Jovian & Maura

Jovian & Maura
Harus Berhati-Hati



Saat ini Jovian dan Maura suda berada di dalam kamar, tapi pikiran Jovian masi mengarah pada Martin yang ia liat tadi keluar dari supermarket.


"Sayang" panggi Jovian.


"Ada apa" tanya Maura.


"Tadi aku liat Martin, yang dulu menculik Laura" ucap Jovian melihat sang istri.


"Bukannya dia udah di penjara" tanya Maura.


"Dari kabar yang aku dengar, Martin kabur dari penjara dengan cara mengelabui petugas" ucap Jovian.


"Ya ampun, pasti dia gak akan tinggal diam sayang" ucap Maura.


"Iya nanti besok pagi aku telpon pak Faisal meminta untuk berhati-hati" ucap Jovian.


"Iya kak" ucap Maura.


"Sayang" panggil Jovian lagi.


"Ada apa?" tanya Maura.


"Bisa gak jangan manggil aku kaka, kan udah suami, istri" ucap Jovian.


"Terus mau di panggil apa dong" tanya Maura melihat sang suami.


"Mas, atau sayang" ucap Jovian.


"Ya udah aku panggil mas sama sayang aja" ucap Maura.


"Kamu tuh yah" ucap Jovian mencubit hidung sang istri.


"Ake kenapa mas" tanya Maura.


"Gak ayo tidur udah malam loh" ucap Jovian memeluk sang istri.


Sedangkan Maura hanya tersenyum melihat tingkah sang suami, tak lama kemudian pasangan suami dan istri itu pun tertidur.


☘☘☘☘


Terlihat pasangan suami dan istri saat ini sedang serius mengobrol, ya mereka adalah pak Faisal dan mama Ayu.


"Papa yakin itu Martin" tanya mama Ayu.


"Iya ma, papa yakin udah sering kali dia ngikutin mobil papa kalau pagi ke kantor" ucap pak Faisal.


"Kita harus hati-hati pa, dia pasti akan membalas semuanya pada keluarga kita" ucap mama Ayu.


"Iya ma mulai besok papa akan minta anak buah papa buat jaga-jaga" ucap pak Faisal.


"Iya pa" ucap mama Ayu.


"Papa minta mama sama Laura jangan dulu keluar rumah ya, takut nanti Martin nekat melukai kalian" ucap pak Faisal.


"Iya pa, mama sama Laura gak akan pergi ke mana-mana kok" ucap mama Ayu.


Pak Faisal melihat jam di diding kamar mereka yang sudah menunjukan pukul 11 malam, mungkin saja Laura sudah tidur karena ini sudah sangat larut.


"Ma tidur yuk udah telat" ucap pak Faisal.


"Iya pa mama juga udah ngantuk" ucap mama Ayu.


Pak Faisal lalu mematikan lampu besar, dan hanya menyisakan lampu tidur saja.


Di luar gerbang rumah keluarga pak Faisal, Martin yang saat ini berada di dalam mobil tak henti-hentinya melihat ke arah rumah besar yang ada di depannya itu.


Rumah yang dulunya dia impi-impikan, tapi malam membuatnya masuk kedalam penjara, tapi untungnya ia bisa kabur dengan mengelabui petugas sel.


"Permainan baru di mulai Faisal, aku tidak akan membuat hidup kalian tenang" ucap Martin seorang diri, sambil melihat rumah besar itu.


Tadi sehabis dari supermarket Martin tak sengaja lewat situ, dan Martin berhenti sejenak hanya untuk melihat-lihat di sekitar sana.


Karena malam sudah semakin larut, Martin pun menjalankan mobilnya meninggalkan depan gerbang rumah keluarga pak Faisal, Martin berniat akan kembali lagi besok pagi untuk memulai rencananya.


☘☘☘☘


Tepat pukul 3 dini hari Galih terbangun dari tidurnya, karena bocah kecil itu mendengar suara sang kaka yang sedang mengigau.


"Alah to idul abil omon si(Galah kok tidur sambil ngomong sih)" ucap Galih.


