
Keesokan harinya.
Ceklek.
"By, sarapannya udah siap," ujar Zara yang baru datang dari dapur memastikan sarapan untuk suaminya sudah tersedia.
"Sayang, bantuin dong," pinta aven sambil menyerahkan dasi yang sedari tadi dia pegang. Sengaja aja dia agar istrinya memasangkan dasinya dengan benar. Dia sebenarnya hanya ingin dimanjain saja sama istrinya yang cantik dan selalu bikin kangen tersebut.
"Aku bikinin sarapan spesial buat kamu by. Ada nasi goreng spesial udang goreng tepung crispy kesukaan kamu," ucap Zara sambil tersenyum manis dan memasangkan dasi suaminya dengan benar.
"Hmmm," Aven hanya berdehem sambil memandangi wajah sang istri yang tak pernah bosan untuk dia pandangi tersebut.
Tiba-tiba Aven mengeratkan pelukan dipinggang ramping sang istri. Dia mengecup kening Zara perlahan. Kemudian turun ke kedua pipi Zara. Hidung bangir Zara pun tak luput dari sasaran sang suami.
"By ....." Zara mulai mengingatkan kelakuan nakal suaminya itu. Namun Aven seolah cuek-cuek saja. Dalam benaknya juga sudah halal. Mau berbuat apa aja juga nggak ada yang mau melarang. Dan tidak mungkin ada yang berani melarangnya.
Masih aja Aven terniat menggoda istrinya dengan kecupan-kecupan di leher jenjang nan mulus milik Zara. Bahkan istrinya itu mulai tidak fokus mengikat dasi suaminya dengan baik. Semua itu akibat ulah Aven yang memancing dirinya di pagi hari seperti ini.
"Abang!" pekik Zara yang sudah tidak tahan lagi akibat ulah suaminya yang benar-benar bikin digetok rasanya.
"Apa sih sayang," balas Aven seolah-olah tidak menyadari perbuatan berbahaya yang barusan dia lakukan.
"Cukup, nanti malam saja. Sekarang Abang musti kerja ya. Apa kata papa nantinya jika Abang ijin nggak kerja terus. Biaya perawatan aku mahal bang, jadi jangan bermalas-malasan. Ayo kerja," ujar Zara segera menyelesaikan urusan perdasiannya sebelum sang suami membuat ulah kembali.
"Ini," ucap Aven memberikan sebuah kartu unlimited kepada sang istri.
"Ini...."
"Beli apapun yang kamu mau sayang, ini uang kamu semuanya," ucap Aven membuat Zara terbelalak mendengar ucapan suaminya.
"Uang aku masih ada by," ucap Zara mengembalikan kartu pemberian suaminya.
"Terimakasih banyak ya by," balas Zara memeluk erat suamianya. Dan tentu saja dibalas oleh Aven dengan pelukan yang lebih hangat.
......................
Siang harinya Zara tampak bermalas-malasan di sofa depan televisi. Semenjak menikah dan tidak lagi bekerja. Zara menjadi tidak ada kesibukan apapun. Apalagi jam masih menunjukkan pukul sepuluh siang. Mau masak buat makan siang juga masih nanggung.
"Non, ada paket katanya buat non Zara," tiba-tiba bibi datang menemui Zara yang sedang asyik bermalas-malasan di rumah.
Zara pun bergegas bangun dari rebahannya di sofa.
"Paket? Dari siapa ya bik?" tanya Zara karena dia merasa tidak memesan paket sedikitpun.
"Bibi kurang tau non, tadi pak satpam di depan yang ngasihkan ke bibi," jawab bibik sambil menyerahkan sebuah kado berwarna hitam kepada nona mudanya.
"Terimakasih ya bi," balas Zara sebelum bibi pamit pergi ke belakang kembali buat bersih-bersih.
Klotok
Klotok
Klotok
Zara mengguncang kado tersebut hanya untuk sekedar mengetahui isi di dalamnya apaan. Kado itu ringan sekali sepertinya hanya besar bungkusnya aja. Karena penasaran Zara pun membuka kado tersebut. Dan saat dia membuka bungkusan yang terakhir betapa terkejutnya Zara. Dia membelalakkan matanya melihat isi kado di dalamnya.
"A...apaan...ini..." ucap Zara dengan terbata-bata.
❤️❤️❤️
TBC