
Pagi itu di kediaman Aven Maheswara.
Hoek
Hoek
Hoek
Tampak Zara sedari tadi sibuk bolak balik kamar mandi. Dia merasakan gejolak aneh di perutnya. Sejak bangun tidur ada yang membuat dia merasa mual. Pagi-pagi dia membantu bibi memasak namun mencium bau bumbu yang ditumis saja dia sudah mual-mual.
Belum lagi saat dirinya mandi bersama suaminya. Padahal aroma sabun yang mereka gunakan adalah sabun kesukaan Zara. Akan tetapi mendadak perut Zara merasa seperti di aduk-aduk. Zara mencoba menahan dirinya karena tidak mau Aven menjadi cemas.
Apalagi suaminya pagi ini tampak sibuk sekali karena ada meeting penting. Zara berusaha menyembunyikan rasa mualnya meskipun tadinya Aven sudah menanyakan kondisinya. Karena Aven melihat pagi ini Zara tidak seperti biasanya. Kalau setiap pagi istrinya itu selalu bersemangat. Ini kenapa jadi tampak letih dan lesu.
"Kamu mau main ke rumah mama ajakah sayang? Biar nggak kesepian di rumah?" tanyanya saat hendak berangkat ke kantor.
Zara mencoba tersenyum meski rasa mualnya cukup mengganggu. Namun kalau berada di dekat Aven entah mengapa rasa mual itu tidak terlalu besar munculnya.
"Iya bang, nanti aku akan main-main ke rumah mama. Kayaknya mama pengen ngajakin aku belanja lagi," jawab Zara sambil tersenyum manis.
Aven mencubit pipi Zara dengan gemas.
"Tapi jangan nakal ya. Jangan lirik-lirik mas-mas ganteng diluaran sana. Aku cemburuan lho yank orangnya," ujar Aven memperingatkan.
Zara justru tertawa mendengar kalimat suaminya yang mendadak menjadi posesif akut begitu.
"Yang ganteng hanya kamu aja bang. Nggak ada yang lain. Cuma suamiku seorang, Aven Maheswara yang ganteng, manis dan juga hot banget. Bikin nagih pokoknya," ucap Zara sambil mengedipkan sebelah matanya.
Aven berdehem gegara kalimat terakhir yang istrinya ucapkan. Bikin nagihnya itu bikin nggak tahan tau nggak sih.
"Berarti nanti malam jatahnya nambah dong," goda aven sambil menaik turunkan alisnya memberikan kode kepada sang istri.
Zara justru memicingkan matanya. Suaminya ini kalau urusan yang satu itu gercepnya minta ampun deh. Bener-bener mantan duda ini ya nggak bakalan puas kalau nggak bisa bikin istrinya ampun-ampun di ranjang.
Aven justru tertawa melihat tingkah sang istri yang tampak memanyunkan bibirnya.
"Nanti kalau belanja jangan lupa beli yang hot kayak minggu kemarin yank. Aku suka itu yank."
"Suka buat kamu sobekin bang. Mahal lho itu kemarin belinya," ucap Zara kesal. Karena beli baju mahal-mahal malah berujung teronggok di tempat sampah.
"Ya, nggak apa-apa yank. Kamu beli yang banyak, nanti kalau kurang duitnya aku tambahin lagi yank, ya..ya..ya.." bujuk Aven membuat Zara semakin pengen menghajar suaminya aja deh. Kalau sudah membahas masalah beginian semangatnya langsung membara.
"Sudah bang, berangkat kerja sana. Lama-lama abang nggak bakalan berangkat kerja ini," kata Zara sambil mendorong tubuh suaminya agar segera masuk ke dalam mobil.
"Hahaha, kalau nggak ada meeting aku mending di rumah aja sama kamu yank. Males kerja kalau bisa dihandle sama Dion," ucap Aven kembali.
"Kerja bang, aku butuh duit banyak buat perawatan," sahut Zara.
"Ambil aja uang Abang semuanya buat kamu dan calon anak-anak kita kok yank."
Cup
Setelah drama keluarga yang cukup melelahkan. Akhirnya Aven berangkat kerja juga dan Zara bisa bernapas lega melihat suaminya itu ke kantor.
"Ah, aku hubungi mama sajalah dulu. Biar mama tahu kalau aku akan ke sana," ujar Zara sambil berjalan masuk ke dalam rumah.
Sementara itu tak jauh dari rumah tersebut. Ada sebuah mobil sedan hitam terparkir mengawasi gerak gerik orang yang berada di dalam rumah mewah sana.
"Nikmati aja kebersamaan kalian. Ketawa saja sepuasnya sebelum tawa itu menjadi sebuah tangisan darah. Aku tidak bisa mendapatkan Aven. Maka kamu juga tidak akan bisa hidup bersamanya Zara. Lihat saja nanti, heh," dengus wanita berkacamata hitam itu tampak kesal dan geram.
❤️❤️❤️
TBC
Setelah bertapa seharian kemarin. Baru bisa update hari ini ya. Terimakasih yang sudah sabar menunggu. Hari ini akan update banyak buat ganti yang kemarin. Semangat yuk like dan komentarnya buat author makin membara menulis kelanjutan ceritanya😸🔥