Galih pun berniat ingin membangunkan sang kembar, tapi Galih merasa suhu bandan Galah sangat panas, membuat Galih menjadi panik.


"Atu alus anunin ami ama api(aku harus bangunin mami sama papi)" ucap Galih turun dari atas ranjang, tapi sebelum keluar bocah kecil itu menghidupkan lampu besar.


Galih mengetuk pintu kamar kedua orang tuanya dengan keras, membuat Gilang membuka kedua matanya dengan cepat dan melihat ke arah sang istri yang masi tertidur pules.


Gilang gurun dari atas ranjang dan membuka pintu kamar mereka, Gilang melihat putra bungsunya yang sedang berdiri di depan pintu.


"Ada apa boy" tanya Gilang.


"Pi Alah eman pi(pi Galah demam pi)" ucap Galih sambil menangis.


"Apa, ayo kita liat kaka kamu" ucap Gilang.


Galih dan papi Gilang naik ke lantai atas, di mana kamar si kembar berada Gilang melihat Galah yang sedang mengigau.


"Boy, bangun kamu kenapa nak" ucap papi Gilang.


Papi Gilang meletakan tangannya di kening sang putra, badan Galah terasa panas Galah demam tinggi.


Papi Gilang langsung menelpon dokter pribadi mereka, sedangkan sambil menunggu dokter papi Gilang membangunkan sang istri.


Ambar yang sudah hawatir pun tak dapat menahan air matanya lagi, Ambar menangis sambil berjalan ke kamar sang putra.


"Sayang kamu kenapa nak" ucap Ambar.


"Mi Alah ait-ait aja tan mi(mi Galah baik baik aja kan mi)" tanya Galih sambil menangis memegang tangan sang kaka.


"Iya sayang, kita berdoa semoga kaka kamu baik-baik aja ya" ucap mami Ambar.


Gak lama kemudian dokter masuk dan langsing memeriksa keadaan Galah, kak Dev yang mendengar suara ribut pun terbangun dari tidurnya dan keluar melihat kalau ada apa.


"Kak Kenapa" tanya Dev pada papi Gilang.


"Galah demam tinggi Dev" ucap Gilang.


"Kok bisa kak" tanya Dev.


"Kita juga gak tau Galih tadi bangunin kaka" ucap papi Gilang.


"Gimana keadaan putra saya dok?" tanya papi Gilang setelah melihat dokter selesai memeriksa Galah.


"Galah tidak apa-apa pak Gilang, saya sudah memberikannya obat penurun panas" ucap dokter.


"Terimakasih dok" ucap Gilang.


"Sayang bangun nak" ucap mami Ambar.


Tak lama kemudian kedua mata Galah terbuka, dan melihat banyak orang di dalam kamar mereka.


"To ajat olan ci di amal ita Alih(kok banyak orang sih di kamar kuta Galih)" tanya Galah pada sang kembaran.


"Ia amu tan agi emam(iya kamu kan lagi demam)" ucap Galih duduk di sisi Galah.


"Ia atu impi ulut(iya aku mimpi buruk)" ucap Galah.


"Mimpi apa sayang" tanya mami Ambar.


"Atu impi di ejal tetan mi, tetan ya elam anet ambut ya ajan(aku mimpi di kejar setan mi, setannya seram banget rambut nya panjang)" ucap Galah.


"Ih elem(iih serem)" ucap Galih juga.


"Pasti tidur gak baca doa ya" tanya mami Ambar.


"Ia mi Alah upa(iya mi Galah lupa)" ucap Galah.


"Lain kali baca doa dulu sebelum tidur sayang" ucap mami Ambar.


"Iya mi" ucap Galah.


Dokter yang habis memeriksa Galah pun pamit pulang, dan di antar oleh papi Gilang sampai depan rumah.


Sedangkan di kamar Galih tak henti-hentinya menanyakan mimpi serem sang kembaran, membuat kak Dev dan mami Ambar menggeleng kepala melihat kekepoan Galih.


Next....


***Jangan lupa Like, Komen sama Vote guys....


Jangan sungkan komen di mana ada typo guys, jadi bisa langsung author revisi🙏🙏***