
Mobil Jovian memasuki gerbang rumah keluarga Gilang, jam saat ini sudah menunjukan pukul 4 sore.
Pasangan suami dan istri itu turun dari dalam mobil, mereka di sambut hangat oleh bibi yang sedang berada di depan.
"Oty ura, ucel Jo(aunty Maura, uncle Jo)" panggil Galih.
"Hey sayang, kok sendirian kaka kamu mana" tanya aunty Maura.
"Alah agi atit oty(Galah lagi sakit aunty)" ucap Galih.
"Sakit apa sayang" tanya aunty Maura.
"Alah atit emam aty, emalam Alah impi ulut di edal ama etan elem(Galah sakit demam aunty, semalam Galah mimpi buruk di kejar sama setan serem)" ucap Galih.
"Terus Galah di mana" tanya uncle Jo.
"Alah agi onton ama api(Galah lagi nonton sama papi)" ucap Galih.
Bocah kecil itu ke ruang depan karena penasaran sama deru mobil, jadi Galih ingin melihatnya dan ternyata aunty Maura dan uncle Jo.
"Pi ada ucel Jo ama oty ura(pi ada uncle Jo dan aunty Maura)" ucap Galih.
Papi Gilang menyambut kedatangan sang sahabat, dan juga sang istri. Papi Gilang meminta keduanya untuk duduk di sofa.
Aunty Maura melihat Galah yang sedang menonton sambil berbaring, bocah kecil itu tak seperti biasanya akan langsung menyambut kedatangan mereka dengan girang.
Karena Galah lagi gak sehat, jadi ia dan Galih tidak pergi ke masjid untuk mengaji, hanya Iqbal dan Kifli.
Terlihat mami Ambar datang karena mendengar suara sepupunya yang datang.
"Sayang kamu di sini dulu ya aku mau ngobrol hal penting sama Gilang" ucap Jovian pada sang istri.
"Iya mas" ucap Maura.
Gilang mengajak sang sahabat pergi ke ruang kerja nya yang ada di ruangan samping, Gilang meminta Jovian duduk di sofa, begitu pun dengan Gilang.
"Lang, si Martin kabur dari penjara" ucap Jovian.
"Kok bisa" tanya Gilang.
"Iya katanya dia mengelabui petugas" ucap Jovian.
"Dan gue pernah liat di keluar dari supermarket di jalan xx waktu gue sama istri gue mau mampir beli salat" ucap Jovian.
"Dia pasti ingin membalaskan sakit hatinya karena sudah di masukan ke dalam penjara" ucap Gilang.
"Iya gue yakin juga gitu" ucap Jovian.
Kedua pria itu larut dalam obrolan, terkadang mereka membicarakan soal bisnis dan lain-lain, sampai pada pertanyaan konyol yang ke luar dari mulut Jovian.
"Kasih tips buat bayi kembar dong" ucap Jovian.
"Kok loh nanya gue sih, kenapa loh mau punya anak kembar juga" tanya Gilang.
"Yah kalau di kasih" ucap Jovian.
"Gue gak tau, gue kaget aja pas periksa kemari istri gue hamil kembar lagi" ucap Gilang.
"Ck, gak asik loh cuma nanya juga" ucap Jovian.
"Lah loh mau nanya apa?" tanya Gilang menatap sang sahabat.
"Ya itu agar bisa punya bayi kembar" ucap Jovian lagi.
"Gue gak tau bro, itu udah di kasih sama yang di atas" ucap papi Gilang.
"Pelit banget sih loh" ucap Jovian.
"Siapa yang pelit sih, gue aja gak tau, udah loh berdoa aja semoga loh di kasi anak kembar juga" ucap Gilang.
Selesai mengobrol kedua pria itu pun keluar dari ruangan Gilang, terlihat Ambar dan Maura sedang mengobrol bersama Galih di ruang tv, kedua wanita hamil itu tertawa mendengar suara cadel dari Galih.
"Sayang" panggil Jovian.
"Boy" panggil papi Gilang.
