Kepentok Cinta Abang Duda

Kepentok Cinta Abang Duda
Episode 40



"Mas ven kenapa?"


Suara itu seketika membuat Zara menoleh dan menghela napa panjang. Ternyata suara deheman tadi berasal dari sang adik. Astaga! Zidan resek banget ya. Masak meniru suara ayahnya barusan. Bikin Zara seketika spot jantung saja.


"Kamu..."


"Hehehe....kaget ya mbak?" tanya Zidan sambil menaik turunkan alisnya.


Bug!


"Aduh!"


Sebuah pukulan di lengan Zidan segera dilayangkan oleh Zara. Adiknya satu itu mendadak usil banget setelah tahu dia punya pacar deh.


"Mas ven, mas musti hati-hati sama dia. Suka dikit-dikit mukul. Neh, sama adik sendiri aja gampang banget main tangannya," adu Zidan dengan wajah memelas kepada Aven.


Sedangkan duda tampan itu hanya tertawa kecil melihat perdebatan kakak adik sedari tadi.


"Udah ih, sana kamu keluar. Ganggu Mulu kerjaannya. Mbak mau suapin bang Aven dulu. Gara-gara kamu neh bang Aven jadi sampai sakit begini," gerutu Zara memarahi sang adik.


"Maaf ya mas, gegara kemarin hujan-hujanan jadinya mas sampai demam seperti ini," ujar Zidan merasa bersalah.


Aven menepuk bahu Zidan perlahan.


"Santai aja dan, bukan salah kamu kok. Cuma kondisiku aja yang lagi ngedrop," jawab aven dengan tersenyum.


"Tuh mbak, bukan salah Zidan kata mas Aven," sungut Zidan menggoda sang kakak kembali.


Plak!


"Aduh, mbak!" teriak Zidan yang kena geplak di lengannya oleh sang kakak.


"Kamu itu ya kalau dibilangin malah ngeles mulu kayak bajay aja," omel Zara.


Aven tak mampu menahan tawanya melihat keseruan kakak adik yang masih aja adu debat.


"Udah sana gih, kamu bikin emosi aja kalau di sini," usir Zara kepada sang adik.


"Yaudahlah aku mau gangguin bunda aja, hehehehe... cepet sembuh ya mas," pamit Zidan kepada calon kakak iparnya.


"Iya dan."


Husttt...


Husstt...


Husstt...


Usir Zara kepada sang adik. Aven justru masih mentertawakan tingkah keduanya yang seperti kartun serial anak yang suka kejar-kejaran itu.


"Kalian lucu tau, dan kamu juga sayang kalau marah-marah gitu makin imut deh," ucapan yang membuat Zara mengernyitkan dahi. Seorang pangeran kutub selatan yang dingin bisa juga bersikap lebay kayak gitu. Masak ngatain Zara imut.


"Ayo bang, makan, setelah itu minum obat dan beristirahat," ujar Zara mengalihkan pembicaraan.


Cup


Sebuah kecupan singkat di bibir Zara yang merah muda itu membuat gadis tersebut membelalakkan kedua matanya terkejut. Pasalnya selama ini dia tidak pernah berciuman dengan mantan-mantan pacarnya. Kalau hanya sekedar mengecup kening, tangan, pipi, itu pernah dia lakukan. Tetapi dia sangat anti memberikan bibirnya kepada lelaki. Karena dia berprinsip bahwa bibir itu akan dia berikan kepada calon suaminya.


"Abang....." ujar Zara berkaca-kaca membuat Aven langsung terkejut.


Memangnya apa yang salah dengannya barusan?


"Kenapa sayang?" tanya Aven menatap Zara serius.


"Kenapa mencium bibirku, hiks....hiks...ini kan hanya aku persembahkan kepada suamiku kelak bang. Ihhhh....Abang jahat!" ujar Zara sambil memukul dada aven kesal.


"Aduh! Maaf sayang...Abang nggak tau kalau itu ciuman pertama kamu. Udah ya, jangan marah, Abang minta maaf," ujar Aven sambil menangkup kedua pipi Zara yang gemoy.


Sungguh menggemaskan sekali kekasihnya ini. Betapa bahagianya Aven saat mendengar bahwa dialah yang pertama. Masih akan ada yang pertama lainnya untuknya. Rasanya pengen cepet-cepet nikahin gadis cantik di hadapannya ini.


"Ya udah daripada ciumannya membekas, gimana kalau Abang hapus aja bekasnya tadi?" tawar Aven dengan menahan kedutan yang ada di sudut bibirnya.


Tawaran Aven itu seketika membuat Zara terdiam.


"Hah? Dihapus? Caranya bagaimana?" tanya Zara bingung memikirkan cara menghapus ciuman di bibir. Memangnya ada ya? Baru dengar dia ada cara seperti itu?


"Ada, caranya kayak gini, cup, cup, cup."


Zara seketika melototkan kedua matanya saat Aven justru kembali mencium bibirnya lebih lama dari sebelumnya.


Bug


Bug


Bug


"Ihhhhh....Abang ya!"


"Hahahaha, ampun sayang, ampun sayang," ujar Aven yang terkena gebukan sang kekasih yang kesal karena kejahilan dirinya.


"Astaga, bang Aven pinter juga caranya dapetin mbak Zara. Caranya bisa ditiru tuh, ilmu baru," gumam Zidan tersenyum mengintip kemesraan sang kakak dan calon kakak iparnya tersebut dari balik pintu.


❤️❤️❤️


TBC