Jovian & Maura

Jovian & Maura
Mura Melahirkan (Tamat)



9 Bulan Kemudian....


Waktu masi menunjukan pukul 4 pagi, tapi Maura sudah merasakan sakit pada perutnya, Muara melihat sang suami yang masi tertidur pules di sampingnya itu.


Saki perut Maura sudah semakin terasa, bahkan Maura sudah mulai berkeringat dingin juga, Maura pun memutuskan untuk membangunkan sang suami.


"Mas, bangun mas" panggil Maura.


"Mas, perut aku sakit banget mas" ucap Maura lagi sambil menahan sakit yang tak biasa.


Mendengar sang istri meringis, Jovian pun langsung membuka ke dua matang dan melihat ke arah sang istri yang sedang menahan sakit perut.


"Sayang, kamu kenapa kok keringatan gini?" tanya Jovian mulai panik melihat keadaan sang istri.


"Mas, perut aku sakit, sepertinya adek udah mau keluar" ucap Maura menatap sang suami.


Dengan cepat Jovian mengangkat seng istri keluar dari kamar, masi dengan mengunakan daster, Jovian langsung membawa sang istri masuk ke dalam mobil yang terparkir di garasi.


"Kita langsung ke rumah sakit ya sayang" ucap Jovian.


"Iya mas" jawab Maura sambil mengelus perutnya yang besar.


Jovian kembali ke dalam rumah mengambil semua perlengkapan sang istri, tidak lupa juga Jovuan memanggil bibi untuk ikut dengannya dan sang istri ke rumah sakit.


"Sayang kamu tahan ya" ucap Jovian mencoba menenangkan sang istri.


Mobil saat ini sedang di kemudikan oleh pak sopir, dan bibi duduk di kursi depan dekat sang supir. Sedangkan Jovian menemani sang istri di kursi belakang.


"Mas sakit" ucap Maura sambil mengelus perut besarnya.


"Iya sayang sabar sebentar lagi kita sampai ya, pak cepat sedikit bawa mobilnya" ucap Jovian.


"Baik pak" ucap pak sopir.


Untung saja waktu masi menunjukan pukul 4 pagi, jadi suasana jalan belum terlalu ramai karena saat ini masi waktu shubuh.


Maura terlihat menarik nafasnya dengan pelan, lalu membuangnya lagi agar biasa sedikit mengurangi rasa sakit perutnya itu.


Tak lama kemudian mobil memasuki lobby rumah sakit, Jovian langsung meminta suster untuk membawakan kursi roda ke lobby.


"Ayo ibu silahkan duduk" ucap seorang suster.


Jovain membantu sang istri duduk di kursi roda yang di bawakan oleh suster tadi.


Maura di bawa ke ruangan bersalin, Maura masi tetap meringis sakit sedangkan Jovian setia menemani sang istri, jangan lupakan kalau saat ini Jovian masi mengunakan piyama tidur juga.


"Ibu sabar ya dokter sedang menuju ke sini" ucap seorang suster.


Jovian menghubungi sang mami dan mengatakan kalau saat ini ia dan Muara di rumah sakit dan akan segera melahirkan, mami Ranti yang masi berbaring pun dengan cepat membangunkan sang suami untuk segera datang ke rumah sakit melihat putra dan menantunya.


Jo juga tidak lupa menghubunginya kedua mertuanya ya itu kedua orang tua Muara, yang saat ini sedang dalam perjalanan ke sini juga.


Dokter masuk dan langsung memeriksa Maura yang saat ini sedang berbaring di ranjang bersalin.


"Suster siapa kan semuanya, air ketuban sudah pecah" ucap seorang dokter.


"Baik dokter" ucap seorang suster di bantu oleh ketiga temannya.


"Dokter istri saya gak papa kan dok" tanya Jovian yang duduk di kursi dekat ranjang bersalin.


"Istri bapak gak papa kok, beliau sudah mau melahirkan" ucap dokter itu sambil tersenyum, karena melihat piyama tidur Jovian.


"Mas" panggil Maura.


"Iya sayang mas di sini" ucap Jovian mendekati sang istri.


"Daddy sama mami udah tau kita di sini?" tanya Maura.


