
"Kamu harus lebih perketat penjagaan diberbagai tempat dan juga, astaga! Zara!" Aven tampak terkejut melihat kedatangan istrinya yang sudah berada di kantornya.
Padahal tadi pagi tidak mau diajak ke kantornya. Malah memilih diam di rumah mama Alin. Sekarang tiba-tiba saja Zara sudah berdiri di samping Monika. Dia sudah menunggu kedatangan suaminya yang sedang rapat di ruangannya.
"Abang..."
Grep.
Aven langsung spontan memeluk tubuh istrinya saat Zara nemplok begitu saja melihat dirinya. Entah kenapa akhir-akhir ini Zara begitu manja dengan Aven. Bahkan sikapnya yang malu-malu dulu itu sekarang sudah hilang. Zara tak lagi malu untuk memeluk dan mencium Aven di tempat umum. Badas sih, cuma Aven takutnya nggak bisa nahan diri aja kalau di tempat umum Zara meminta ini itu padanya.
Asisten Dion dan juga Monika bergegas meninggalkan keduanya yang sedang asyik dengan dunianya sendiri. Keduanya pergi saja daripada menjadi obat nyamuk.
"Sayang, kamu datang dengan siapa?" tanya Aven sambil memeluk Zara yang masih asyik bergelendotan di lengannya.
"Diantara sopir di rumah mama, bang. Aku bawa makan siang buat Abang. Pasti Abang belum makan siang kan. Aku bawakan makanan kesukaan Abang. Ada udang tepung crispy yang enak banget. Abang harus cobain dan habisin makanan ini. Karena ini aku buatin spesial dengan cinta untuk Abang," ucap Zara panjang lebar sambil menyiapkan bekal yang sudah dia persiapkan dari rumah.
Aven sampai tidak bisa berkata-kata melihat betapa sigap dan cerianya sang istri bercerita tentang apa yang dia lakukan untuknya. Aven pun hanya bisa membalasnya dengan pelukan dan juga kecupan ringan di kening Zara.
Cup.
"Makasih banyak ya sayang, aku sayang sama kamu."
"Aku juga sayang sama Abang. Saranghae...." balas Zara sambil memberikan jari bentuk hatinya kepada sang suami.
Astaga, manis sekali perilaku istrinya siang ini. Boleh nggak sih kalau sebelum makan ingin rasanya Aven memakan istrinya terlebih dahulu.
"Ayo Abang, kita makan ya, apa perlu aku suapin, hemmm?" tawar Zara dan langsung dibalas anggukan kepala cepat oleh sang suami.
"Abang mau lauk apa dulu?" tanya Zara meminta Aven untuk memilih.
",Apa saja sayang, aku suka semua masakan kamu kok. Suapin aja semua lauk yang ada disitu," balas Aven dan langsung disambut senyuman manis oleh zara.
Sebuah cubitan gemas mendarat di pipi Zara. Sedangkan Zara sendiri semakin menunjukkan sisi manisnya diperlakukan seperti itu oleh sang suami.
"Sayang."
"Iya Abang."
"Kenapa bang?"
"Abang jadi pengen makan kamu sekarang kalau kamu terlalu manis," jawaban Aven seketika membuat Zara menjadi blushing. Astaga, suaminya ini memang ya benar-benar.
Hap.
Zara segera menyuapi suaminya dengan makanan. Agar tidak membahas tentang hal yang berhubungan dengan ranjang di saat makan siang seperti ini.
"Abang ini apaan sih. Makan dulu ah, jangan bahas masalah ranjang. Itu dipraktekkan nanti malam saja," jawaban zara membuat senyuman Aven semakin terbit saja. Memang istrinya itu bisa saja membuat hatinya merasa senang. Bak berada di taman penuh bunga.
Setelah makan siang dan acara rayu merayu selesai. Kini Zara sedang berdiri di depan jendela kaca ruangan Aven. Dia tampak antusias melihat pembangunan taman di kantor. Tampaknya akan ada perubahan besar di area taman. Zara tampak tertarik melihatnya.
Aven dengan langkah pelan mendekat ke arah zara. Dan langsung memeluk Zara dari belakang lalu meletakkan dagunya di bahu sang istri. Sedangkan Zara yang merasakan ada seseorang yang memeluknya dari belakang hanya mampu tersenyum tipis sembari menyenderkan kepalanya serta tubuhnya pada dada bidang itu. Aven yang melihat istrinya terlihat begitu menikmati kebersamaan mereka saat ini hanya memberikan kecupan bertubi-tubi di pucuk kepala Zara.
"Kamu mau kemana sayang?" tanya Aven karena Zara melepaskan pelukannya.
"Aku mau lihat ke taman sana sayang."
Aven memegang lengan sang istri yang hendak melangkah.
"Aku akan mengantarmu ke sana. Tetapi ada syaratnya dulu."
Zara memicingkan matanya curiga akan syarat yang ingin diberikan oleh sang suami.
"Syarat? Syarat apa?"
Aven tersenyum lalu memanyunkan bibirnya ke arah bibir Zara. Membuat Zara seketika reflek mundur.
"Cium dulu ya sayang. Vitamin penambah semangat Abang. Yuk."
❤️❤️❤️
🙈🙈🙈🙈author pamit dulu ya teman-teman sekalian. Nggak kuat nulis ke uwuan kek begini. Author juga butuh ayank. Bisa di cod nggak sih di toko sebelah??????🤣