Jovian & Maura

Jovian & Maura
Ke Rumah Sakit



Hari ini adalah jadwal periksa kandungan Maura, Jovian dan Maura saat ini sedang bersiap-siap akan pergi ke rumah sakit.


"Sayang sudah siapa" tanya Jovian melihat sang istri.


"Udah mas ayo" ajak Maura juga.


Jovian mengandeng tangan sang istri sampai ke depan mobil, lalu Jovian membukakan pintu untuk sang istri.


"Awas pelan-pelan sayang" ucap Jovian.


Setelah memastikan sang istri masuk ke dalam mobil, Jovian pun memutari mobil dan langsung masuk duduk di kursi kemudi, Jovian melihat sang istri yang sedang memakai sabuk pengaman, setelah itu mobil pun keluar dari halaman rumah mereka.


"Sayang habis dari rumah sakit kita ke rumah mommy ya" ucap Maura.


"Iya sayang" ucap Jovian.


Mobil melintas di jalan raya dengan kecepatan rendah, pasangan suami dan istri itu mengobrol sampai mobil memasuki parkiran rumah sakit.


Jovian sudah membuat janji dengan dokter kandungan yang menangani sang istri, Jovian keluar terlebih dahulu lalu membukakan pintu untuk sang istri.


"Makasih ya mas" ucap Maura.


"Iya sayang, ayo" ajak Jovian.


Jovian dan Maura masuk kedalam rumah saki, dan langsung pergi ke ruangan dokter kandungan, sampai di depan pintu Jovian mengetuk pintu terlebih dahulu, setelah mendapat sahutan dari dalam Jovian dan sang istri pun masuk.


"Pak Jo, bu Maura mari silahkan duduk" ucap dokter.


"Makasih dok" ucap Maura.


Sang dokter pun menanyakan apa kah masi sering mual, atau ada gejala lain yang di rasakan ibu hamil itu, dan Maura menjawab tidak ada mual pun sudah sangat jarang tidak seperti awal bulan kemarin.


Dokter pun langsung meminta Maura untuk berbaring di ranjang pasien yang ada di ruangannya.


Dengan di temani Jovian, pasangan suami dan istri itu melihat ke layar monitor, di mana di sana sang janin tumbuh dengan sehat membuat Jovian dan Maura tersenyum haru.


"Alhamdulillah sayang" ucap Jovian.


"Janin ibu Maura baik-baik saja dan liat tumbuh dengan sehat juga" ucap dokter kandungan.


"Iya dok" ucap Maura.


Selesai melakukan USG, Maura dengan di bantu sang suami kembali duduk di kursi depan dokter kandungan itu lagi.


Dokter menerangkan beberapa hal tentang kehamilan pada Maura, dan hal itu di gunakan Maura dan Jovian dengan baik.


Selesai berbincang-bincang dengan sang dokter, pasangan suami dan istri itu pun pamit pulang.


"Sekali lagi terimakasih ya dok kami permisi dulu" ucap Maura.


"Iya bu Maura pak Jo sama-sama" ucap sang dokter.


Jovian dan Maura pun keluar dari dalam ruangan dokter kandungan itu, senyum bahagia terpancar di wajah keduanya.


Sampai di parkiran terdengar seseorang memanggil mereka, Jovian dan Maura pun melihat ke asal suara.


"Vicki, kamu ngapain di sini" tanya Maura pada pria yang mendekati mereka.


"Aku ada urusan di rumah sakit ini kak, kaka habis dari mana" tanya Vicki.


"Kaka habis periksa kandungan kaka Vic, kapan kamu balik dari Singapura terus om Vero sama tante Gita masi di Singapura" tanya Maura.


"Aku baru balik minggu lalu kak, iya mama sama papa masi ada di Singapura" ucap Vicki.


Vicki adalah anak pertama Vero dan Gita, yang saat ini berprofesi sebagai dokter sama seperti sang ayah, karena Vero adalah sepupu dari daddy Nicko dan mommy Nara.


