan suaminya. Zara justru terdiam sambil memandangi Aven dengan begitu lekat. Ia bisa melihat raut wajah suaminya yang begitu pucat ditambah lagi lingkar mata seperti orang kekurangan tidur.


Aven tersenyum sambil mengelus-elus rambut sang istri. Dia mencium kening Zara berkali-kali bahkan air matanya kini mulai jatuh karena mengingat kepergian sang buah hati. Zara semakin dibuat bingung dengan tingkah suaminya tersebut.


"Abang kenapa?"


Aven menatap ke arah Zara yang menatapnya juga dengan wajah bingung. Aven menghapus air matanya. Dia mencoba menenangkan dirinya sebelum memberitahu Zara apa yang terjadi dengan dirinya. Aven memegang tangan Zara dan membelainya dengan penuh kelembutan.


"Jangan maafin Abang yank, karena Abang telah salah, Abang nggak bisa jaga kalian berdua. Gara-gara Abang yang bodoh ini. Suamimu yang bodoh dan tidak berguna ini, membuat kamu mengalami kecelakaan. Dan juga kehilangan calon anak kita yank. Semua ini salah Abang yank. Abang yang salah yank," Aven kembali menangis sambil menundukkan kepalanya di tangan sang istri.


Zara yang mendengar penjelasan dari suaminya cukup terkejut juga. Dia tidak menyangka jika dirinya sedang berbadan dua. Zara kembali teringat pagi itu dia merasakan dirinya ada yang berbeda. Dia juga seringkali mual dan tak bisa mencium bau menyengat di sekitarnya. Jadi itulah penyebabnya. Dirinya sedang hamil ternyata. Dan Zara tidak mengetahui semua tanda-tanda tersebut.


Zara kembali teringat saat dia bermimpi ada seorang gadis kecil yang sangat lucu menemani dirinya bermain di taman yang indah. Zara begitu bahagia tetapi gadis itu memintanya untuk kembali. Si anak kecil lucu itu justru pergi meninggalkan dirinya bersama dengan almarhumah nenek Zara. Jadi apakah dalam mimpi Zara tersebut anak itu adalah janin yang ada dalam kandungannya.


Zara meneteskan air matanya. Apalagi melihat Aven yang tampak begitu bersedih. Zara tahu ini adalah ujian dalam rumah tangganya bersaman si mantan duren tersebut.


Maafkan bunda sayang.... bunda tidak mengetahui keberadaan kamu dalam diri bunda. Sehingga bunda kurang bisa menjaga diri selama kamu berasa di rahim bunda. Semoga nanti kita dipertemukan kembali di surgaNya Allah, nak. Aamiin.....


❤️❤️❤️


TBC


sebentar lagi selesai ya cerita ini 😌 jangan kaget kalau nanti ada tulisan tamat nya💨💨💨💨