Kepentok Cinta Abang Duda

Kepentok Cinta Abang Duda
Episode 100



"Gimana dokter Mario?"


Zara menelpon dokter Mario karena suaminya mendadak pingsan. Bagaimana dia tidak cemas melihat Aven yang langsung tergeletak tak berdaya di depannya. Zara langsung berteriak meminta bantuan dan beruntung ada asisten Dion yang sudah stand by di depan rumah. Sehingga bisa mengangkat tuan mudanya ke dalam kamar dibantu dengan sopir.


"Bang Aven nggak apa-apa sih kak. Memangnya Abang habis makan apa kok bisa merasa mual-mual?"


Aven menggelengkan kepalanya lemah. Dia masih merasakan pusing meski sedikit. Dia masih merasakan capek dan lelah sehabis mengeluarkan semua isi perutnya. Bahkan saat Zara memberikannya segelas air putih hangat saja dia merasa ingin muntah.


"Aku ressepin obat buat mual dan pusingnya ya bang. Tetapi kalau ini masih belum mempan lebih baik Abang ke rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut," ujar dr Mario sambil menyerahkan sebuah resep kepada asisten Dion.


Aven menganggukkan kepalanya pelan. Setelah pemeriksaan itu Aven tinggal berdua saja dengan istrinya, Zara.


Zara mengusap lembut perut Aven dan duduk di sisi tempat tidur mereka. Sembari membalurkan minyak angin di perut sang istri. Aven hanya menganggukkan kepalanya lemah tanpa ada niatan untuk membuka mata atau berbicara.


"Kita ke dokter aja ya bang?"


Aven menggelengkan kepalanya. Lalu kedua tangannya memeluk pinggang kecil Zara. Aven menenggelamkan wajahnya di perut Zara. Entah mengapa aroma istrinya seketika membuat mual diperutnya sedikit membaik saat ini.


Tiba-tiba mendadak Aven mendongakkan wajahnya. Ia melihat langsung wajah sang istri yang tengah tertunduk dari arah bawah. Aven merasa pipi istrinya sekarang agak tembeman. Dia membelai lembut pipi tembem itu. Aven mulai berpikir bahwa istrinya mulai berisi dari sebelum mereka menikah. Padahal akhir-akhir ini istrinya sering mengeluh kurang nafsu makan. Bahkan Aven sempat diminta membelikan rujak buah karena Zara lagi pengen banget makanan tersebut.


"Yank, kamu agak tembem yah. Padahal kamu sebelumnya susah banget makan. Dan aku merasakan mual dan pusing yang aneh. Kok aku merasa ada sesuatu yang aneh dengan kita ya yank."


"Yang aneh apa sih bang?" tanya Zara menautkan kedua alisnya mendengar ucapan Aven. Tangannya yang sedari tadi mengelus rambut suaminya itu kini berhenti.


"Jangan-jangan kamu sudah hamil lagi yank. Kita sebentar lagi punya anak yank. Kamu yang hamil sedangkan aku yang merasakan efek kehamilanmu yank."


......................


Aven pun sengaja memaksa Zara untuk memeriksakan dirinya ke rumah sakit. Entah mengapa feelingnya saat ini kalau Zara sedang berbadan dua kembali. Aven tidak mau sampai kecolongan seperti yang dulu.


"Selamat ya pak, istri bapak sedang mengandung. Usia kandungannya baru berjalan empat Minggu."


Dokter memberikan ucapan selamat kepada Aven dan Zara karena ternyata Zara tengah mengandung kembali dan usia janin baru tiga Minggu.


Zara masih tidak percaya bahwa dia kembali diberikan kepercayaan untuk mengandung kembali. Setelah dia pernah keguguran beberapa bulan yang lalu. Kini Allah SWT sudah menggantinya kembali. Betapa bahagianya dan bersyukur Zara karena doa-doanya selama ini terkabulkan.


"A-aku hamil bang."


Aven langsung memeluk sang istri dengan mengucapkan syukur kepada Allah SWT. Suami dari Zara Salsabila tersebut memejamkan kedua matanya sembari bergumam Alhamdulillah di setiap tarikan napasnya. Akhirnya dia akan menjadi seorang ayah dan itu merupakan impian yang selama ini dia harapkan menjadi kenyataan.


"Ya sayang, Alhamdulillah, akhirnya Allah mempercayakan kita kembali untuk menjadi orang tua. Aku yakin banget yank kalau kedua orang tua kita bakalan heboh mendengar kabar gembira ini. Aku sayang kamu yank. Aku janji akan jaga kalian dengan sangat baik. Aku janji yank."


Zara menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan suaminya. Dia juga begitu bahagia saat ini bisa menjaga kembali amanah dari Tuhan untuknya. Rencana Allah memang tidak ada yang tahu. Seringkali kita diberikan ujian terlebih dahulu agar kita bisa merasakan kebahagiaan setelah melewati ujian tersebut.


Cobaan akan datang pada siapa saja. Namun mereka tidak pernah datang tanpa alasan. Dan selalu ada hal baik yang bisa didapatkan dari sebuah cobaan yang datang silih berganti. Tuhan tak akan salah dalam memberikan ujian. Jika kau tak mampu, ia tak akan memberikan itu kepadamu. Maka dari itu tetap bersyukur dan bersabar saat kamu bertemu dengan masalah. Berarti Tuhan sedang melatihmu untuk menjadi lebih kuat. Bagi orang yang selalu sabar dan ikhlas, mereka akan mendapatkan kebahagiaan yang lebih. Seperti itu pula dengan kehidupan Aven dan Zara. Kesabaran dan keikhlasan keduanya membawa mereka ke dalam kebaikan dan juga kedamaian hati keduanya.


TAMAT


❤️❤️❤️


Alhamdulillah akhirnya bisa nulis kata TAMAT dengan bangga banget. Begitu pula dengan kisah cerita ini semoga menjadikan bahan pembelajaran buat kita semua. Ambil yang baiknya dan buang yang buruk. Terimakasih banyak buat yang sudah selalu support cerita ini sehingga nggak nyangka bisa seramai ini.


Sampai bertemu kembali di ceritaku yang lain. Jangan lupa like dan komentar nya di cerita terbaru aku "Milyuner Jatuh Miskin"


Sebenarnya belum rela pisah & bakalan kangen sama Aven, si mantan duda nggak sih😂 kangen bet, nanti aku wa lah itu si Aven biar nggak bepergian kemana-mana. Stay di hati aku aja🤣 tapi ceritanya udah happy semuanya ya. Keluarga mereka juga udah bahagia. Kita doain aja mereka selalu bahagia bersama. Aamiin.


Lope banyak-banyak buat pembaca setia cerita ini❤️