Setelah berbincang cukup lama, Jovian dan Maura pun pamit, begitu pun dengan Vicki yang juga pamit masuk ke dalam rumah sakit.


☘☘☘☘


Siang ini Marvel berkunjung ke perusahaan Wijaya Group, dengan mengunakan pakaian kantornya Marvel terlihat sangat gaga dan tampan.


Marvel masuk ke dalam lift yang akan membawanya menuju lantai di mana ruangan sang sohib berada, Marvel mengingat di mana ia dan Brian dulu suka kabur waktu kecil kalau tiba di kantor ini.


Ting....


"Vin," panggil Marvel.


"Pak Marvel" sama Kevin dengan hormat.


"Bis loh ada kan" tanya Marvel.


"Ada pak di dalam langsung masuk aja" ucap Kevin.


"Oke" ucap Marvel dan langsung masuk ke dalam ruangan sohibnya.


"Sibuk amet" ucap Marvel dan langsung duduk di sofa.


"Kapan loh sampai" tanya Brian masi fokus dengan pekerjaannya.


"Barusan, Tio mana" tanya Marvel.


"Ada di ruangannya" ucap Brian.


"Panggilan dong" ucap Marvel.


"Buat apa" tanya Brian.


"Kita ngobrol dulu" ucap Marvel.


"Gak bisa loh datang di saat kita semua lagi jam kerja" ucap Brian.


"Ck dikit lagi jam makan siang kok" ucap Marvel melihat jam yang melingkar di lengan kekarnya.


"Yah loh tunggu aja sampai jam makan siang" ucap Brian.


Sehabis itu pun Marvel tak berdebat lagi dengan sohibnya itu, Marvel memili berbaring di sofa yang ia duduk itu.


Brian melihat ke arah sang sohib, Brian menggeleng kepalanya lalu kembali fokus lagi dengan pekerjaannya, tapi sebelum itu Brian mengirim pesan pada Raffa.


Jam makan siang pun tiba, Tio masuk ke ruangan sang bos dan melihat seseorang yang tertidur di sofa.


"Bro loh pesan makan siang deh buat kita, sama Raffa juga ya nanti dia datang" ucap Brian melihat Tio.


"Oke" ucap Tio duduk di salah satu sofa dan memesan makan siang melalui via aplikasi online.


Di lobby Raffa juga baru saja tiba, setelah mendapat pesan dari sahabatnya, setelah jam makan siang tiba Raffa pun langsung dengan cepat ke kantor sang sohib.


Raffa keluar dari mobil dan langsung masuk ke dalam lift yang akan membawa dia ke lantai paling atas di mana ruangan Brian berada.


Ting...


Raffa keluar dari dalam lift dan langsung masuk ke dalam ruangan Brian, Raffa melihat seseorang yang sedang tertidur di sofa.


"Ni datang ke sini cuma mau tidur aja" ucap Raffa duduk di salah satu sofa.


Mendengar suara obrolan Marvel yang sempat ketiduran pun membuka kedua matanya, dan melihat sudah ada Tio, Raffa dan Brian di sana.


"Kalian udah selesai kerja?" tanya Marvel melihat ketiga sohibnya.


"Udahlah emangnya kamu tiduran aja" ucap Raffa.


"Gue lagi gak sibuk-sibuk banget di kantor makanya ke sini" ucap Marvel.


Terdengar suara ketukan pintu, Tio pun langsung membukakan pintu dan ternyata kurir pengantar makanan.


Tio membawa semua makanan masuk, lalu meletakan di atas meja.


"Wih enak banget nih bangun tidur langsung makan" ucap Marvel langsung mengambil sekotak nasi yang di pesan oleh Tio.


"Cuci muka dulu woi" ucap Raffa.


"Iya ini udah mau cuci muka" ucap Marvel beranjak masuk ke kamar mandi.


Sedangkan ketiga sohibnya saling pandang lalu menggeleng kepala.


Next....


Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya....