
Braaaakkkkk
Tanpa pikir panjang Zara langsung melemparkan paket yang dia terima tersebut. Bagaimana tidak terkejut jika di dalamnya terdapat foto dirinya dengan sang suami. Yang mana foto itu penuh dengan coretan dengan cairan merah. Dan dari baunya yang amis sepertinya itu adalah cairan darah.
"Non, ada apa?" tanya bibi yang kaget mendengar suara barang pecah akibat dilempar.
"Itu bi, itu," ujar Zara masih mencoba menenangkan dirinya sendiri. Cukup syok juga dia saat menyadari ada yang berusaha meneror dirinya.
Bibi langsung melihat benda yang dilempar sang majikan.
"Astaghfirullahhaladzim...." bibik langsung beristighfar begitu melihat isi di dalamnya. Pantas saja nona mudanya langsung syok. Ini pasti kerjaan orang yang tidak suka dengan rumah tangga sang majikan.
"Non Zara tenang saja ya, bibik akan bereskan barang-barang itu. Nona tenang saja ya, bibik akan panggilan tuan Aven ya non. Nona jangan takut," ucap bibik dan dia meminta pembantu yang lain untuk membereskan barang misterius tersebut.
Mereka mencoba menenangkan nona mudanya sambil berusaha menghubungi tuan mudanya yang berada di kantor.
Tap
Tap
Tap
Tak butuh waktu lama. Aven bergegas pulang ke rumah begitu mendengar ada sesuatu yang buruk terjadi kepada sang istri.
"Ra, sayang...." panggil Aven begitu sampai di depan pintu rumahnya. Dengan langkah panjangnya dia langsung menuju ke kamar utama.
Dia melihat sang istri tampak meringkuk di atas ranjang. Dengan selimut tebal yang membungkus tubuhnya.
"Sayang.... " panggilan itu seketika membuat Zara menoleh.
"Abang....," melihat sang suami yang datang bendungan air mata yang tadi dia tahan kini tumpah sudah. Zara tidak mampu menyembunyikan kesedihannya di hadapan sang suami.
"Abang, aku takut. Ada yang meneror kita," ucap Zara yang kini tengah berada di dalam pelukan sang suami.
"Tenang sayang, tidak apa-apa, ada Abang di sini. Kamu jangan takut lagi ya, cup," sebuah pelukan dan kecupan hangat Aven berikan melihat sang istri yang tampak begitu takut.
Setelah hampir setengah jam berusaha membuat Zara merasa tenang. Kini Aven turun dari kamar utama menuju ke dapur. Dimana dia akan melihat barang yang di dapatkan oleh sang istri. Sehingga membuat zara sebegitu takutnya melihat benda tersebut.
"Dion."
"Dimana benda itu?"
"Ini tuan muda," Dion menunjukkan benda yang dimaksud oleh tuan mudanya.
Aven tersenyum tipis melihat benda tersebut. Sungguh perbuatan orang psikopat yang melakukan teror seperti itu.
"Bakar!" perintah Aven kepada asisten Dion.
"Baik tuan muda."
"Dan juga selidiki siapa yang sudah mengirimkan benda seperti itu ke rumah ini. Kalau ketemu jangan sampai beri ampun kepada pelakunya," ucap Aven dengan sorot matanya yang tajam.
"Baik tuan muda."
Asisten Dion bergegas untuk membakar paket berupa kotak hitam tersebut. Aven menghela napasnya kasar. Dia tidak akan membiarkan siapapun berani mengusik kehidupan keluarganya. Kalau sampai dia temukan orang tersebut maka Aven akan memberikan pelajaran yang benar-benar membuat orang itu merasa jera.
Aven mengepalkan kedua tangannya merasa geram. Dia kembali lagi ke kamar untuk memastikan keadaan Zara yang masih ada rasa syok nya meski sudah merasa lebih baikan daripada sebelumnya.
Aven mendekati Zara yang baru saja terbangun dari tidurnya.
"Mau makan sayang?" tanya Aven yang melihat Zara duduk bersandar headboard ranjangnya.
Zara hanya menggelengkan kepalanya.
"Atau mau Abang makan neh?" ujar Aven membuat Zara langsung meninju pelan dada bidang suaminya. Zara tak kuasa menahan tawanya mendengar rayuan suaminya tersebut.
Aven langsung mendekap tubuh sang istri begitu melihat senyuman itu telah terbit di bibir Zara. Dia menciumi kening dan pipi chubby istrinya berkali-kali. Sambil mengucapkan kata-kata yang mampu menenangkan sang istri. Zara menghela napasnya dalam-dalam. Dia memeluk erat suaminya sambil memikirkan kejadian yang barusan dia alami.
Wanita berusia dua puluh lima tahun ini tak habis pikir kenapa ada orang yang iseng atau bahkan kurang kerjaan mengirimkan paket menyeramkan seperti itu.
"Jangan khawatir ya sayang. Abang akan membereskan masalah ini secepatnya, cup."
Zara menganggukkan kepalanya mendengar janji yang suaminya buat. Dia tahu Aven akan selalu melindungi dirinya dan menjaganya dari hal buruk yang ingin merusak rumah tangga mereka. Zara percaya akan hal itu.
❤️❤️❤️
TBC