Papi Gilang kembali meletakan tangannya di kening putra sulungnya, dan Alhamdulillah suhu panas Galah sudah tidak terlalu panas lagi.
"Pi Alah asi atit ya(pi Galah masi sakit ya)" tanya Galih mendekati sang papi.
"Udah gak kok boy" ucap papi Gilang.
"Elati Alah da isa ain agi don ama ita(berarti Galah udah bisa main lagi dong sama kita)" tanya Galih.
"Iya boy" ucap papi Gilang, mengusap kepala putra bungsu nya dengan sayang.
Galih pun bersorak senang karena sang kembaran akan segera sembuh dan main lagi bersama mereka.
☘☘☘☘
Pak Faisal ke luar dari dalam lift kemudian berjalan di lobby menuju di mana mobilnya terparkir, saat ini waktu sudah menunjukan pukul 5 sore.
Pak Faisal masuk ke dalam mobil, dan langsung keluar dari kantor miliknya. Pak Faisal mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, karena jalan memang sedikit macet, mungkin karena jam pulang kantor juga.
Pak Faisal melihat mobil yang sama mengikutinya lagi dari belakang, ia yakin kalau itu adalah Martin, pak Faisal mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Martin sudah mengikuti saya, dan saya akan berpura-pura tak mengetahui itu" ucap pak Faisal.
"Baik bos" ucap seseorang di seberang sana.
Pak Faisal pun mematikan panggilan telponnya, lalu kembali fokus mengemudikan mobilnya mencari jalan sepi.
Martin yang berada di dalam mobilnya tersenyum senang, karena melihat mobil yang ia ikutin mencari jalan yang sepi, hanya ada beberapa kendaraan yang kebetulan lewat.
"Ternyata sangat muda untuk membuat mu kembali menderita Faisal" ucap Martin seorang diri.
Mobil pak Faisal terus melaju dengan kencang, sesekali ia melihat ke arah spion untuk memastikan mobil yang mengikutinya.
Mobil di belakang semakin kuat melaju, sampai mensejajarkan dengan mobil pak Faisal dan lagi-lagi pengendara mobil itu memakai masker, topi dan kaca mata, tapi Pak Faisal bisa mengenali orang tersebut.
Mobil itu pun mulai menyerempet mobil pak Faisal, membuat pak Faisal tetap tenang karena di depan sana ada kejutan buat si pengendara mobil itu yang tak lain adalah Martin.
Tiba di dekat para anak buah pak Faisal bersembunyi, pak Faisal pun menghentikan mobilnya dan keluar, Martin pun juga menghentikan mobilnya dan keluar sambil membawa sesuatu.
"Kita bertemu lagi Faisal" ucap Martin membuka maskernya.
"Iya Martin, kita ketemu lagi" ucap pak Faisal sambil tersenyum.
"Tertawa lah selagi masi ada kesempatan, karena setelah ini kau ada pergi meninggalkan dunia" ucap Martin.
"Saya jadi takut dengar nya" ucap pak Faisal.
"Seharusnya kau diam di penjara mempertanggung jawabkan perbuatan mu dan istri itu" ucap pak Faisal.
"Diam kau, kenapa kau dan istrimu tidak mati saja dulu" ucap Martin dengan raut marah.
"Sayangnya Allah masi memberikan kami pertolongan dan masi membiarkan kami hidup" ucap Pak Faisal sambil tersenyum mengejek ke arah Martin.
"Apa sekarang kamu masi bisa bertahan hidup kalau senjataku ini menembus kepalamu" ucap Martin.
"Saya tidak pernah takut pada mu Martin" ucap pak Faisal.
"Kalau begitu bersiaplah Faisal, aku akan membuatmu meninggalkan dunia ini detik ini juga" ucap Marti sambil Tersenyum licik melihat ke arah pak Faisal.
Martin pun mulai mengarahkan senjata miliknya ke arah pak Faisal dan...
Dorr...
Next....
***Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys...
Kalau terdapat typo komen ya guys, biar bisa langsung author revisi, Terimakasih***....