
Waktu bergulir dengan cepat. Tidak terasa kini sudah hampir dua tahun setengah setelah kelahiran bayi kembar Aven dan Zara. Ya, akhirnya mereka dikabulkan mendapatkan buah hati kembar sepasang, cowok cewek. Favel Maheswara dan Velfa Maheswara. Kedua bayi gembul itu sudah tumbuh menjadi balita yang lucu dan menggemaskan bagi semua orang.
Sementara Jessica masih dirawat di rumah sakit jiwa. Kondisinya bukannya semakin membaik justru semakin parah setiap harinya. Berkali-kali dia melukai dirinya sendiri dan juga para perawat yang ada di sekitarnya. Karena itulah dia sekarang ditempatkan di ruangan khusus. Karena resiko melukai orang begitu tinggi. Mungkin ini adalah karma yang harus dia terima. Akibat perbuatan jahat dia selama ini.
Sejak semalam hujan terus mengguyur Surabaya. Ya, keluarga Aven sedang berlibur ke rumah mertuanya di sana. Karena Zara juga sudah lama tidak bertemu kedua orang tuanya. Dia kangen dengan suasana di kota kelahirannya tersebut. Apalagi suaminya seringkali sibuk dengan urusan pekerjaannya.
Di halaman rumah keluarga Adhitama. Terlihat seorang balita tengah asyik memainkan genangan air serta tanah yang ada di dalam pot bunga. Bahkan bunganya sudah dia cabut dari potnya. Tidak hanya itu saja, balita gembul itu juga merubah beberapa bunga kesayangan dari bunda Nia yang tertata rapi di rak-rak.
Balita itu masih asyik bermain dengan air bekas hujan serta tanah becek yang ada di tangan mungilnya yang gembul. Sesekali dia usapkan kewajah serta baju yang ia pakai.
"BUNAAAAAAA!!!!!!!!"
Suara teriakan dari balita yang baru saja keluar dari rumah terdengar begitu nyaring. Setelah dia melihat kelakuan Kaka kembarnya di taman bunga milik sang nenek.
"BUNAAAAA!!!!!! BUNAAAAAAA!!!!!!!!
Balita dengan rambut dikuncir ekor kuda tersebut terus saja berseru memanggil-manggil nama orang yang saat ini sedang dia butuhkan. Akan tetapi orang tersebut tak kunjung datang.
Tap
Tap
Tap
Terdengar langkah kaki orang dewasa berlari mendekat ke arahnya.
"Ada apa Velfa sayang?" tanya Aven yang seketika berlari dari dalam rumah mendengar teriakan putrinya.
"Itu ayah," tunjuk putri ke arah kakak kembarnya.
"Astaghfirullahhaladzim nak!" seru pria si mantan duren itu yang syok melihat kelakuan putranya di halaman rumah mertuanya.
"Kamu sedang apa Favel??? Kenapa muka kamu cemot semua dengan lumpur begitu?" Aven menepuk keningnya tidak habis pikir dengan kelakuan konyol anak pertamanya tersebut.
"Aku mandi lumpul ayah kaya olang-olang di hape," jawab Favel dengan senyumannya yang begitu tampak bahagia.
Ia sama sekali tidak merasa bermasalah kalau nantinya sang nenek bakalan marah karena tanaman hiasnya yang mahal-mahal itu sudah hancur akibat ulah cucunya yang unik tersebut.
"Ada apa sih bang, kok aku denger teriakan Velfa dari dalam, ASTAGHFIRULLAHHALADZIM!!!!!"
Zara dan juga bunda Nia tampak terperanjat kaget melihat sosok balita yang tengah duduk di halaman. Kedua wanita beda usia itu cukup syok dengan penampilannya. Bahkan bunda Nia sampai beristighfar berkali-kali.
"Omaaaaaaaa."
Balita itu berlari menuju ke arah omanya dengan membawa satu tangkai bunga dan diberikannya kepada sang Oma.
"Omaaaa, lihat Pavel punya bunga tantik buat Oma. Pavel tabur Dili Oma Dali tana."
Jemari kecilnya menunjuk ketempat dimana dia menemukan serta mencabut bunga yang dia temukan di atas rak yang terjangkau oleh tubuh mungilnya.
Mendengar ucapan sang putra, Zara langsung memeluk lengan Aven, suaminya. Mendadak dia gemas sendiri dengan kelakuan anak pertama mereka itu. Kenapa anaknya ini doyan rusuh sekali.
"Tenang yank, nanti Abang beliin tanaman hias baru buat bunda," bisik Aven lirih sambil mengelus punggung tangan sang istri menenangkan.
"Jadi bunga Oma dicabut Favel?"
Balita gembul itu menganggukkan kepalanya lucu. Dengan mata berbinar sembari menyerahkan satu tangkai Orchid Bulan koleksi bunda Nia yang sudah tak bernyawa.
"Pinter banget cucu Oma, makasih sudah milih bunganya buat Oma ya sayang," puji bunda Nia sambil mengembangkan senyumannya untuk sang cucu gembul yang sudah merusakkan tanaman kesayangannya. Padahal dalam hati Bunda Nia selalu beristigfar terus menerus. Tapi mau bagaimana lagi, cucunya masih kecil dan belum paham kalau bunga-bunga itu harganya mahal.
❤️❤️❤️
TBC
Yang sabar ya Oma🤣 nanti tanaman bunganya di gantiin kok sama menantu kesayangan. Tenang aja Oma, menantu mah siap ngirimin satu pickup tanaman hias khusus buat mertua tercinta. Ya, kalau si mantan duren nggak sanggup gantiin, cukup suruh dia tidur di halaman rumah saja, beres kan😆😆biar dikerubutin sama nyamuk😆😆😆