Jovian & Maura

Jovian & Maura
Jovian & Muara ..



Maura menuruni anak tangga dengan pelan sambil memeluk perutnya, Maura melihat sang mami juga baru keluar dalam kamar.


"Sayang udah bangun" tanya mami Ranti.


"Iya mi, kak Jo masi tidur" ucap Maura.


Mami Ranti dan Maura berjalan ke arah ruang tengah, Maura melihat barang belanjaan mereka tadi sudah tersusun dengan rapi di rumah tengah.


"Mi, papi belum datang ya" tanya Maura.


"Belum sayang mungkin dikit lagi" ucap mami Ranti.


Sedangkan di lantai atas Jovian baru saja bangun dari tidurnya, dan sudah tak mendapatkan sang istri.


Jovian melihat seisi kamar dan tak mendapatkan sang istri, Jovian pun turun dari atas ranjang dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.


Papi Joshua baru saja tiba dari kantor untuk menjemput sang istri, papi Joshua melihat sang istri sedang mengobrol bersama sang menantu.


Pandangan papi Joshua tertuju pada tumpukan barang yang tersusun rapi, dari liatnya saja papi Joshua sudah bisa menebak kalau itu adalah perlengkapan beby.


"Assalamualaikum" ucap papi Joshua.


"Waalayikumsalam pi" ucap mami Ranti dan Maura.


"Ini kok banyak barang, sih" tanya papi Joshua.


"Iya pi tadi itu kita belanja perlengkapan beby" ucap Maura.


"Lucu-lucu ya" ucap papi Joshua.


"Iya pi, tempat tidur bayi itu Jo loh yang pilih kan" ucap mami Ranti.


"Bagus" ucap papi Joshua duduk di sofa dekat sang istri.


"Jo mana mi" tanya papi Joshua.


"Ada apa pi" ucap Jovian yang sedang menuruni tangga.


"Sini papi mau ngomong sama kamu" ucap papi Joshua.


Maura melihat sang suami sudah bersih, itu tandanya Jovian sudah habis membersihkan diri, Jovian duduk di dekat sang istri.


"Besok ada meeting sama Gilang, kamu yang hadir ya" ucap papi Joshua.


"Iya pi" ucap Jovian.


"Kapan barangnya sampai sayang" tanya Jovian melihat belanjaan mereka.


"Tadi jam du kata mami" ucap Maura.


Setelah mengobrol cukup lama, Papi Joshua dan Mami Ranti lalu pamit pulang, karena hari sudah mulai semakin sore.


Kini tinggal Jovian dan Maura, Jo melihat perut sang istri yang sedikit membuncit, 2 minggu lagi adalah jadwal mereka periksa ke dokter.


Jovian mendekat ke arah perut sang istri dan berbisik, dan mencium nya cukup lama.


☘☘☘☘


Tio yang baru saja tiba di rumah langsung membersihkan diri di dalam kamar mandi, ia tak mau menemui sang istri belum membersihkan diri.


Sedangkan Laura di lantai bawa sedang mengobrol bersama ibu juga bapak Tio, setelah mengetahui kehamilan sang menantu ibu selalu siap siaga untuk sang menantu, kalau sang suami sedang bekerja di kantor.


Laura hendak beranjak dari duduknya, membuat ibu langsung dengan cepat bertanya pada sang menantu.


"Mau kemana nak" tanya ibu.


"Mau ke dapur bu, mau ambil minum" ucap Laura.


"Biar ibu saja ya yang ambil" ucap Ibu.


"Ibu, Laura kan cuma hamil gak patah tangan, jadi kali ini ibu duduk aja ya sama bapak" ucap Laura.


"Ya sudah tapi kamu hati-hati ya sayang" ucap ibu.


"Iya bu" ucap Laura berlalu ke dapur.


Tak lama kemudian Tio tiba di lantai bawa dengan pakaian rumahnya, Tio melihat tak ada keberadaan sang istri di ruang tengah.


"Ibu, bapak istri aku kemana?" tanya Tio.


"Ya udah Tio liat Laura dulu ya bu, pak" ucap Tio.


"Iya nak" ucap Ibu dan bapak Tio.


