
Ting Tong
Ting Tong
Ting Tong
Jessica sedang asyik melakukan perawatan di dalam apartemennya. Dia merasa terusik dengan kedatangan tamu tak diundang datang seperti itu menekan tombol bel.
"Siapa sih, berisik banget," ucap Jessica kemudian mengintip sejenak melihat siapa yang datang. Dan dia hanya melihat seorang gadis remaja berdiri di depan pintu apartemennya.
"Siapa sih? kok mukanya nggak kenal ya?" batin Jessica namun tetap saja pintu apartemen dia buka. Untuk bisa memberikan pelajaran untuk orang yang sudah mengganggu dirinya.
Ceklek!
"Heh, kamu si...."
Plak!
Plak!
Dua kali tamparan membuat Jessica seketika merasakan panas tidak hanya dipipinya akan tetapi juga di wajahnya.
"Dasar wanita tidak tahu malu. Masih berani kamu ya menemui dan mengganggu anakku. Setelah kamu campakkan dia dengan lelaki lain. Dasar wanita murahan!" sentak suara wanita yang dia ketahui dengan jelas.
Jessica membelalakkan kedua matanya saat melihat sang mantan ibu mertuanya. Kini berada di hadapannya dengan seorang gadis remaja yang entah siapa.
"Ma...mama ...aku.."
Plak!
Jessica terdiam tidak mampu menjawab ucapan sang mantan mertua. Dia hanya bisa menahan panas di kedua pipinya. Jessica sekarang tidak memiliki seseorang yang mampu membela dirinya. Setelah sang produser mencampakkan dirinya. Dan sang istri sah mengancam akan menghancurkan karirnya.
"Ingat baik-baik ucapanku, dasar ja-lang!" ucap mama Alin berapi-api karena mendapati kenyataan wanita ini berani mendatangi putranya di kantor. Tidak hanya itu saja. Dia juga berani meneror Zara, calon menantunya dengan foto tak layak dipertunjukkan ke publik. Orang bisa salah paham dengan foto intim tersebut.
"Ayo Oma kita pergi dari sini," ajak mika yang melihat kemarahan Oma nya. Dia hanya tidak ingin penyakit sang Oma kambuh nantinya kalau banyak marah-marah.
"Jangan bermain-main dengan kami ya! Kamu bukan siapa-siapa di mata kami lagi. Setelah putraku kamu bandingkan dengan suami orang yang menjadi teman ranjangmu itu," ucap Alin kemudian ditarik pergi oleh mika karena keributan mereka menarik perhatian beberapa penghuni apartemen sebelah.
Jessica dengan mata berkaca-kaca menatap ke sekelilingnya setelah kepergian nyonya besar keluarga Maheswara tersebut. Dia mengepalkan kedua tangannya erat. Dia merasa sakit hati dihina dan dipermalukan dihadapan banyak orang. Sebagai seseorang yang memiliki profesi sebagai publik figur tentunya Jessica merasa dirinya semakin hancur sekarang.
Braaaaak
Dia menutup pintu apartemennya dengan keras.
Arrrrrrrkkkkkhhhhh!!!!!
Jessica meraung keras menumpahkan segala kekesalan pada dirinya sendiri. Yang dulu memilih jalan yang bodoh. Kenapa dia meninggalkan Aven hanya untuk produser yang kini juga telah mencampakkan dirinya. Karena ketakutannya dengan sang istri. Kini Jessica bingung harus kemana lagi dia mencari perlindungan. Hanya Aven lah, satu-satunya lelaki yang pernah mencintai dia setulus hati. Namun justru dia sakiti dan khianati.
"Aku menginginkanmu ven.... aku mencintaimu mas ......." teriak Jessica sambil menangis menepuk-nepuk keras dadanya sendiri yang terasa sakit. Setelah seseorang itu pergi dan memilih orang lain sebagai tempatnya berlabuh. Justru sekarang baru Jessica rasakan betapa besar cinta yang dia miliki untuk Aven, mantan suaminya itu.
Namun semuanya sudah terlambat. Dan dialah yang memulai kehancuran rumah tangga mereka dulu.
❤️❤️❤️
TBC