Kepentok Cinta Abang Duda

Kepentok Cinta Abang Duda
Episode 72



Tap


Tap


Tap


"Cieeee....pengantin baru udah seger aja neh pagi-pagi," suara itu membuat Zara menoleh dan mendapati sang adik tengilnya yang sudah menggoda.


"Kamu apa-apaan sih dek, ini masih pagi tau," sahut Zara sambil mendelik tajam ke arah si adik.


Zidan terkekeh mendengar ucapan Zara yang terkesan marah. Karena dia memang sering menggoda sang kakak.


"Habisnya sepagi ini udah main keramas aja. Lagi jadi duta shampo ya mbak, tiap hari keramas terus," sindir Zidan sambil menahan tawanya.


Bugh


"Aduh."


"Dasar ini anak ya, mulutnya nggak bisa di rem. Kamu nanti awas aja ya kalau udah nikah terus kayak mbak gini. Aku pastikan bakalan ledekin istri kamu terus ya. Liat aja ntar," ancam balik Zara yang nggak terima akan ucapan Zidan.


Zara kemudian berlalu mengambil segelas susu dan sepasang roti bakar yang sudah dia olesi dengan selai coklat kesukaan suaminya.


"Eh, mbak mau kemana emangnya?" tanya Zidan yang melihat kakaknya membawa nampan dan hendak kembali ke kamarnya.


"Ambilin sarapan buat Abang ven," jawab Zara santai.


"Lho emangnya mas ven kenapa? Kok sarapannya sampai dibawain ke atas segala? Mas ven sakit ya?" tanya Zidan dengan kekepoannya.


"Kepo!" balas Zara sambil menjulurkan lidahnya.


"Heh? Ditanya kok gitu amat punya kakak cewek ya. Eh, tapi kenapa sampai sarapan aja dibawain ke atas sama mbak Zara. Mas ven masak iya beberapa hari aja ngehadapin mbak Zara udah tumbang begitu aja. Wah...keren dong mbak ku. Kuat juga dia bisa menghadapi seorang duda," puji Zidan dengan imajinasinya sendiri. Sambil senyum-senyum membayangkan kejadian Aven dan Zara dalam lamunannya.


Ceklek.


Zara memasuki kamar tidurnya dengan hati-hati karena membawa nampan yang berisi sarapan pagi buatnya dan juga suaminya.


"Eh, nggak usah bang, nggak usah bantuin. Aku bisa sendiri," tolak Zara saat suaminya ingin ikutan membantunya membawakan makanan.


"Maaf ya sayang kamu jadi repot-repot begitu. Ssstttttt," desis Aven yang kesakitan akibat tragedi tadi pagi yang seketika membuat luka di pinggangnya.


"Abang sih, makannya jangan terlalu heboh. Udah dibilang nanti lagi kan bisa, kenapa malah ngeyel minta terus aja. Coba kalau udah begini siapa yang ngerasain sakitnya, hmmm," omel Zara sambil membawakan salep untuk mengobati luka memar yang ada di pinggang suaminya.


"Ya mana aku tau ada sabun batangan di kamar mandi sayang. Kamu juga kenapa nyimpen sabun segala sih," balas Aven membela diri.


"Tapi nyeri sayang," ujarnya sambil memeluk pinggang ramping istrinya.


Zara pun menjadi kasihan dibuatnya. Karena kalau tadi dia tidak jatuh di atas tubuh Aven pastinya mantan duren itu nggak akan mengalami tragedi mengenaskan seperti itu. Ya, jadi mereka rencananya mau mandi berdua. Keduanya memadu kasih sebelum mandi. Aven menyingkirkan beberapa benda yang ada di wastafel kamar mandi untuk mendudukkan Zara di sana.


Keduanya asyik berciuman dan ketika melangkah sambil menggendong tubuh Zara. Aven tidak menyadari kalau di belakangnya ada sabun batangan tergeletak. Jadilah dia terpeleset dengan Zara yang ada di atasnya.


Bersyukur Zara tidak mengalami cidera apapun. Namun naas bagi suaminya yang pinggangnya terbentur bath up karena jatuh dalam kondisi tidak seimbang. Bagaimana bisa dia menahan beban tubuh Zara yang dia gendong di depan tubuhnya.


Wkwkwkwkwkw


"Sayang kenapa malah ketawa sih?" protes Aven melihat sang istri mentertawakan apa yang menimpa dirinya.


"Maaf Abang, habisnya lucu lho. Abang juga sih, dibilang nanti aja eh nggak sabaran banget. Begitu masuk kamar mandi udah langsung tancap gas aja. Kalau udah begini gimana coba. Enak nggak dapet, pinggang udah memar duluan," ucap Zara sambil menutup mulutnya menahan tawa.


Grep


"Dasar kamu ya, aduh!"


"Nah kan dibilang juga apa, jangan banyak bergerak dulu, Abang sayang," ujar Zara membantu suaminya duduk dengan benar.


Cup


Cup


Cup


Tiga kecupan mendarat di kening dan kedua pipi suaminya yang gantengnya maksimal itu. Biar nggak marah-marah lagi akibat tragedi sabun di kamar mandi.


"Yaudah, kita sarapan dulu ya cintaku. Jangan ngambek mulu, biar cepat sembuhnya itu pinggang, ya," ucap Zara dengan lembut.


"Suapin."


Zara mengangguk mengiyakan permintaan suaminya tersebut.


Akhirnya keduanya pagi itu memilih sarapan di kamar saja. Sementara mereka tinggal di Surabaya, kediaman keluarga Adhitama. Sebelum nantinya minggu depan mereka ke Jakarta untuk merayakan pesta pernikahan di sana. Karena Aven anak tunggal, maka mama Alin tentu saja akan menggelar pesta meriah di Jakarta.


❤️❤️❤️


TBC