Tio pergi ke dapur untuk mencari sang istri, Tio melihat Laura sedang berdiri di depan dispenser dan sedang meminum air.


"Sayang" panggil Tio.


"Mas, udah selesai mandi?" tanya Laura meletakan gelas yang sudah kosong di atas meja.


"Iya sayang" ucap Tio memeluk sang istri.


"Gimana tadi mual lagi gak?" tanya Tio.


"Mual tapi hanya sekali kak" jawab Laura sambil tersenyum.


"Sayang jangan bikin mama mual terus ya" ucap Tio di depan perut rata sang istri.


Laura tersenyum melihat tingkah sang suami, Tio lalu mengajak sang istri kembali ke ruang tengah, untuk bergabung dengan ibu dan bapak.


☘☘☘☘


Raffa dan Melodi sedang menghadiri pesta di salah satu hotel bintang lima, penampilan Melodi terlihat sangat mencolok dengan gaun yang sedikit terbuka, berbeda dengan Raffa yang mengenakan jas rapi.


Pasangan kekasih itu masuk ke dalam dan menjadi pusat perhatian para tamu, Melodi mengandeng lengan Raffa sambil menebar senyum manisnya.


Acara yang di hadiri oleh Melodi dan Raffa adalah acara rekan bisnis Raffa yang hari ini adalah ulang tahun perusahaan mereka.


Raffa dan Melodi hendak mengucapkan selamat pada pemilik acara, tapi tiba-tiba seseorang tak sengaja menabrak mereka.


Dukk...


"Aduh kalau jalan liat-liat dong" ucap Melodi melihat orang yang menabrak mereka.


"Maaf tadi aku gak lia kalau ad..." ucapan orang itu terhenti melihat ke arah orang yang ia tabrak.


Raffa lagi-lagi memandang gadis itu, tatapan mereka bertemu cukup lama, lalu gadis itu memutuskan untuk segera pergi.


Raffa melihat pundak gadis itu sampai menghilang dari pandangannya, rupanya Raffa baru saja datang dan tak sempat melihat kalau rekan bisnisnya mengenal putri nya ke publik.


"Dasar gadis gak tau diri udah nabrak malah pergi" ucap Melodi mengerucut gak jelas.


"Udah ayo kita kasih selamat sama pak Rehan Wiguna" ucap Raffa.


"Eh pak Raffa baru datang ya?" tanya pak Rehan.


"Iya pak Rehan maaf ya pak Rehan" ucap Raffa.


"Selamat ya pak atas ulang tahun perusahaan bapak, semoga semakin jaya selalu" ucap Raffa.


"Terimakasih ya pak Raffa" ucap pak Rehan.


Pandangan pak Rehan tertuju pada seorang wanita yang ada di dekat Raffa, pak Rehan pun bertanya pada Raffa.


"Ini kekasih pak Raffa?" tanya pak Rehan.


"Iya pak Rehan kenalin nama nya Melodi" ucap Raffa.


"Rehan" ucap pak Rehan.


"Melodi" ucap Melodi.


"Rupanya pak Raffa sudah memiliki pacar, padahal aku ingin menjodohkannya dengan Melatih, tapi sudah lah mau gimana lagi, mungkin belum jodoh kali" ucap pak Rehan dalam hati.


"Silahkan menikmati pestanya ya pak Raffa, sekali lagi terimakasih sudah mau datang" ucap pak Rehan.


"Iya pak Rehan sama-sama" ucap Raffa.


Raffa dan Melodi lalu mencari tempat duduk yang masi kosong, pandangan Raffa menyusuri ballroom hotel untuk mencari seseorang, tapi orang yang Raffa cari sudah tak terlihat lagi batang hidungnya, hanya tadi pas bertemu gak sengaja menabrak ia dan Melodi.


Raffa dan Melodi duduk di salah satu meja kosong, Melodi menawarkan untuk mengambil minuman buat dia dan Raffa, sedangkan Raffa masi setia duduk di kursi, tak lama kemudian Melodi datang dengan membawa dua gelas minuman dan memberikannya satu pada Raffa.


Next....


Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys....