
Pesta pernikahan Aven dan Zara berlangsung dengan begitu khidmat. Apalagi saat kedua mempelai meminta doa restu kepada kedua orang tua mereka. Banyak tamu undangan yang ikut merasakan keharuan saat itu.
Mama Alin terutama berkali-kali menghapus air matanya. Dia menangis bukan karena sedih. Namun itu adalah tangisan bahagianya karena sang putra akhirnya melepas status dudanya. Dia dulu takut kalau-kalau Aven trauma akan pernikahan masa lalunya. Sehingga memutuskan tidak mau berumah tangga kembali. Tetapi ketakutan itu pupus sudah. Saat Allah mendatangkan seorang gadis yang baik seperti Zara.
"Aven, ayah titipkan putri ayah. Jaga dia dengan baik, sayangi dia, dan jangan sakiti dia. Ayah tidak pernah memukul dia bahkan membentaknya. Kalau dia salah tegur dia dengan baik-baik. Kalau kamu sudah tidak menyukainya lagi. Jangan sakiti dia, tetapi kembalikan dia kepada ayah. Pintu keluarga Adhitama selalu terbuka untuknya kembali," pesan Ayah Bima kepada sang menantu.
"Aven nggak akan melakukan itu semua ayah. Aven akan menjaga dan menyayangi Zara selamanya. Aven janji yah," jawab Aven dan ayah Bima hanya menepuk bahu sang menantu.
Kini giliran Zara yang meminta doa restu kepada sang bunda.
"Nak, kamu sekarang sudah menjadi seorang istri. Apapun katanya suami kamu adalah imam kamu sekarang. Patuhi dia dan setiap kamu ingin pergi kemanapun. Ijin suamimu terlebih dahulu. Karena sekarang kamu menjadi tanggung jawab suamimu," pesan bunda Nia.
"Iya bunda, Zara akan melakukan apa yang bunda katakan."
Setelah acara haru biru, kini saatnya Zara bersiap-siap hendak melemparkan buket bunga ditangannya ke arah para tamu undangan yang sudah siap di depannya.
"Ayo kakak, lemparin bunganya ke arah mika ya," teriak mika kencang membuat orang-orang yang ada di sana menoleh ke arahnya.
Asisten Dion menggelengkan kepalanya melihat kelakuan mika. Sedangkan Zidan yang berada di samping gadis itu hanya terkekeh melihat kelakuannya.
"Kamu ini masih bocil mika. Emang kamu siap buat nikah? Sama siapa?" ledek Zidan.
Mika mendengus kesal mendengarnya. Dia sekilas melirik ke arah asisten Dion yang sedari tadi hanya diam tanpa mau melihat ke arahnya. Mika sengaja mengeraskan suaranya agar lelaki itu juga bisa mendengar.
"Ya, aku sih ada seseorang yang aku suka. Tetapi jika dia memang benar-benar melepaskan aku. Mungkin aku akan memilih kakak saja buat nikahin aku nantinya. Kak Zidan mau kan?"
"Wah, beneran kamu mau sama kakak? Boleh lah, nanti aku lamar kamu ke London," ujar Zidan dan disambut gelak tawa oleh mika.
Asisten Dion melihat ke arah dua remaja yang tampak begitu akrab tersebut. Padahal baru beberapa hari saja bertemu. Tetapi Zidan dan Mika tampak memiliki kedekatan layaknya teman lama saja.
Zada melemparkan buket bunga ditangannya. Orang-orang saling berebut, bahkan mika tak tinggal diam. Padahal dia memakai kebaya tetapi demi bunga yang dia inginkan. Gadis itu sampai menyingkap kebaya yang menghalangi langkah kakinya.
"Mika hati-hati."
Ucapan itu terlontar dari mulut asisten Dion yang memegangi tubuh mika yang hampir saja terjatuh kalau saja dia tidak sigap menangkap tubuh gadis mungil tersebut.
Sejenak Mika terpana karena orang yang menolong dia adalah asisten Dion. Apalagi sorot wajah Dion yang tampak khawatir membuat jantung mika merasa berdetak kencang.
Benarkah dia mengkhawatirkan aku, batin mika masih dalam pelukan asisten Dion.
"Mika aku dapatkan bunganya!" teriakan Zidan membuat lamunan mika ambyar.
"Lepaskan mika kak," ujar mika membuat asisten Dion pun ikut tersadar. Dia segera melepaskan gadis cantik itu dari pelukannya.
Mika kemudian bergegas menuju ke tempat Zidan yang sedang menunggunya sambil mengacungkan buket bunga yang tadi berusaha dia dapatkan untuk mika.
Asisten Dion melihat keduanya dari kejauhan.
Tiba-tiba seseorang menepuk bahunya perlahan.
"Kalau cinta katakan cinta. Jangan sok-sokan bilang nggak suka. Kenapa menyakiti diri sendiri seperti ini. Kalau dia direbut orang lain. Bukankah kamu sendiri yang bakalan. menyesal. Pikirkan itu baik-baik," ucap Monika yang melihat kesedihan di raut wajah temannya.
Asisten Dion hanya bisa menghela napasnya kasar.
❤️❤️❤️
TBC