
"Sayang, sudah bangun," suara merdu itu menyambut Aven yang baru saja terbangun dari tidurnya. Dia melihat sang istri tampak sibuk dengan sebuah buku kecil dan bolpoin. Sepertinya sedang mencatat sesuatu yang penting. Karena Aven melihat Zara beberapa kali seperti mengingat-ingat sesuatu.
"Kamu sedang apa sayang, pagi-pagi nulis apaan?" tanya Aven sambil rebahan di paha sang istri.
"Oh, ini," Zara menunjukkan beberapa catatan yang dia buat kepada suaminya.
Aven membaca tulisan tangan ada di sana. Astaga, ternyata sebuah catatan berisi pesanan oleh-oleh dari keluarganya.
"Kamu mau beliin mereka ini semuanya?"
"Iya sayang, kan kita pulang liburan masak nggak beliin apa-apa buat mereka. Nanti kita cari ya apa yang mereka pesen ini. Sekalian sambil jalan-jalan lagi. Tinggal sehari ini lho di Seoul. Besok kita udah balik ke Jakarta," ucap Zara merayu sang suami.
"Boleh, tapi ada syaratnya..." ucap Aven sambil mengedipkan sebelah matanya memberi kode.
Zara menghela napasnya panjang. Pasti tentang itu tuh yang dibikin syarat oleh suaminya. Mendadak omes emang si suami sekarang. Apalagi sudah menikah seperti ini.
"Iya Abang, sayang. Aku tau tapi jangan over ya kayak kemarin. Besok kita udah musti balik ke Jakarta. Nanti bisa ketinggalan pesawat kalau nggak bisa bangun," sungut zara memperingatkan.
"Iya sayang, enggak kelewatan kok cuma sedikit aja khilaf, hehehe, aduh...."
Sebuah cubitan langsung mendarat di pinggang Aven. Zara tampak melototkan kedua matanya memperingati suaminya.
"Iya sayang iya, ayo mandi yuk. Katanya mau jalan-jalan habis ini sambil beli oleh-oleh."
"Ya udah Abang mandi duluan aja ya," ujar Zara sambil meletakkan catatannya di atas nakas.
Aaaaaaaarrrrkkkkhhh!
"Abang! lepasin deh!" pekik Zara yang terkejut tiba-tiba tubuhnya melayang akibat ulah suaminya yang menggendongnya.
"Mandi bersama aja ya lebih menghemat waktu daripada sendiri-sendiri ntar lama. Kamu pengen cepet belanjanya kan, sayang," kata Aven sambil membawa sang istri berjalan ke arah kamar mandi.
Dikuat-kuatin ya Zara 😆 namanya juga suami lagi ganas-ganasnya.
......................
Perusahaan MH, Jakarta.
"Hari ini bukankah jadwal kembalinya tuan Aven dan istrinya ya?" tanya monika yang sedang berada di ruangan asisten Dion.
"Iya, kamu mau ikut jemput ke bandara juga kan?" tanya Dion sambil mengembalikan berkas ke tempatnya semula. Dia sudah menyelesaikan pengecekan beberapa berkas penting agar nantinya saat bosnya masuk tidak terlalu kesulitan dalam mengoreksinya.
"Kamu yakin bawa aku ke sana? Bukankah nanti gadis kecil itu juga pasti ada? Dia selalu melihat kita dengan tatapan tidak sukanya. Lagian aku heran sama kamu, yon. Kenapa kamu nggak terima aja sih cintanya. Tampaknya dia tulus cinta sama kamu lho," ujar Monika.
"Sok tau kamu," cibir Dion.
"Heh, aku gini-gini peka ya. Punya naluri kewanitaan tau," balas Monika.
"Tetep aja kamu aslinya cowok Mon," sahut asisten Dion tidak mau kalah.
"Sssstttt, jangan sembarangan ngucapin. Ini masih wilayah kantor kalau ada yang denger bisa hancur reputasi ku," kata Monika tidak suka.
Asisten Dion justru terkekeh.
"Ya, maaf mon. Sudahlah, ayo ikut saja. Hitung-hitung bisa bantuin aku bawa barang mereka," kata asisten Dion langsung mengajak Monika ikut membantunya menjemput sang bos setelah pulang bulan madunya dari Korea Selatan.
❤️❤️❤️
TBC