Jovian & Maura

Jovian & Maura
Hadiah Kalung



Selesai menyelesaikan pekerjaannya, Jovian kembali masuk ke dalam kamar yang ada di ruangannya. Jovian melihat sang istri yang masi tertidur pules.


Jovian tersenyum dan berjalan mendekati ranjang, Jovian duduk di sisi ranjang menatap wajah sang istri cukup lama.


"Sayang, bangun yuk kita pulang udah sore" ucap Jovian.


Maura menggeliat dari tidurnya merasakan seseorang menyentuh lengannya, Maura melihat sang suami yang duduk di sisi ranjang.


"Bangun yuk, kita pulang" ucap Jovian.


"Memangnya udah jam berapa" tanya Maura.


"Udah jam 5" ucap Jovian.


Maura pun bangun dari baring nya, Maura melihat penampilannya yang acak-acakan itu, Jovian menyerah kan sesuatu yang di butuhkan sang istri.


Maura masuk ke dala kamar mandi, sedangkan Jovian merapikan tempat tidur yang sedikit berantakan itu.


Cleekk...


Tak lama kemudian Maura keluar kamar mandi, dengan wajah yang terlihat segar. Maura mencari tas miliknya yang tak ada di atas meja di kamar itu.


"Tas nya ada di luar sayang, ayo" ajak Jovian.


Maura keluar bersama sang suami, dan benar saja Maura melihat hari mulai gelap dari balik jendela kaca ruangan sang suami.


"Ayo sayang" ajak Jovian.


Maura mengambil tas miliknya, lalu keluar dari ruangan sang suami. Maura memeluk lengan sang suami masuk ke dalam lift, terlihat suasana kantor juga sudah sepi karena para karyawan sudah pulang dari jam pulang kantor.


Ting....


Pintu lift terbuka, Jovian dan sang istri keluar dari dalam lift. Jovian membukakan pintu untuk sang istri lalu Jovian masuk ke dalam kursi kemudi, dan mobil pun keluar dari area kantor.


"Masi ngantuk" tanya Jovian melihat sang istri.


"Iya" ucap Maura.


"Nanti lanjut tidur di rumah ya" ucap Jovian mengusap kepala sang istri dengan sebelah tangannya.


☘☘☘☘


Terlihat papi Gilang juga barus saja tiba di rumah, Gilang melihat kedua putranya sedang menggambar di ruangan tengah.


"Hay boy" sapa papi Gilang.


"Ai api, api lu ulan ya(hay papi, papi baru pulang ya" tanya Galih.


"Iya, papi ke kamar ya" ucap Gilang.


"Ia pi" jawab si kembar lalu kembali menggambar.


Gilang melihat sang istri yang sedang membereskan tempat tidur mereka.


"Sayang" panggil Gilang.


"Pi baru pulang ya" tanya mami Ambar.


"Iya sayang, ada pekerjaan yang aku selesain soalnya besok aku ke kantor telat karena harus nemenin Dev daftar sekolah" ucap Gilang.


"Iya aku udah siapin kamar nya Dev di sebelah kamar si kembar pi" ucap mami Ambar.


"Makasih ya sayang, aku mandi dulu ya" ucap Gilang.


"Iya pi" jawab mami Ambar.


Sebelum keluar dari kamar, mami Ambar menyiapkan pakaian ganti untuk sang suami terlebih dahulu.


"Oleh abal atu da adi de(hore gambar aku udah jadi deh)" ucap Galah.


"Oba atu au iat(coba aku mau liat)" ucap Galih.


"Ni, adus tan(ini, bagus kan)" ucap Galah.


"Ish iasa aja(ish biasa aja)" ucap Galih.


"Sayang, lagi ngapain" tanya mami Ambar melihat kedua putranya.


"Ita agi ambal mi(kita lagi gambar mi)" ucap Galah.


"Coba mami liat" tanya mami Ambar.


"Ni mi oba iat adus tan abal Alah(nih mi coba liat bagus kan gambar Galah)" ucap si kecil Galah.