"Udah sayang, mas udah nelpon mereka dan sedang dalam perjalanan ke sini" ucap Jovian menggenggam tangan sang istri untuk menguatkan.


"Aaakkhhh..." ringis Maura merasakan sakit lagi.


Dokter pun mulai melakukan persalinan, Jovian setia menemani sang istri dan menggenggam tangan sang istri dengan sayang, meskipun raut wajah kuatir terlihat jelas dari Jovian.


Maura pun melakukan apa yang di katakan oleh dokter, Jovian melihat air mata dari kedua sudut mata sang istri, membuat Jovian semakin tidak tega melihat sang istri.


"Ayo bu sedikit lagi ya" ucap sang dokter.


Oouueekkk....


Ooouuueekkk...


Suara tangisan bayi mengemang di dalam ruangan persalinan, Jovian mencium seluruh wajah sang istri yang penuh dengan peluh perjuangan melahirkan buah cinta mereka.


"Makasih sayang" ucap Jovian di dekat wajah sang istri.


"Alhamdulillah,, anak ibu dan bapak perempuan dan sangat cantik" ucap dokter sambil tersenyum melihat bayi mungil yang ada di tangannya itu.


Terimakasih banyak dokter" ucap Jovian sambil tersenyum juga.


"Iya pak sama-sama" ucap dokter lalu memberikan bayi mungil itu pada suster untuk segera di bersihkan, lalu di azani oleh Jovian sang ayah.


Di luar ruang bersalin, Papi Joshua, Mami Ranti baru saja tiba, lalu tak lama kemudian mommy Nara, daddy Erik dan Marvel juga baru sampai.


"Ran, gimana?" tanya mommy Nara.


"Kita juga belum tau Nar, kita juga baru sampai" ucap mami Ranti.


Tiba-tian ruangan bersalin terbuka dan keluarlah Jovian yang masi mengunakan piyama tidur nya.


"Sayang" panggil mami Ranti.


"Mi, mom" ucap Jovian sambil memeluk kedua wanita itu sambil menangis.


"Ada apa sayang semaunya baik-baik saja kan?" tanya mommy Nara.


"Alhamdulillah mom, semaunya berjalan lancar" ucap Jovian melepaskan pelukannya.


Tak lama kemudian Maura dan sang bayi di bawa ke ruang inap VVIP, dan semaunya bisa menjenguk Maura di sana.


Maura sedang terbaring lemah di ranjang pasien, sedangkan bayi mungil sedang tertidur pules box bayi yang ada di dekat ranjang Muara.


"Sayang selamat ya kalian udah menjadi orang tua" ucap mami Ranti.


"Terimakasih mi" ucap Maura dan Jovian bersama.


Dan saat ini Marvel yang sedang memandang bayi mungil itu sambil me noel-noel pipi gembil itu.


"Sayang, jangan nanti bangun" ucap mommy Nara menegur sang putra.


"Habis lucu mom" ucap Marvel, membuat semau yang ada di situ tertawa melihat Marvel.


"Apa lagi kalau si kembar yang liat" ucap Jovian.


Sudah pasti bakalan heboh kalau kedatangan kedua bocah kembar itu. Apa lagi mengajak kedua sahabatnya juga.


"Sayang kalian udah kasi nama buat beby?" tanya mom Nara.


"Belum mom tapi kita udah punya nama buat beby" ucap Jovian tersenyum melihat sang istri.


"Siapa nak?" tanya papi Joshua.


"Aqila Sabrina Wiratmaja" ucap Jovian.


"Namanya bagus ya" ucap mommy Nara, yang mendapatkan anggukan dari yang lain.


Sekarang kebahagiaan Jovian dan Maura sudah lengkap di tambah dengan hadirnya beby Aqila salam hidup mereka, mereka akang membesarkan beby Aqila bersama.


Jovian mencium kening sang istri, lalu mereka melihat beby Aqil yang masi tertidur pules si dalam box bayi, jangan di tamani uncle Marvel.


***TAMAT...


Terimakasih sudah mendukung author sampai saat ini, akhirnya Novel ini tamat juga, semoga sehat selalu buat para pembaca setiaku, jangan lupa mampir ke cerita aku yang lain ya, masi ada cerita yang lain bisa langsung masuk profil ku, sekali lagi terimakasih guys...🙏🙏🙏***