Kepentok Cinta Abang Duda

Kepentok Cinta Abang Duda
Episode 71



Zara mengeringkan rambut Aven yang basah. Setelah acara pancing memancing membuat keduanya kembali khilaf untuk yang kesekian kalinya. Dan keduanya memutuskan kembali mandi berdua. Apalagi jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang. Keduanya bahkan sampai melewatkan waktunya sarapan gegara asyik bermain di atas ranjang berdua.


"Sayang ..."


"Aku lapar bang. Kalau mau main lagi nanti malam saja ya. Kita pulang hari ini ke rumah," putus Zara membuat Aven yang hendak bersuara pun akhirnya memilih diam. Karena dia tidak mau sampai jatah nanti malamnya gagal kalau dia bersuara nanti.


Keduanya pun memutuskan untuk turun karena Zidan mengabari bahwa semuanya sedang menunggu pasangan pengantin baru untuk makan siang bersama-sama.


"Astaga, pengantin baru udah tampak seger aja. Kayaknya semalaman nggak tidur ini ya sampai jam segini baru turun," ledek mama Alin melihat wajah menantunya yang tampak pucat. Sepertinya putranya tak sabaran banget dan sudah terlalu lama menahan diri. Sehingga jadi terlalu bersemangat.


"Selamat siang semuanya," sapa Zara dan disambut dengan baik oleh seluruh anggota keluarga.


"Ayo kalian berdua makan yang banyak. Pasti semalaman tenaganya sudah terkuras habis," canda mama Alin yang tersenyum membuat semuanya yang berada di sana ikut tertawa dibuatnya.


"Eh, itu leher om kenapa merah-merah begitu? apakah ada nyamuk di hotel sebagus ini?" celetukan mika membuat semua yang ada di sana langsung menoleh ke arah Aven.


Zidan justru menepuk dahinya sendiri karena gadis yang ada di sebelahnya ini benar-benar masih polos. Sepertinya Zidan nantinya harus banyak mengajari mika banyak hal. Hehehe....


"Sstttt...jangan dibahas, itu masalah orang dewasa. Nanti kalau kamu sudah menikah. Kamu akan mengerti dari mana asal tanda merah itu," bisik Zidan di telinga mika. Hal itu membuat di gadis mendelik dibuatnya. Dia masih belum mendapatkan jawabannya tetapi Zidan justru memintanya untuk diam saja.


"Eh...iya banyak nyamuk tadi malam," balas Aven yang tidak mau merusak pemikiran mika yang masih remaja. Dia tidak mau mika nanti tercemar sebelum waktunya.


Semua orang kembali melanjutkan makan siangnya bersama.


"Kalian yakin akan pulang hari ini juga. Tidak mau menginap di hotel beberapa hari?" tanya bunda Nia dan mama alin secara bersamaan.


"Iya bun, ma," jawab zara yang ingin beristirahat dulu di rumah. Kalau di hotel terus yang ada dirinya malah tidak ada waktu buat istirahat. Apalagi dirinya hanya berduaan saja dengan suaminya yang sedang mengambil cuti beberapa hari.


"Zara ingin di rumah aja. Lebih nyaman katanya daripada di hotel," balas Aven membantu sang istri di depan mama dan juga mertuanya.


"Baiklah kalau mau kalian begitu. Papa dan Mama akan kembali ke vila. Besok kami akan kembali ke Jakarta," ucap keluarga Maheswara yang akan kembali ke vila keluarga Adhitama.


"Besok kita bertemu kembali mbak," ucap Bunda Nia saat sang besan berpamitan kepadanya.


"Pastinya kami akan mampir dulu sebelum pulang ke Jakarta."


Setelah acara perpisahan kedua keluarga itu kembali ke tempatnya masing-masing. Zara dan Aven berada dalam satu mobil tersendiri dengan sopir kepercayaan keluarga Adhitama. Sedangkan Ayah Bima, Bunda Nia berada di mobil yang lainnya. Dengan Zidan sebagai pengemudinya.


Mika ikut kembali keluarga Maheswara ke vila keluarga Adhitama. Karena setelah resepsi pernikahan om nya nanti dia akan kembali ke London, Inggris.


Kedua orang tua mika juga akan datang ke Jakarta. Menghadiri pesta resepsi pernikahan Aven dan Zara. Sambil menjemput putrinya yang bandel itu pulang kembali ke Inggris.


❤️❤️❤️


TBC