"Unya Alih uda adus tan mi(punya Galih juga bagus kan mi)" tanya Galih juga.


"Iya sayang gambar kalian bagus dan keren" puji mami Ambar.


"Asit(asik)" ucap si kembar.


Ambar melihat kedua putra kembarnya yang terlihat senang, Ambar mengusap kepala si kembar bergantian.


☘☘☘☘


Jovian dan sang istri baru saja selesai membersihkan diri, Maura terlihat mengenakan pakaian tidur berwarna hitam.


"Sayang" panggil Jovian.


"Iya sayang ada apa" tanya Maura.


"Aku punya sesuatu buat kamu" ucap Jovian mendekati sang istri.


"Apa sayang" tanya Maura.


"Tutup mata dulu dong" ucap Jovian.


Maura pun menutup kedua matanya, Jo pun mengambil sesuatu dari dalam jas nya yang ada di dalam lemari.


"Sekarang buka matanya" ucap Jovian.


Maura pun membuka kedua matanya, dan melihat kalung berlian yang ada di dalam kotak di pegang oleh sang suami, membuat Maura senyum manis.


"Buat aku?" tanya Maura.


"Iya dong buat istri aku" ucap Jovian.


"Bagus, aku suka" ucap Maura.


Jovian pun memasang kan kalung berlian itu pada leher sang istri, senyum tak pernah hilang dari wajah Maura kala menerima hadiah dari sang suami.


"Cantik" ucap Jovian.


"Makasih sayang" ucap Maura.


"Iya sayang sama-sama" ucap Jovian membawa sang istri ke dalam pelukannya.


☘☘☘☘


Seorang pria tampan berkisaran umur 15 tahun barus saja tiba di bandara Soekarno-Hatta, pria tampan itu keluar dari terminal kedatangan.


Ini adalah kali pertama ia menginjakan kaki di Indonesia, terlihat pria tampan itu sedang celingak celinguk mencari seseorang yang akan datang menjemputnya.


"Kak" panggil pria itu pada seseorang yang ia kenal.


Bilang melambaikan tangan pada adik sepupunya ya itu Dev yang baru saja tiba, Gilang memeluk Dev layaknya lelaki.


"Makasih ya kak uda jemput aku" ucap Dev.


"Iya sama-sama ayo" ajak Gilang.


Gilang dan Dev berjalan ke arah parkiran mobil, Gilang menaruh barang bawan Dev ke dalam bagasi mobil. lalu keduanya masuk ke dalam mobil.


"Gimana suasana kota jakarta Dev" tanya Gilang dengan fokus menyetir.


"Bagus kak, kayaknya aku bakalan betah ni di indonesia" ucap Dev sambil tersenyum ke arah kaka sepupunya itu.


"Tapi ingat tujuan kamu ke sini itu buat sekolah bukan buat main" ucap Gilang.


"Siap kak" ucap Dev mengajukan jempolnya.


"Si kembar jam segini udah tidur gak kak" tanya Dev.


"Belum, kata mereka mau nunggu kamu datang, mereka penasaran sama teman baru mereka" ucap Gilang sambil tersenyum.


Dev memang belum pernah bertemu si kembar, tapi Dev sering melihat foto dan vidio kocak si kembar dan teman-temannya dari sosial media sang papi dan sang mami.


Mobil yang di kendarai oleh Gilang pun memasuki kediaman rumah Gilang, Dev melihat rumah yang tak kalah besarnya dari rumah mereka yang ada di jerman.


"Ayo Dev, nanti barangnya biar di angkat sama bibi" ucap Gilang.


Dev masuk bersama Gilang ke dalam, baru pintu utama terbuka saja suara lengkungan si kembar sudah memecahkan telinga Dev, membuat Gilang tersenyum melihat adik sepupunya itu menutup kedua telinganya.


"Ini belum seberapa, dan jangan pernah nyesel memili tinggal di rumah kak ya" ucap Gilang sambil menepuk punggung adik sepupunya itu.


Next...


***Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya...


Nanti di cerita si kembar bakalan ada kak Dev lagi yang akan di kerjain habis-habisan oleh si kembar***....