Jovian & Maura

Jovian & Maura
Berangkat Bulan Madu



Pagi-pagi sekali Maura sudah bangun dan menyiapkan semua keperluan yang akan mereka bawa untuk pergi bulan madu, sedangkan Jovian masi setia bergulung di balik selimut.


"Sayang, bangun kita harus segera siap-siap kata kamu semalam pesawat kita berangkat jam 9 pagi, ini udah jam 6 lewat loh" ucap Maura membangunkan sang suami.


"10 menit lagi sayang" ucap Jovian dengan mata terpejam.


"Gak ada 10 menit ayo bangun" ucap Maura.


Dengan terpaksa Jovian membuka ke dua matanya, lalu melihat sang istri yang sedang sibuk mengemas barang yang akan mereka bawa.


"Kenapa gak bangunin aku si, buat bantu-bantu kamu" ucap Jovian.


"Gak papa ini udah mau selesai kok, kamu mandi duluan aja ya" ucap Maura.


"Gak mandi bareng aja sayang" tanya Jovian sambil tersenyum menggoda.


"Gak, mandi duluan aja" ucap Maura.


Jovuan tertawa melihat wajah kesal sang istri, sekarang Jo punya hobi baru ya itu suka menggoda sang istri.


Cup...


Sebelum masuk ke kamar mandi Jovian sempat-sempatnya mencuri kecupan pada sang istri, membuat Maura yang sibuk memasukan peralatan mak up nya terhenti.


"Morning kiss sayang" ucap Jovian sebelum menutup pintu kamar mandi.


Maura di luar sana hanya menggeleng kepala melihat tingkah sang suami yang sudah mulai bucin itu.


Di lantai bawa Mommy Nara dan daddy Erik baru saja tiba, keduanya datang ke kediaman Wiratmaja adalah ingin mengantarkan kedua pasangan pengantin baru itu.


Mami Ranti dan papi Joshua menyambut besan mereka dengan senang, lalu mengajak mereka duduk di ruang tamu.


"Pengantin baru belum turun Ran" tanya mommy Nara.


"Belum Ra, mungkin dikit lagi" jawab mami Ranti.


"Kalian ini, seperti tidak merasakan pengantin baru aja" ucap daddy Erik.


Membuat keempat pasangan suami istri itu tertawa bersama, membuat pasangan pengantin baru yang akan bersiap turun itu mendengar suara tawa dari lantai bawa.


"Mom, dad" sapa Maura memeluk mommy dan daddy nya bergantian.


"Kalian sudah siap" tanya daddy Erik.


"Sudah dad" jawab Jovian.


"Adek gak ikut mom" tanya Maura karena tidak melihat sang adik.


"Tidak sayang, adik kamu titip salam buat kalian" ucap mom Nara.


Mereka semua lalu pergi ke ruang makan untuk sarapan bersama, karena setelah itu akan pergi ke bandara untuk mengantar pasangan suami istri itu untuk berbulan madu.


☘☘☘☘


Di kediaman Gilang saat ini Ambar sedang memasang kan dasi pada sang suami, rencana nya siang ini Ambar akan ikut dengan Gilang untuk melihat keadaan gadis yang di tolong oleh Jovian.


"Nanti siang aku langsung ke kantor aja ya sayang" ucap Ambar.


"Iya nanti aku tunggu kamu sayang, nanti si kembar biar aku minta mommy buat jagain mereka" ucap Gilang.


"Iya sayang, udah selesai" ucap Ambar.


"Makasih ya sayang" ucap Gilang mengecup kening sang istri.


"Iya, ayo kita langsung ke ruang makan si kembar pasti udah nunggu" ajak Ambar dan Gilang pun mengikuti ajakan sang istri.


Dan benar saja si kembar sedang menunggu di meja makan, sambil memegang sendok.


"Hay boy" sapa Gilang.


"Anak-anak mami udah nunggu lama ya sayang, maaf ya mami habis siapin baju kantor papi" ucap Ambar.


