Kepentok Cinta Abang Duda

Kepentok Cinta Abang Duda
Episode 55



Sore itu di arena pemakaman umum. Jessica tampak berdiri di depan pusara sang adik yang baru saja dimakamkan. Para pelayat juga sudah pulang. Sekarang hanya ada Jessica sendirian di sana. Dia menangis menatap pusara basah milik sang adik.


Widia Larasati telah berpulang dengan sang janin yang berusaha di gugurkan. Jessica mendongak menatap langit yang semula cerah kini mendadak mendung. Rintik-rintik hujan mulai turun satu persatu membasahi bumi.


Jessica mendekat dan duduk di samping pusara Widia. Dia memeluk batu nisan yang bertuliskan nama sang adik. Sekuat tenaga Jessica menahan air matanya agar tidak jatuh ke tanah makan Widia.


"Kenapa kamu nekat sampai seperti ini Wid. Bahkan kamu menanggung beban ini seorang diri. Kamu terlalu naif Wid. Kamu melupakan jika kamu masih memiliki kakak. Sekarang kamu tinggalin aku sendirian Wid. Kamu justru lebih memilih pergi ke tempat mama. Keterlaluan kamu Widia," ujar Jessica dengan mata berkaca-kaca. Dia sungguh tak menyangka adiknya akan berakhir nasibnya setragis ini.


Mencoba membunuh janin di kandungannya namun justru nyawanya sendiri ikut melayang. Sungguh Jessica tidak mampu berkata-kata lagi. Kedatangannya sudah sangat terlambat ke apartemen Widia saat itu. Widia sudah meregang nyawanya ketika Jessica tiba.


"Semoga kamu tidak lagi merasakan kesakitan lagi Wid. Dan Sola lelaki itu, aku akan balasan rasa sakitmu kepada Azka dan juga mantan kekasihnya. Kamu tenang saja Widia," ujar Jessica dengan sorot mata penuh dendam.


Jessica baru mengetahui jika kepergian Widia ada hubungannya dengan kedua orang tersebut. Dan Jessica akan membalas dendam sang adik yang sampai kehilangan nyawanya sendiri.


✨✨


"Kenapa kamu tidak memberi tahu ayah sebelumnya. Justru ayah mengetahuinya dari media sosial yang ramai itu. Kalau tahu si anak kurang ajar itu memperlakukan kamu begitu. Ayah pastikan perusahaan keluarganya tidak akan selamat lagi," ujar ayah Bima tidak terima mendengar kabar tentang sang putri yang dipaksa balikan oleh Azka Ramadhan.


"Sudahlah ayah, semua permasalah sudah diurus oleh Abang Aven. Jadi ayah tidak perlu khawatir. Lagipula Azka sudah mendapatkan banyak bogeman mentah dari abang. Ayah inget kesehatan ayah jangan marah-marah. Aku di sini banyak yang jagain kok ayah," ujar Zara menenangkan sang ayah yang sudah emosi di video call nya dengan sang putri.


"Kalau ayah ada di sana akan ayah berikan bogeman yang lebih banyak dari yang aven berikan. Anak tidak tahu diri itu sudah menduakan putri ayah dengan cewek lain. Kemudian sekarang minta kembali namun dengan cara memaksa bahkan terkesan menganiaya. Huh..... maafkan ayah sayang, sudah pernah ingin menjodohkan kamu dengan cowok kejam dan tukang selingkuh seperti dia. Ayah sangat menyesal dan meminta maaf. Hampir saja ayah akan memasukkan anak sendiri ke seorang penjahat seperti dia," tutur ayah Bima merasa menyes hampir mencelakai anaknya sendiri.


Zara tersenyum menatap sang ayah yang sudah semakin menua. Dia tahu ayahnya tidak pernah bermaksud mencelakai dirinya. Dan Zara bersyukur, Allah segera menunjukkan betapa busuknya kelakuan seorang Azka Ramadhan.


"Jangan menyalahkan diri sendiri ayah. Aku tahu maksud ayah baik demi kebaikan aku juga. Bersyukur Allah menunjukkan siapa Azka sebenarnya jadi aku sekarang bisa bertemu dengan pria yang lebih baik dari dia. Ada bang Aven sekarang yang akan menjadi calon suami aku, yah," jawab Zara.


"Baiklah, kalau begitu segeralah kalian menikah.Kalau ayah pikir benar apa yang dikatakan oleh Aven. Kamu harus ada yang menjaga. Ayah sepakat untuk memajukan hari pernikahan kalian minggu depan. Dengan akad nikah terlebih dahulu. Barulah nanti kita adakan resepsi pernikahannya. Jangan mengulur lagi."


Hah 😳


Zara seketika melongo dibuatnya. Dia tidak menyangka bahwa kejadian ini membuat dia cepat dinikahkan dengan duda keren tersebut.


Minggu depan??????


Yang benar saja?


❤️❤️❤️


TBC