Kepentok Cinta Abang Duda

Kepentok Cinta Abang Duda
Episode 52



"Jadi seperti itu...."


Zara menghela napas. Dia merasa lega setelah menceritakan yang sebenarnya kepada Aven. Apa yang membuat dia berada di Jakarta. Dan kenapa bisa berpacaran dengan Azka. Semuanya Zara ceritakan agar tidak ada lagi yang ditutupi kepada calon suaminya. Zara tidak mau Aven mengetahui dari orang lain bukan dari mulutnya sendiri.


Cup


Aven mengecup kening Zara dengan lembut. Dia begitu bahagia setelah mendengar cerita Zara yang begitu jujur. Aven merasa bersyukur telah mendapatkan hati dan kepercayaan dari gadis cantik dan juga jujur seperti Zara. Selamanya Aven akan terus menggenggam jemari tangan gadis tersebut. Dia tidak akan melepaskan barang sedetikpun.


"Istirahatlah sayang, kamu jangan pikirin macem-macem. Abang percaya sama kamu," ujar Aven meyakinkan Zara bahwa dia memang percaya dengan apa yang Zara katakan barusan.


"Terimakasih banyak Abang, dan juga aku minta maaf karena baru menceritakannya sekarang. Setelah ada kejadian yang tidak mengenakkan tadi," ujar Zara tersenyum kecut.


Aven mengelus pipi mulus Zara dengan lembut.


"Nggak apa-apa sayang. Sudahlah lupakan saja. Lebih baik kamu istirahat ya. Semuanya biar aku yang mengurusinya. Kamu jangan banyak berpikir. Aku tidak mau kamu sakit. Kita akan sebentar lagi akan menikah. Kalau kamu merasa kesakitan saat malam pertama kita sih nggak apa-apa, hehehe," canda Aven seketika membuat kedua mata Zara terbelalak seketika.


Plak


"Ih, Abang jangan mulai deh," rengek Zara sambil memukul lengan sang tunangan. Selalu saja nakut-nakutin Zara soal malam pertama. Membuat gadis itu merasa merinding sebelum bertanding. Eh...


"Ampun sayang, cuma becanda kok. Bobok ya, nice dream, cup," sebuah kecupan kembali mendarat manit di kening Zara.


Setelah memastikan kekasihnya itu tidur. Aven meninggalkan kamar Zara dan segera menuju ke ruang kerjanya. Dia sudah janjian dengan asisten Dion tadinya. Untuk membahas masalah Azka Ramadhan yang sudah berani menyentuh sang calon istri.


"Mas Aven," sapa asisten Dion dengan sedikit membungkukkan kepalanya.


"Bagaimana tanggapan keluarga Ramadhan?" tanya Aven dengan raut wajah tidak bersahabatnya.


Dia mampu menahan kesal di depan Zara dan juga keluarganya. Tetapi setelah dia hanya berdua saja dengan asistennya. Maka Aven akan menunjukkan taringnya sekarang.


"Tidak ada pergerakan dari mereka. Sepertinya mereka tidak akan melaporkan anda," jawab asisten Dion. Dia sudah mengecek kalau saja keluarga Ramadhan berani melaporkan tindakan Aven kepada pihak berwajib.


"Minta mereka untuk menyingkirkan anak mereka itu dari negeri ini. Dan tekan mereka untuk melakukannya. Kalau tidak, maka MH akan menarik investasi yang pernah mereka inginkan. Dan juga, aku yakin ayah mertua pasti akan melakukan hal yang sama setelah dia melihat video yang sedang viral tersebut," ujar Aven dengan senyuman smirk di wajahnya.


"Pastikan lelaki bernama Azka Ramadhan tidak akan pernah lagi mendekati Zara. Atau aku sendiri yang akan memusnahkan dia dan juga perusahaan keluarganya. Kalau perlu dari muka bumi ini," kata aven dengan mengepalkan kedua tangannya.


"Baik mas. Saya akan segera melaksanakannya," jawab asisten Dion dengan patuh.


Dia memang tidak meragukan kekejaman sang tuan muda Maheswara tersebut. Luka yang pernah dia derita membuat lelaki itu tidak akan memberi ampun kepada siapa saja yang berani menyentuh keluarganya. Bahkan Aven di luar negeri memiliki teman seorang mafia terkenal. Tidak sulit untuk menghilangkan satu orang saja. Apalagi jika orang itu sejenis Azka.


❤️❤️❤️


TBC


Hari ini udah update 3 ya guys. Yuk terus dukung dengan likenya yang banyak, komentarnya dibanyakin juga gpp kakak. Dukung author ya🥰