"Kalian mau sarapan apa, roti atau nasi goreng" tanya Ambar.


"Atu asi olen my(aku nasi goreng my)" ucap Galih.


"Alo atu oti my di olet ei oberi(kalau aku roti my di oles slei stroberi)" ucap Galah.


"Iya sabar ya" ucap Ambar dengan talenta menyiapkan sarapan si kembar, lalu pada sang suami juga pada dirinya sendiri.


Selesai berdoa si kembar langsung mulai memakan sarapan mereka, hari ini mereka akan di temani eyang Sinta karena Ambar akan ke kantor sang suami siang nanti, tapi nanti ada Iqbal dan Kifli yang akan ikut bermain bersama si kembar.


☘☘☘☘


Dua mobil yang mengantar Jovian dan Maura pun akhirnya tiba di bandara, semuanya lalu turun.


"Sayang kabarin kita kalau udah sampai ya" ucap mommy Nara.


"Iya mom, pasti mom" ucap Maura dan Jovian.


Jovian dan Maura memeluk bergantian orang tua mereka, karena akan segera masuk ke armada keberangkatan.


"Jangan lupa cucu buat kita" ucap mami Ranti.


"Siap mi" ucap Jovian.


Sedangkan Maura hanya menunduk malu, karena sang mami mertua lagi-lagi membahas cucu di depan semuanya, membuat gadis yang baru menjadi istri itu menjadi malu.


"Ya udah kita masuk ya my, pi, dad mom" ucap Jovian.


"Iya sayang" ucap mom Nara dan Mami Ranti.


Jovian masuk dengan mengandeng merah tangan sang istri, jangan lupakan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancung Jovian dan Maura, membuat keduanya terlihat begitu serasi dan romantis.


Mom Nara, daddy Erik dan kedua orang tua Jovian berpisah di parkiran, karena mereka membawa mobil masing-masing ke bandara.


*****


Di salah satu restoran tempatnya di ruang VVIP terlihat empat pria tampan sedang asik berbincang-bincang, ya itu Brian, Marvel, Raffa dan Juga Tio.


Keempat pria tampan itu sedang menunggu kedatangan kedua sahabat mereka ya itu Rasya dan Ilham, mereka belum memesan makan karena sedang menunggu kedua teman mereka.


Di luar restoran seorang pria yang berkacamata hitam dan berkulit putih yang juga sama tampan nya dengan keempat pria di dalam sana, baru saja tiba dengan motor besar miliknya.


Pria itu menjadi pusat perhatian semua orang di dalam restoran, termaksud para kaum hawa. Pria itu berjalan masuk tampa melepas kacamata hitam miliknya ia langsung menuju ruangan VVIP di mana teman-temannya sudah menunggu.


Ccllekk...


Pria itu masuk dan melihat keempat pria yang sedang menunggunya di sana.


"Hay bro, apa kabar loh" tanya Brian memeluk sahabat kecilnya itu.


"Baik, loh semua apa kabar" tanya Rasya, ya pria itu adalah Rasya.


"Alhamdulillah baik juga," ucap Tio memeluk sang sahabat begitu pun dengan Marvel.


Brian memperkenalkan Raffa pada Rasya dan obrolan pun terjalin di antara mereka, hanya tinggal Ilham yang mereka tunggu.


Dan tak lama kemudian Ilham pun masuk ke dalam ruang VVIP itu, sama halnya dengan Rasya, Ilham pun di sambut dengan senang juga oleh kelima pria tampan itu yang sudah menunggu kedatangannya sedari tadi.


Karena semuanya sudah ada, Brian pun meminta pelayan membawakan menu makan saing untuk mereka, karena sekarang memang sudah menunjukan pukul setengah 12 siang.


Di selah menunggu menu makan siang, para pria tampan itu mengobrol soal bisnis dan juga bernostalgia masa kecil mereka yang begitu seru.


Next...