Jovian & Maura

Jovian & Maura
Tio Melamar Laura



Malam harinya di kediaman Laura, saat ini mama Ayu sedang sibuk mendandani sang putri, sedari tadi Laura selalu protes karena banyak produk make up yang di gunakan sang mama.


"Tuh kan jadi cantik banget seperti barbie hidup" ucap mama Ayu.


Laura melihat pantulan dirinya di depan cermin, memang benar ia terlihat berbeda, apa lagi mengenakan gaun berwarna hitam membuat kulitnya yang putih terlihat terang.


"Tinggal nunggu pangeran datang deh" ucap mama Ayu.


"Senyum dong, jangan manyun gitu" ucap mama Ayu.


"Makasih ya ma" ucap Laura.


"Iya sama-sama, kamu tuh seperti mama dulu waktu papa kamu ngelamar mama" ucap mama Ayu.


"Mama di lamar papa di mana" tanya Laura kepo.


"Mama di lamar sama papa kamu tepat di hari ulang tahun mama yang ke 23 tahun sayang" ucap mama Ayu bernostalgia ke masa lalu.


"Papa romantis gak ma" tanya Laura kepo.


"Romantis banget, papa kamu berlutut di depan mama dan memegang kotak cincin dan kamu tau itu di depan banyak tamu dan teman-teman mama sama papa" ucap mama Ayu.


"Wih, romantis ya ma" ucap Laura.


"Iya dong sayang, ayo kita turun ke lantai bawa" ucap mama Ayu.


Laura dan sang mama keluar dari kamar Laura, lalu mereka turun ke lantai bawa. Terlihat papa Faisal sedang me nonton di ruang TV.


"Pa" panggil mama Ayu.


"Mama" panggil papa Faisal.


Lalu pandangan papa Faisal tertuju pada sang putri yang berada di belakang sang mami, papa Faisal melihat sang putri cukup lama.


"Ma, Laura sama seperti mama dulu ya" ucap papa Faisal.


"Iya lah pa, foto copy nya mama itu" ucap mama Ayu.


Sedangkan Laura dan sang papa hanya tersenyum melihat sang mama yang heboh sendiri.


Tak lama kemudian mereka mendengar suara deru mobil yang baru saja tiba di depan, mereka sudah bisa menebak kalau itu pasti mobil Tio, yang akan menjemput Laura.


Di luar sana Tio masi melihat penampilannya di dalam mobil, merasa sudah oke Tio pun mengambil buket bunga yang sangat indah, lalu keluar dari dalam mobil.


Tio melangkah ke arah pintu dan langsung menekan bel, tak lama kemudian bibi membukakan pintu untuk Tio.


"Den Tio, mari silahkan masuk den" ajak bibi.


"Makasih bi" ucap Tio.


Tio mengikuti bibi ke ruang TV, melewati ruang tengah. Kedatangan Tio di sambut hangat oleh pak Faisal dan mama Ayu, Tio melihat seorang gadis cantik yang sedang berdiri di dekat mama Ayu, Tio seakan tak percaya dengan apa yang ia liat sekarang.


Sedangkan Laura tersenyum dan menunduk malu, karena di tatap terus oleh Tio, membuat mama Ayu dan pak Faisal tersenyum melihat mereka.


Ekhemm, papa Faisal berdeham sampai membuat Tio sadar kalau saat ini ia sedang di liat oleh kedua calon mertua nya.


"Bunga buat kamu" ucap Tio memberikan bunga yang ia bawa.


"Makasih kak" ucap Laura.


Tio dan Laura pamit pada mama Ayu dan papa Faisal, Laura membawa bunga yang di berikan oleh Tio, Laura juga memeluk lengan Tio keluar dari rumah.


Tio membukakan pintu mobil untuk sang kekasih, lalu ia juga masuk ke kursi kemudi dan mobil pun keluar dari gerbang rumah Laura.


Tio sesekali mencuri pandang pada gadis yang sedang duduk di kursi samping dengannya.


"Cantik" ucap Tio.


Laura hanya tersenyum melihat Tio, dan senyum Laura di balas oleh Tio. Tio akan mengajak Laura ke suatu tempat bukan restoran tapi pantai yang sudah di hias begitu indah.


Mobil Tio berhenti di parkiran pantai, suasana malam terlihat begitu indah dengan suara ombak.


"Ayo" ajak Tio mengulurkan tangannya untuk menyambut tangan sang gadis.


Laura menyambut tangan Tio dan keduanya berjalan ke arah pantai yang sudah di hiasi bunga-bunga dan lampu hias, belum lagi sebuah meja yang ada di tengah-tengah lampu-lampu hias.


Tio mengajak Laura duduk di sana, di meja yang sudah di siapkan menu makan malam, Laura duduk dan melihat sekelilingnya yang terlihat begitu indah.


"Maaf ya aku gak bisa nyewa kafe buat ini semua, karena lagi nabung buat halalin kamu" ucap Tio terus terang.


Laura melihat pria yang tampan itu sambil tersenyum manis, tak masalah bagi Laura semua itu.


"Gak papa kak, sekarang aja aku udah senang kok, tempatnya juga tak kalah romantis seperti yang ada di kafe-kafe" ucap Laura.


Brian sudah meminta Tio untuk membuat acara lamaran untuk Laura di kafe miliknya saja, tapi Tio menolak karena tak enak ada sang sahabat yang sudah terlalu banyak membantunya dari dulu.


"Kita makan malam dulu ya" ucap Tio.


Mereka pun makan malam bersama, sesekali Tio menyuapi Laura dengan romantis. Dengan pemandangan bintang-bintang di atas sana, membuat suasana keduanya bertambah romantis.


Selesai makan malam, Tio pun langsung mengatakan niatnya pada sang gadis, gadis yang sudah ia sukai sejak masi duduk di bangku TK dulu, gadis kecil yang selalu memberinya roti, gadis yang selalu membelanya saat teman-teman yang lain membulinya.


"Gadis ku, aku tak bisa merangkai kata-kata manis, aku juga gak bisa seromantis pria lain, tapi ini semua tulus dari hati aku maukah kamu menjadi pendamping hidupku, dan menghabiskan masa tua bersamaku dan anak-anak kita nanti, maukah kau menikah dengan ku?" ucap Tio memegang punggung tangan Laura.


Laura melihat pria yang ia cintai dengan mata yang sudah berkaca-kaca, Tio begitu manis menyatakan keseriusannya padanya.


"Iya kak, aku mau" ucap Laura di selah tangisan bahagia nya.


Tio dengan cepat langsung memeluk sang gadis dengan erat, air mata menetes dari sudut mata Tio, ia benar-benar senang karena lamaran nya di terima oleh Laura.


"Terimakasih" ucap Tio di sela pelukan mereka.


Tio melepaskan pelukan mereka, dan melihat wajah gadisnya yang basah karena air mata, Tio mengusap lembut bekas air mata gadisnya, sambil tersenyum.


"Maaf ya gak ada cincin, cincin nya nanti di akad nikah ya" ucap Tio sambil tersenyum malu melihat sang gadis.


"Gak papa kak" ucap Laura juga tersenyum.


Laura sudah menerima lamaran Tio, hanya tinggal melamar pada kedua orang tua Laura, Tio menunjuk ribuan bintang di atas sana, membuat senyum Laura terbit di bibir manisnya, membuat Tio tak lepas melihat senyum yang begitu indah itu.


"Terimakasih Ya Allah, engkau berikan kebahagiaan buat aku" ucap Tio dalam hati, masi melihat wajah cantik Laura yang ada di depannya.


***Next....


Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys***....